Layanan cloud diproyeksi bakal terus berkembang. Mengacu pada laporan yang dikeluarkan IDC, secara total belanja layanan cloud di seluruh dunia akan mencapai angka US$ 1 triliun pada tahun 2024 sementara laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 15,7%. Hal itu mencakup hampir seluruh layanan cloud, seperti hardware dan software yang mendukung layanan cloud, serta peluang layanan profesional dan terkelola di seputar layanan cloud.
“Cloud di seluruh permutasi, hardware/software/services/as a service serta public/private/hybrid/multi/edge, akan memainkan peran yang semakin besar, dan bahkan dominan, diseluruh industri TI di masa mendatang,” kata Richard L Villars, group vice president, Worldwide Research di IDC seperti dilansir DigiTimes.
Di akhir 2021, lanjut Richard, berdasarkan pelajaran yang diperoleh dari pandemi, sebagian besar perusahaan akan menerapkan mekanisme untuk mempercepat peralihan mereka ke infrastruktur digital yang berpusat pada cloud dan layanan aplikasi dua kali lebih cepat dari sebelum pandemi.
Adapun pertumbuhan terkuat dari cloud akan datang dari kategori layanan cloud publik dan layanan cloud khusus (private). Kategori ini merupakan kategori terbesar dalam hal pendapatan keseluruhan, dan diperkirakan bakal menghasilkan CAGR lima tahun sebesar 21,0%. Di 2024, kategori layanan ini akan menyumbang lebih dari 60% pendapatan cloud di seluruh dunia.
Sementara kategori layanan profesional yang berkaitan dengan cloud diestimasi akan menjadi kategori terbesar kedua dalam hal pendapatan dengan pertumbuhan yang paling lambat dengan CAGR 8,3%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya termasuk penggunaan otomatisasi dalam migrasi cloud.
Porsi terkecil dari layanan cloud akan diperoleh dari kategori pembangunan infrastruktur yang mencakup hardware, software, dan dukungan untuk cloud private enterprises dan service provider cloud publik, di mana akan menikmati angka pertumbuhan solid (11,1% CAGR) selama periode estimasi. (Fauzi)














