ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan sektor industri. Kali ini, BRIN menjajaki kerja sama riset dengan PT Great Giant Pineapple (GGP) dalam pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai tambah.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi limbah produksi nanas yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Upaya ini sekaligus untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor agroindustri.
Assistant Director PT GGP, Fauzan Khumaedi, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki berbagai jenis limbah, termasuk material berbasis silika dan residu proses produksi, yang berpotensi dikembangkan menjadi produk inovatif bernilai ekonomi.
“Selama ini sebagian limbah hanya dibuang, padahal memiliki peluang besar untuk diolah melalui riset menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya dalam kunjungan di Kawasan Sains dan Teknologi Iskandar Zulkarnain, Tanjung Bintang, Lampung, bebrapa waktu lalu yang dirilis Humas BRIN melalui portal web (12/04/2026).
Sebagai bentuk komitmen awal, GGP membuka akses bagi para peneliti BRIN untuk memanfaatkan limbah industri tersebut sebagai bahan riset tanpa skema pendanaan langsung. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya inovasi berbasis kolaborasi yang aplikatif dan berdampak nyata.
Dari sisi BRIN, peluang ini disambut dengan berbagai pendekatan multidisiplin. Limbah industri dinilai dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari material berkualitas tinggi, pupuk, hingga bahan fungsional dan katalis untuk berbagai kebutuhan industri.
Tak hanya fokus pada limbah, kolaborasi ini juga menyoroti upaya peningkatan kualitas produksi nanas, khususnya terkait kandungan enzim bromelin yang menjadi nilai unggulan komoditas tersebut. Variasi ukuran buah, umur tanaman, hingga proses pascapanen menjadi faktor penting yang memengaruhi mutu produk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BRIN menghadirkan kontribusi dari berbagai pusat riset, mulai dari Pusat Riset Teknologi Mineral oleh David Candra B, Pusat Riset Teknologi Proses oleh Bambang Triwiyono, Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkular oleh Robet Asnawi, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional oleh Husniati, serta Pusat Riset Budidaya Laut, Tanaman Pangan, dan Tanaman Perkebunan oleh Sri Okfarina. Sinergi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghasilkan solusi komprehensif bagi industri.
Kolaborasi BRIN dan GGP membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai sisa produksi, melainkan sebagai sumber daya baru yang bernilai. Ke depan, kerja sama ini diharapkan berlanjut hingga tahap implementasi, memberikan manfaat nyata bagi industri, masyarakat, dan lingkungan.













