ItWorks.id-Dalam kunjungan kerja menghadiri 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival yang berlangsung di Bandara Internasional Atatürk, Istanbul, Turki, Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menyempatkan diri mengunjungi stan perusahaan Turki, Aspilsan, produsen sel baterai lithium-ion. Bahkan perusahaan ini juga membuka ruang kolaborasi dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).
Dalam kunjungan kerja ini, Menperin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival teknologi berskala internasional tersebut yang tidak hanya menampilkan kemajuan teknologi Turki, tetapi juga menjadi ajang kompetisi sains dan teknologi bagi generasi muda dari Indonesia.“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para delegasi Indonesia yang ikut serta dalam kompetisi sains dan teknologi di Teknofest ini. Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah wawasan, sekaligus menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia agar semakin giat melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) di dalam negeri,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya dilansir dalam rilis pers, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Menperin, Teknofest 2025 menjadi ruang belajar yang sangat baik bagi peneliti muda Indonesia. “Dengan melihat langsung inovasi dan pencapaian di bidang sains dan teknologi, para peserta diharapkan semakin terdorong untuk melakukan riset serta menciptakan teknologi yang membanggakan bangsa,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Menperin turut mengunjungi stan Aspilsan, salah satu perusahaan teknologi energi dan baterai Turki yang juga mengembangkan solusi untuk kendaraan listrik. Kunjungan ini menjadi penting mengingat Indonesia tengah mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai sebagai bagian dari transformasi industri nasional.
Oleh karena itu, Menperin menekankan pentingnya kerja sama dalam pengembangan baterai kendaraan listrik, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer. Perusahaan asal Turki, Aspilsan, yang dikenal sebagai produsen sel baterai lithium-ion, membuka ruang kolaborasi dengan Indonesia Battery Corporation (IBC). Dengan kapasitas produksi mencapai 21,6 juta unit per tahun, Aspilsan berpotensi memperkuat rantai pasok ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Populasi Kendaraan Listrik Indonesia
Saat ini, populasi kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat pesat, dari 116 ribu unit pada 2023 menjadi 207 ribu unit pada 2024. Proyeksi kebutuhan material baterai untuk kendaraan listrik nasional pun melonjak signifikan, sejalan dengan megaproyek ekosistem baterai EV yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto, dengan nilai investasi mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun.“Indonesia siap mendukung kolaborasi dengan Turki dalam industri baterai, baik melalui riset bersama, investasi, maupun transfer teknologi, agar rantai pasok regional dapat lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Agus.
Sebagai informasi, Teknofest Aerospace and Technology Festival adalah ajang tahunan yang digagas sejak 2018 oleh Turkish Technology Team Foundation (T3 Foundation) bersama Kementerian Industri dan Teknologi Turki. Festival ini bertujuan memacu minat generasi muda terhadap sains dan teknologi sekaligus mempercepat perkembangan ekosistem inovasi di Turki.














