Iiworks- Resmi dimulai 1 Oktober lalu, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang berfokus pada pemberdayaan pelaku Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengrajin lokal-The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Oktober 2025, mendapat respons besar dari pengunjung, terlebih di akhir pekan ini. Pemeran akan berakhir 5 Oktober besok dengan optimisme panitia bisa mengejar target transaksi Rp 80 miliar dan kontrak dagang mencapai US$ 2 juta.
Pameran resmi dibuka secara seremonial bersama oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka (Istri Wapresw Gibran), Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurahman, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) H. Muchsin Ridjan, pada (2/10/2025) di Jakarta International Convention Center.
“Pameran sudah berlangsung dari tanggal 1 Oktober, namun pembukaan resmi secara seremonial kita lakukan pada tanggal 2, karena kita menghormati tanggal 1 sebagai hari peringatan kesaktian Pancasila,” ungkap Ketua Umum ASEPHI, H. Muchsin Ridjan sebagai penyelenggaran event INACRAFT dalam keterangan kepada awak media, baru-baru ini.
Mengangkat tema tetap ”From Smart Village to Global Market”, tahun ini INACRAFT memberikan dukungan besar pada pelaku usaha dari kaum muda dengan memberikan space khusus dan juga mendorong pelaku usaha ini go digital dengan menyediakan dukungan Digital Launge.
“Sebagai bentuk komitmen ASEPHI dalam mendorong regenerasi industri kerajinan Indonesia yang lebih inovatif dan kolaboratif, ASEPHI membawa konsep Youthpreneurs pada INACRAFT Oktober 2025 ini, untuk memberikan sarana berpromosi bagi generasi pelaku usaha muda sebagai penerus pengusaha dan perajin craft Indonesia agar lebih bersemangat dan tertantang dalam mengembangkan usahanya, baik di pasar lokal maupun global. Bahkan sebagai bentuk dukungan nyata bagi kaum muda, kali ini kami menyediakan 20 both gratis untuk mereka. Ini pancingan agar mereka makin bersemangat ke depannya,” ungkap H. Muchsin Ridjan,
Untuk menghadirkan pengalaman pameran yang lebih informatif dan interaktif, INACRAFT memiliki Official Digital Partner yaitu GoDigi serta Official Multimedia Partners yaitu Digital Mediatama Maxima, RGB Production, dan DOSS Camera & Gadget.
Pameran INACRAFT kali ini menghadirkan 843 peserta, terdiri dari 601 anggota ASEPHI, 146 peserta dinas, 17 stan kementerian/BUMN, serta peserta internasional dari Uzbekistan, Iran, India, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Mereka tergabung dalam organisasi internasional seperti World Craft Council, AHPADA, dan ASEAN Gifts & Crafts Federation.
Dengan melihat antusias pemngunjung dan juga situasi ekonomi nasional maupun global, panitia optimiostis menargetkan 75.000 pengunjung, 100 potential buyers international, transaksi retail senilai Rp80 miliar dengan kontrak dagang mencapai US$ 2 juta.
Potential buyers ini diharapkan tidak hanya melirik produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 27 youthpreneurs potensial yang turut berpartisipasi. Upaya ini diperkuat oleh dukungan DJPEN Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center dengan berbagai fasilitas pendukung pertemuan bisnis.














