Transformasi menuju sistem otonom berbasis AI kini menjadi prioritas hampir setiap perusahaan modern. Namun di balik adopsi AI yang masif, realitas keamanan menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan. Data terbaru mengungkapkan bahwa meskipun 78 persen organisasi telah mengimplementasikan AI, sebanyak 94 persen di antaranya belum memiliki kontrol keamanan yang memadai. Dengan kata lain, revolusi AI ini sedang dibangun di atas fondasi yang rapuh—dan inilah celah yang ingin ditutup oleh Palo Alto Networks.
Melalui strategi terpadu yang baru diumumkan, 4/11/2025, Palo Alto Networks menghadirkan pendekatan generasi berikutnya untuk mengamankan perusahaan di era sistem otonom. Strategi ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan lompatan besar menuju keamanan yang sepenuhnya otomatis, terukur, dan dirancang khusus untuk lingkungan berbasis AI.
Pilar pertama dari strategi ini adalah pemanfaatan AI untuk mengotomasi proses keamanan. Di sinilah Cortex AgentiX, evolusi dari Cortex XSOAR, memainkan peran utama. Dengan agen-agen AI yang aman, AgentiX mampu mengambil alih tugas-tugas keamanan yang selama ini menyita waktu tim IT. Hasilnya? Waktu respons ancaman berkurang hingga 98 persen. Kemampuan ini diperluas melalui Cortex Cloud 2.0, yang mengintegrasikan deteksi, respons, dan manajemen postur cloud dalam satu platform otonom.
Namun keamanan tidak berhenti pada proteksi sistem. AI itu sendiri kini menjadi target yang harus diamankan. Di sinilah Prisma AIRS 2.0 hadir sebagai garda depan. Platform ini tidak hanya melindungi aplikasi AI, tetapi juga seluruh siklus pengembangannya. Prisma mampu mendeteksi “shadow AI”, menangkal prompt injection, serta mengidentifikasi celah arsitektur dan kontaminasi data di dalam model AI. Semua ini dirancang untuk memastikan adopsi AI yang aman, komprehensif, dan terkontrol.
Pendekatan terintegrasi ini menjawab kelemahan nyata di lapangan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa 78 persen jaringan korporat masih bersifat datar, membuat pergerakan lateral penyerang menjadi mudah. Bahkan 39 persen perangkat IT tercatat tidak terlindungi. Palo Alto Networks menutup gap ini dengan menghadirkan visibilitas menyeluruh dan kontrol Zero Trust otomatis—mulai dari endpoint hingga agen AI.
Dengan strategi baru ini, Palo Alto Networks memperkuat posisi sebagai pionir keamanan di era AI. Perusahaan kini dapat beralih ke sistem otonom bukan dengan rasa khawatir, tetapi dengan keyakinan penuh bahwa fondasi keamanan mereka telah diperkuat.














