ItWorks.id- RSUD Sambas, Kalimantan Barat, perkuat transformasi digital sebagai strategi dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kinerja dan daya saing sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Inisiasi dan strategi digitalisasi ini dipaparkan manajemen RSUD Sambas dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2026 ” yang disampaikan Direktur RSUD Sambas Susanty kepada Tim Juri Penilai pada (14/01/2026) yang, di Jakarta.
Direktur RSUD Sambas Susanty mengatakan, transformasi layanan yang dijalankan sejak 2024 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sistem aplikasi digital, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan perbaikan tata kelola. Rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Sambas ini tengah berada pada fase krusial menuju layanan kesehatan yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Salah satu strateginya melalui inovasi dan peningkatan pemanfaatan teknologi informasi atau transformasi digital.
“Transformasi yang kami lakukan bukan sekadar membangun gedung atau menambah alat kesehatan, tetapi juga mengubah cara kerja layanan melalui pemanfaatan teknologi, penguatan SDM, dan tata kelola yang lebih transparan,” ujar Susanty dalam paparannya di depan tim juri .
Dalam sesi penjurian, Susanty didampingi jajaran manajemen, yakni Muhardi (Kabag Tata Usaha), Irma Malini (Kasubbag Umum dan Kepegawaian), serta Eko Prastiyo (Kasubag Perencanaan dan Evaluasi). Sementara Tim Juri penilai yang hadir, antara lain M. Lutfi Handayani (CEO MSI Group), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), Sentot Baskoro, dan Benyamin De Haan (Penasehat MSI Group).
Digitalisasi Untuk Layanan Lebih Cepat dan Akurat
Sejalan dengan tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan” yang diusung TOP BUMD Awards 2026, RSUD Sambas menempatkan transformasi digital sebagai salah satu pilar utama peningkatan layanan publik. Salah satu langkah strategis yang telah dijalankan adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME).
Digitalisasi rekam medis ini diharapkan mampu mempercepat alur pelayanan pasien, meminimalkan kesalahan administrasi, serta meningkatkan akurasi dan transparansi data kesehatan. Dengan sistem digital, koordinasi antarunit layanan menjadi lebih efisien, sekaligus mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih tepat. “Digitalisasi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat, terutama sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan,” kata Susanty.
Selain transformasi digital, RSUD Sambas juga memperkuat layanan medis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan modern. Sejumlah layanan unggulan kini tersedia, mulai dari IGD 24 jam, rawat jalan dan rawat inap, ICU, NICU, dan PICU, layanan persalinan, laboratorium dan radiologi, hingga layanan hemodialisis (cuci darah).
Peresmian Unit Dialisis dengan mesin modern menjadi salah satu tonggak penting. Fasilitas ini menjawab kebutuhan pasien gagal ginjal di Sambas yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
Tata Kelola BLUD Lebih Adaptif dan Transparan
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Sambas menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel dan adaptif. Pendapatan rumah sakit bersumber dari layanan BPJS dan non-BPJS, dukungan APBD, serta kerja sama dan program CSR.
Tercatat, realisasi pendapatan RSUD Sambas menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir, yakni Rp42,56 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp59,86 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp70,50 miliar pada 2025. Kinerja keuangan ini menjadi fondasi penting bagi reinvestasi pada alat kesehatan, infrastruktur, serta kesejahteraan tenaga medis.
Transformasi digital dan layanan tidak lepas dari peran sumber daya manusia. RSUD Sambas secara berkelanjutan membekali tenaga medis dan non-medis dengan pelatihan, workshop keselamatan pasien, serta penguatan etika profesi. Rumah sakit ini juga membuka ruang praktik dan magang bagi mahasiswa kesehatan sebagai bagian dari regenerasi tenaga medis.
Di sisi infrastruktur, percepatan pembangunan terus dilakukan, mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur, peningkatan fasilitas IGD, hingga pengadaan alat kesehatan modern yang terintegrasi dengan sistem digital.
Menuju Rumah Sakit Rujukan Regional Berbasis Teknologi
Dengan strategi yang terarah dan dukungan berbagai pihak, RSUD Sambas menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan regional yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Fokus kebijakan 2025–2026 diarahkan pada penguatan layanan unggulan, akselerasi transformasi digital, pengembangan SDM berkelanjutan, serta tata kelola BLUD yang transparan.“Ke depan, kami ingin RSUD Sambas tidak hanya menjadi pusat pengobatan, tetapi juga pusat edukasi dan inovasi kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya .
TOP BUMD Awards adalah ajang penghargaan terbesar dan paling bergengsi di Indonesia yang diberikan kepada BUMD dan juga BLUD terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul, inovasi, dan kontribusi mereka dalam pembangunan daerah, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan i-OTDA dan didukung sejumlah asosiasi, konsultan bisnis, kalangan akademisi (Perguruan Tinggi), LKN Asta Cita dan lainya, sehingga ajang sekaligus juga menjadi ajang pembelajaran bersama untuk mendorong BUMD terus berkembang.














