
Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang genap berusia 58 tahun telah mampu menunjukkan karyanya melalui berbagai capaian di bidang pertanian, industri, kesehatan dan lingkungan hidup, serta mampu menjaga fasilitas nuklir tetap beroperasi dengan aman dan selamat.
Selain itu, BATAN juga mampu menunjukkan perannya di dunia internasional dengan adanya Jurnal Atom Indonesia yang berkualitas dan dikelola dengan baik. Hal ini sejalan dengan tugas BATAN sebagai lembaga yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir, dituntut untuk terus berinovasi terkait dengan pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan.
Di tahun 2017 , BATAN akan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumahnya, diantaranya penyelesaian pembangunan fasilitas Irradiator dan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). “Rencananya di tahun 2018, BATAN akan menyelesaikan pembangunan fasilitas Irradiator Merah Putih yang berguna untuk mengawetkan makanan dan sterilitsasi alat kesehatan. Selain itu juga akan menyelesaian hal yang terkait dengan RDE termasuk desainnya, sehingga tahun 2018 kita siap membangunnya,” ungkap Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto saat perayaan hari jadi Batan yang ke-58 bertema Never Ending Innovation
Menurut Djarot, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh BATAN sebagai lembaga yang mengoperasikan fasilitas nuklir dan radiasi. Hal ini mengingat beberapa fasilitas yang dimiliki BATAN sudah berusia cukup tua sehingga membutuhkan anggaran perawatan yang cukup besar. Kendala lain adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh BATAN. “Setiap tahunnya SDM BATAN berkurang sekitar 150 orang karena memasuki masa pensiun, di sisi lain BATAN sampai tahun ini tidak boleh menerima pegawai baru karena adanya moratorium,” tambah Djarot.
Menyikapi keterbatasan SDM, Djarot menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan keilmuan di bidang teknologi nuklir dengan Nuclear Knowledge Manajemen. “Setiap pegawai harus mampu mentransfer ilmu kepada penerusnya agar keberlangsungan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir tetap terjaga,” pungkasnya. (red)














