PT Mandiri Tunas Finance (MTF) semakin memantapkan diri sebagai perusahaan pembiayaan otomotif yang paling agresif dalam mempercepat transformasi digital.
Tidak sekadar mengadopsi teknologi, MTF membangun ekosistem digital terintegrasi yang menghubungkan proses akuisisi, analisis kredit, operasional wholesale dan retail, hingga layanan pelanggan.
Sales & IT Director MTF, William Francis, menegaskan bahwa langkah percepatan digital ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjawab penetrasi pasar yang semakin kompetitif dan tuntutan pelanggan yang ingin layanan serba cepat dan transparan.
“Perusahaan pembiayaan hari ini tidak bisa hanya mengandalkan proses konvensional. Seluruh rantai proses, mulai dari akuisisi hingga layanan pelanggan, harus terintegrasi dan real-time. Itu yang sedang kami lakukan di MTF, dan hasilnya sudah sangat terlihat dari sisi efisiensi maupun pertumbuhan bisnis,” ujar William dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Rabu (19/11/2025).
Hadir pula dalam penjurian ini, Kanda Octaviano (IT Div Head), Rinto Tampubolon (IT Deputy Div Head), dan Kingkin Karina (Digital Transformation Deputy Div Head). Tim MTF ini membawakan materi presentasi berjudul: Championing MTF’s Operational Excellence through Innovative Digital Transformation.
Dalam presentasinya, Willian memaparkan bahwa transformasi digital di MTF diwujudkan melalui tiga inovasi utama, yakni MTF Flash, MTF 1 Access, dan MTF Mobile. Ketiganya didukung oleh fondasi teknologi yang diperkuat melalui IT Strategic Plan 2025 yang menempatkan keamanan, kecepatan, dan efisiensi sebagai pilar utama.
Lompatan Kinerja Bisnis
Segmen wholesale menjadi salah satu mesin pertumbuhan MTF dengan kontribusi 21,59% dari total lending 2024. Sebelum 2024, alur proses segmen ini masih sangat manual mulai dari pengecekan SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan, analisis rekening, hingga pengelolaan dokumen.
MTF kemudian meluncurkan MTF Flash sebagai platform digital berbasis web untuk mengakselerasi proses wholesale dari hulu ke hilir. Melalui sistem yang terintegrasi dengan fitur seperti dashboard, customer checking, pre-screening, pipeline management, hingga monitoring SLA dan covenant, platform ini mengubah total cara kerja tim corporate fleet MTF di seluruh Indonesia.
Dampaknya, pengguna MTF Flash ini sangat signifikan untuk peningkatan kinerja layanan perusahaan. Pengecekan SLIK yang dulunya membutuhkan waktu dua jam, kini cukup lima menit. Untuk pengecekan rekening yang sebelumnya memakan waktu satu hari, kini bisa selesai dalam lima menit berkat teknologi OCR Rekening.
“Dulu tim kami harus menunggu dokumen fisik, memeriksa satu per satu, dan koordinasi antar unit memakan banyak waktu. MTF Flash memotong seluruh kerumitan itu. Kami mencatat efisiensi hingga 99 persen di beberapa proses,” jelas William.
Per November 2025, jumlah pengguna aktif MTF Flash mencapai 110 orang, dengan lonjakan input customer sebesar 400 persen, dari 22 customer pada 2024 menjadi 110 di 2025. Selain itu, potensi booking melonjak dari Rp 395 miliar (2024) menjadi Rp 2,9 triliun (2025).
“Ini bukti bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memperbesar kapasitas bisnis,” kata William.
Jika MTF Flash menjadi andalan untuk wholesale, maka MTF 1 Access adalah ujung tombak akuisisi retail. Diimplementasikan sejak 2022, platform ini terus berkembang dengan teknologi seperti OCR KTP, Face Recognition, E-KYC, hingga RCDE (Robotic Credit Data Entry).
