ItWorks.id- Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau menjadikan teknologi antariksa, khususnya aplikasi satelit, sebagai kebutuhan strategis nasional. Tanpa dukungan teknologi ini, berbagai aspek pembangunan, mulai dari komunikasi hingga penguatan ketahanan nasional, sulit diwujudkan.
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyudi Hasbi, menyampaikan bahwa sejak mengoperasikan satelit domestik pertama pada 1976, Indonesia telah memanfaatkan teknologi satelit untuk mendukung telekomunikasi, pengamatan bumi, navigasi, serta pemantauan cuaca dan iklim.“Data satelit telah digunakan secara luas untuk perencanaan infrastruktur, mitigasi bencana, pengawasan wilayah maritim, hingga mendukung sektor pertahanan, kesehatan, dan pendidikan,” ungkap Wahyudi dalam Kolokium Seri-1 di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Bogor, beberapa waktu lalu yang dirilis Humas BRIN melalui portal web resminya (19/01/2026).
Disebutkan, seiring perkembangan kebutuhan, pengembangan satelit nasional bergeser dari misi riset menuju pemanfaatan komersial dan pengoperasian berbasis konstelasi. Tren satelit kecil, seperti mikro dan nano, kian berkembang karena lebih efisien, fleksibel, dan dapat diluncurkan dalam waktu singkat. BRIN saat ini mengembangkan satelit mikro dengan bobot sekitar 100 kilogram.
Wahyudi menekankan pentingnya pendekatan rekayasa sistem yang terstruktur dalam pengembangan satelit, mulai dari penetapan tujuan misi hingga proses verifikasi dan evaluasi. Pengalaman pengembangan satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB dan LAPAN-A2 menunjukkan tantangan teknis, terutama pada stabilitas kamera multispektral dan sistem antena.
Menurutnya, pengembangan satelit mikro memberikan pembelajaran strategis bagi penguatan keantariksaan nasional karena mampu menekan biaya tanpa mengurangi fungsi utama. Dukungan kolaborasi internasional dan keterlibatan perguruan tinggi dalam negeri juga dinilai krusial untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi satelit nasional.
“Satelit harus dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik nasional, seperti pemantauan bencana, pengawasan maritim, dan pertanian, agar data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan lintas sektor untuk mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.














