ItWorks.id- Momentum Ramadan kembali menjadi pendorong utama lonjakan belanja online masyarakat Indonesia. Berkaca dari tren konsumsi tahun lalu, Compas.co.id memprediksi nilai pasar FMCG e-commerce nasional sepanjang tahun 2026 berpotensi menembus Rp155 triliun.
Proyeksi tersebut disampaikan dalam laporan FMCG E-commerce Outlook Report 2026 yang dirilis menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan menuju Idul Fitri pada 21 Maret 2026. Laporan ini memetakan pola belanja musiman guna membantu pelaku industri mengantisipasi puncak permintaan tahunan.
Berdasarkan data historis Ramadan 2025, perilaku konsumen Indonesia menunjukkan kecenderungan melakukan pantry stocking atau pembelian stok makanan dalam jumlah besar menjelang Lebaran.
Kategori Makanan & Minuman (F&B) menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan sejumlah sub-kategori mencatat lonjakan signifikan. Produk biskuit dan kue kering mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 131 persen, menjadikannya kategori dengan kenaikan paling tajam selama periode Ramadan.
Selain itu, kacang-kacangan tumbuh 124 persen, diikuti makanan siap saji yang meningkat 82 persen serta cokelat yang naik 54 persen. Tren ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyiapkan hidangan jamuan hari raya.
Tidak hanya kebutuhan konsumsi rumah tangga, persiapan penampilan saat silaturahmi juga mendorong pertumbuhan kategori kecantikan. Laporan mencatat kategori beauty menyumbang 52,1 persen terhadap total nilai pasar FMCG selama Ramadan.
Sub-kategori kosmetik dekoratif mengalami lonjakan tajam, dengan foundation tumbuh 96 persen, maskara meningkat 65 persen, dan bedak naik 43 persen. Sementara itu, kategori suplemen kecantikan turut melonjak 66 persen, menandakan semakin kuatnya tren wellness dan konsep “cantik dari dalam” selama bulan puasa.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata menilai pola lonjakan musiman tersebut menjadi indikator kuat pertumbuhan pasar FMCG digital ke depan. “Adanya lonjakan musiman dari perayaan Ramadan setiap tahunnya, membuat Compas.co.id semakin optimistis bahwa di penghujung tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan menembus angka Rp155 triliun,” ujarnya.
Melalui laporan Outlook 2026, Compas.co.id mendorong pelaku industri FMCG memanfaatkan analisis data sebagai dasar penyusunan strategi distribusi dan pemasaran berbasis insight pasar. Menurut perusahaan, pemahaman terhadap pola konsumsi musiman menjadi kunci untuk menangkap peluang pertumbuhan, terutama di tengah semakin kompetitifnya ekosistem perdagangan digital Indonesia.