RCDE menjadi salah satu inovasi paling fundamental. Robot ini bekerja mengintegrasikan seluruh data dari MTF 1 Access ke core system secara otomatis, menggantikan proses input manual yang rawan keterlambatan dan human error.
“Dengan RCDE, kami mempercepat proses akuisisi sampai 77,8 persen. Bahkan biaya proses per aplikasi turun dari Rp 30 ribu menjadi hanya Rp 6 ribu,” kata William.
Lonjakan aplikasi juga menunjukkan peningkatan minat pasar sekaligus efek efisiensi internal. Pada Januari 2025, hanya ada 4 aplikasi masuk melalui MTF 1 Access. Namun pada Agustus dan September 2025, angkanya melesat menjadi 416 dan 463 aplikasi, dengan total aplikasi yang diproses mencapai 1.525 aplikasi.
“Kami ingin proses kredit kendaraan itu cepat, jelas, dan bebas hambatan. Dengan MTF 1 Access, customer dan tim marketing bisa bergerak jauh lebih cepat dan lebih akurat,” tambah William.
MTF 1 Access kini digunakan di seluruh cabang nasional dan sudah bersertifikat ISO 27001, memastikan standar keamanan data berada di level tertinggi.
Tidak hanya mempercepat proses akuisisi, MTF juga memperkuat layanan bagi debitur melalui aplikasi MTF Mobile, yang digunakan sejak 2023. Aplikasi ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu, memungkinkan pelanggan melakukan berbagai keperluan tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Fitur-fiturnya meliputi pembayaran angsuran, booking BPKB, klaim asuransi, pelunasan dipercepat, pengajuan kredit baru, perpanjangan STNK, simulasi kredit, live chat, hingga pengaduan. MTF juga tengah menambahkan fitur layanan otomotif dan lelang kendaraan.
Performa MTF Mobile semakin kuat. Per September 2025, tercatat 58.860 pengguna terdaftar, dengan 31.282 user aktif. Sedangkan volume transaksi tumbuh 103 persen, dari Rp 31,87 miliar menjadi Rp 64,73 miliar.
Demikian pula nilai transaksi melonjak 196 persen, dari Rp 243 miliar pada 2024 menjadi Rp 718,3 miliar pada 2025. Sementara itu, nilai fee based income meningkat 43 persen dari 289 juta menjadi Rp 412,8 juta.
“Customer sekarang ingin solusi yang cepat dan mudah. MTF Mobile menjawab kebutuhan itu. Pengguna bertambah, transaksi meningkat, dan kepercayaan pelanggan makin kuat,” tutur William.
IT Strategic Plan 2025
Masifnya inovasi digital ini tidak akan berjalan tanpa fondasi teknologi yang matang. Pada 2025, MTF menyusun IT Strategic Plan dengan visi membangun infrastruktur digital yang tangguh, aman, dan patuh.
MTF mengimplementasikan ISO 27001:2022, meningkatkan kapasitas server dan storage, memperluas penggunaan cloud computing, memperkuat disaster recovery plan, serta menerapkan AI-driven SIEM dan SOAR untuk mempercepat deteksi dan penanganan insiden.
“Keamanan dan keandalan sistem adalah pondasi digitalisasi. Kami tidak hanya membangun aplikasi, tetapi juga memperkuat infrastrukturnya sehingga bisnis MTF bisa bertumbuh dengan aman dan berkelanjutan,” tegas William.
Dengan berbagai inisiatif digital yang berjalan simultan, MTF kini berada pada fase akselerasi penting. Digitalisasi bukan lagi proyek, tetapi menjadi budaya dan strategi utama perusahaan.
“Transformasi digital di MTF masih akan terus berlanjut. Fokus kami tidak hanya membuat proses lebih cepat, tetapi juga menciptakan nilai bisnis baru yang bisa dirasakan customer, mitra, dan pemegang saham,” tutup William.
Editor: Fauzi














