Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39, dengan mengangkat tema “Inovasi dan Layanan Teknologi Untuk Indonesia”. HUT BPPT yang puncaknya akan digelar pada 21 Agustus mendatang, sebelumnya juga akan dilakukan rangkaian kegiatan seperti olahraga, lomba – lomba yang berkaitan dengan BPPT, termasuk juga konservasi energi.
Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan mengatakan, tema itu menunjukkan bahwa BPPT sudah mulai mendapatkan kepercayaan-kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat. “Masyarakat dan pemerintah sendiri sepertinya sudah mulai mempercayai hasil karya maupun kualitas produk teknologi yang dihasilkan oleh BPPT,” katanya kepada media di Jakarta, Kamis (15/6).
Dijelaskan, ada sejumlah layanan teknologi yang paling sering disebut, itu adalah hujan buatan saat kekeringan, memadamkan api. Selain itu, BPPT juga punya banyak balai pengujian. Untuk jasa-jasa konsultasi, kami membantu membuat desain pembangkit energi terbarukan, seperti biodiesel dan bioetanol.Kemudian, sekarang kami membuat ADSP pengganti radar, terutama untuk bandara-bandara kecil yang tidak punya radar. Ada 260-an bandara di Indonesia, (tapi) yang punya radar kurang dari 30. Kami juga membuat ikan nila salina yang bisa dibudidayakan di air laut serta membuat garam untuk kepentingan obat-obatan, misalnya untuk infus.
Terkait reformasi birokrasi, saat ini sistem administrasi kepegawaian juga telah dilaksanakan secara terpadu berbasis teknologi informasi. Sebagai contoh untuk data kepegawaian sudah terintegrasi dengan data di aplikasi perizinan dan absensi pegawai, sehingga memudahkan manajemen dalam melakukan pengelolaan, pengawasan dan keperluan lain secara cepat. Dari sisi akuntabilitas pengelolaan keuangan atau penggunaan anggaran, BPPT juga bisa meraih prestasi yang makin baik dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Masih menurut Sony, sejalan dengan program Nawa Cita, semua penelitian BBPT juga diarahkan ke sana. Terutama untuk mendukung program-program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah. Misalnya peningkatan ketahanan pangan, memajukan industri maritim (poros maritim) dunia, pembangunan infrastruktur, ketahanan dan keamanan, pendidikan dan kesehatan, serta sektor lain yang terkait prioritas prioritas dari pemerintah. (red/ju)













