ItWorks.id- Di ajang pameran tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara -Indo Intertex & Inatex 2026 yang berlangsung 15–18 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd melakukan gebrakan inovasi produk baru dengan meluncurkan mesin jahit berteknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Inovasi ini dihadirkan untuk mendukung pelaku industri garmen Indonesia meningkatkan kualitas produk agar makin berdaya saing tinggi.
Mesin jahit Hikari berteknologi AI (Artificial Intelligence) adalah inovasi terbaru dalam industri garmen, terutama memudahkan operator mesin melakukan setting untuk pengerjaan jahitan dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan pada mesin jahit untuk otomatisasi maksimal, yang akan meningkatkan efisiensi, serta presisi jahitan. Mesin ini juga mampu mendeteksi kesalahan secara otomatis, menyesuaikan tekanan untuk setiap jenis kain yang berbeda, dan mempermudah penyesuaian benang besar/kain tebal dengan hasil jahitan yang lebih halus.
Perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar tersebut, berkomitmen membangun teknologi kecerdasan buatan dan menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen. Dengan dukungan teknologi AI, produsen garmen akan mampu meningkatkan kinerja produksi dengan penghematan waktu pengerjaan hingga 120% dan menghasilkan berbagai produk dengan kualitas yang lebih bagus, menghemat biaya dibanding mesin jahit konvensional.
Direktur Hikari, Wu Liang Jie menyatakan bahwa peluncuran produk mesin jahit “ber-AI” dari Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. itu tak lain bertujuan mendukung peningkatan kualitas produk garment di Indonesia. Solusi AI, dinilai mampu menghasilkan berbagai produk ‘premium sekaligus terjangkau’, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional.
“Peluncuran mesin jahit berteknologi AI ini akan memberikan solusi cerdas yang dibutuhkan industri garmen. Dengan mesin berteknologi AI ini, operator akan mudah melakukan setting yang cepat, mengontrol proses produksi dan menghasilkan produk yang jauh lebih bagus,” ungkap Direktur Hikari Wu Lian Jie, didampingi Eddie Liu Marketing Hikari dan Pratama Tanada – Marketing General Manager PT. Brothersindo saudara sejati, dalam paparan pers di ajang Indo Intertex 2026 (16/04/2026), di Jakarta.
Adapun alasan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI, karena industri garmen di Tanah Air tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Pratama Tanada, Marketing General Manager PT. Brothersindo Saudara Sejati (Distributor Indonesia) mengatakan, mesin jahit berbasis AI ini bekerja secara cerdas ini, pertama kali sudah diluncurkan di Kota Semarang. Bahkan mesin jahit dengan teknologi AI ini juga sudah diimplementasi di beberapa industri garmen di wilayah Jawa Tengah, seperti di Jepara, UNgaran dan lainnya.
“Sebenarnya produk mesin jahit Hikari berteknologi AI ini, pertama kali sudah diluncurkan di Semarang. Tentu di ajang pameran ini, kita hadirkan inovasi terbaru dengan deretan produk yang lebih lengkap. Pengunjung juga bisa langsung mencoba di pameran Indo Intertex 2026 yang berlangsung dari tanggal 15 April sampai dengan 18 April 2026 di Hall D2, Jakarta ini,” ujarnya.
Keunggulan lain, lanjutnya, mesin jahit ini juga dilengkali fitur yang bisa terhubungan dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan cloud, yang memudahkan tenaga operator dalam melakukan proses setting mesin secara cepat dan otomatis. “Proses setting tidak lagi manual, tetapi bisa melalui sistem aplikasi dan melalui jaringan cloud, sehingga prosesnya bisa otomatis untuk jumlah mesin yang banyak sekaligus, sehingga memudahkan dan juga menghemat waktu dalam proses setting mesin,” ujarnya.
Dengan AI, sistemnya juga mampu mendeteksi kesalahan jahitan secara otomatis dan menyesuaikan pengaturan sesuai dengan jenis kain yang di pakai. Dan hasilnya jahitan bisa lebih rapi, lebih presisi dan konsisten. “Tentu hal ini akan menghasilkan produk yang lebih baik dan cost rendah, sehingga memperkuat daya saing produk garmen di Indonesia, baik di pasar nasional maupun international,” tandasnya.















