ItWorks.id- Perusahaan solusi teknologi untuk asesmen, PT Matagi Informasi Pertiwi atau Algobash tahun ini mengikuti penjurian untuk penghargaan TOP Digital Awards 2025. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Chief Operating Officer Algobash, Melinda yang memaparkan berbagai capaian dan inovasi digitalnya terkini.
Dalam presentasinya, Chief Operating Officer Algobash, Melinda, menyebut bahwa perusahaannya kini menjadi salah satu pionir penggunaan artificial intelligence (AI) dalam proses asesmen dan rekrutmen di Indonesia. “Kami adalah assessment expert yang saat ini menjadi salah satu implementator AI pertama dan pionir di bidang asesmen dengan penggunaana teknologi kecerdasan buatan inio,” ujar Melinda dalam presentasinya secara daring via Zoom meeting pada , Jumat (21/11/2025).
Di awal, ia memulai dengan menjelaskan profil. dan visi misi perusahaan. Ia menegaskan bahwa misi utama Algobash adalah memastikan akses kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat.
Dalam paparannya juga, Melinda menjelaskan bahwa Algobash mengembangkan platform asesmen digital yang sepenuhnya otomatis, mulai dari AI interview, coding test, spreadsheet test (Excel), psikotes, aptitude test, hingga studi kasus berbasis AI. “Tujuan Algobash adalah memastikan semua orang di Indonesia bisa mendapatkan kesempatan kerja yang sama, serta membantu perusahaan melakukan seleksi secara adil dan terukur,”ujarnya.
Platform tersebut, lanjut Melinda, juga dilengkapi sistem proctoring dan anti-cheat real time berbasis AI. Menurutnya, sistem ini penting untuk menjaga integritas rekrutmen digital. “Seluruh tes ini dilengkapi dengan sistem pengawasan ujian lengkap serta otomatisasi analisis ujian berbasis AI,” katanya.Algobash menyebut diri sebagai satu-satunya platform di Indonesia yang menyediakan coding test hands-on dan Excel/Spreadsheet Test sebagai asesmen teknis yang dapat menilai kemampuan nyata kandidat.
“Kita sebagai implementator pertama coding test di Indonesia, kita tentunya melakukan coding test secara hands on,” beber Melinda. Untuk AI interview, Algobash mengembangkan sistem analitik visual dan audio, termasuk fokus, pose, emosi, hingga relevansi jawaban. “Yang kita nilai adalah relevansi jawaban partisipan yang nantinya penilaian ini otomatis dilakukan oleh AI,” jelas Melinda.
Tata Kelola TI dan Keamanan Data
Algobash juga menjelaskan bahwa perusahaan telah memasuki tahun keempat IT Master Plandengan fokus pada otomatisasi, integrasi sistem, monitoring, incident response, dan implementasi AI untuk scoring serta rekomendasi. “Kami fokusnya ke proses internal, deployment, monitoring, incident response, integrasi dengan platform eksternal, serta implementasi AI untuk scoring otomatis,” paparnya.
Melinda menambahkan bahwa penguatan keamanan data dilakukan melalui berbagai kebijakan, termasuk NDA (Non-Disclosure Agreement, Perjanjian Kerahasiaan) dengan klien, kebijakan TI untuk karyawan, serta penerapan aturan terkait PSE. “Ini sudah efektif kita implementasi dari 2021,” katanya.
Dalam rencana jangka panjang, Algobash menargetkan peningkatan standar keamanan setara ISO dan GDPR (General Data Protection Regulation). “Selanjutnya kita akan fokus pada ekspansi yang lebih besar dan penyempurnaan keamanan sesuai standar ISO dan GDPR,”tegasnya.
Penguatan Organisasi TI
Terkait dengan penguatan organisasi, Melinda menjelaskan bahwa pengembangan SDMteknologi dilakukan secara sistematis melalui mentoring, akses pembelajaran, dan penerapan model kerja hybrid. “Kita sangat open untuk fresh graduate,” ujarnya.
Struktur organisasi TI dipimpin CTO (Chief Technology Officer) Elvin Sitompul yang mengatur strategi teknologi, keamanan, dan roadmap pengembangan produk. Di bawahnya terdapat tim software developer, UI/UX, DevOps, hingga customer service.
Sejak dikomersialkan pada 2021, platform Algobash telah menangani lebih dari 150 ribu prosesasesmen di Indonesia dan Asia. Kliennya meliputi sektor fintech, korporasi, institusi pendidikan, hingga lembaga pemerintah.
Beberapa capaian yang menurut manajemen membanggakan antara lain posisi Algobashsebagaipionir teknologi AI untuk asesmen, keberlanjutan sebagai SaaS (Software as a Service) Indonesia yang siap go global, serta sistem anti-cheat yang memperkuat integritas proses seleksi. “Kita berharap ini bisa secara konsisten dilakukan di setiap perusahaan dan lini bisnis Indonesia adalah implementasi teknologi yang bertanggung jawab,” jelas Melinda.
Melalui kesempatan ini, Algobash menegaskan komitmennya terhadap pengembangan teknologi asesmen modern berbasis AI, keamanan data, serta efisiensi proses rekrutmen.
Melinda menutup presentasi dengan harapan agar teknologi yang mereka bangun dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan transparan. “Kita berharap kita bisa menciptakan employment environment yang lebih baik. Jadi kita support hal tersebut. Terima kasih,” pungkasnya. (Abdullah Suntani)














