ItWorks.id- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI/Persero) terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat sistem keselamatan pelayaran. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung layanan pelayaran yang lebih aman, efisien, dan andal.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya saat menghadiri Strategic Maritime Forum yang digelar di Jakarta, (25/6) dalam rangkaian peringati -Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026. Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Irjen Pol. Dr. Capt. Hermanto, serta para pemangku kepentingan sektor maritim.
Dirut Budi mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu strategi penting PELNI untuk mendukung pengelolaan armada yang semakin efektif dan efisien. Perusahaan telah menerapkan berbagai platform digital baik di atas kapal maupun di kantor pusat untuk mendukung administrasi kapal, pemeliharaan armada, komunikasi, hingga pemantauan operasional secara real time.
Menurutnya, seluruh kapal penumpang PELNI kini juga telah dilengkapi sistem komunikasi kapal dan puluhan kamera CCTV yang memungkinkan proses pengawasan operasional dilakukan secara terintegrasi dari kantor pusat. “Transformasi digital terus kami lakukan untuk mendukung pengelolaan armada yang lebih efektif dan efisien, sekaligus memperkuat sistem monitoring operasional sehingga keselamatan pelayaran dapat terus terjaga,” ujar Budi dirilis melalui portal web resmi PT Pelni (25/06/2026).
Dia menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Untuk itu, PELNI terus memperkuat tiga aspek utama, yakni kompetensi sumber daya manusia, kelaikan kapal, serta kesiapan peralatan keselamatan melalui pelatihan berkala, pemenuhan standar keselamatan, dan pengawasan operasional yang ketat.”Kami ingin memastikan seluruh penumpang maupun barang yang dipercayakan kepada PELNI dapat sampai ke tujuan dengan selamat,” katanya.
Selain mengembangkan teknologi, PELNI juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Saat ini perusahaan memiliki 3.580 awak kapal dengan mayoritas berusia di bawah 40 tahun, yang dinilai menunjukkan regenerasi SDM maritim berjalan dengan baik.
Budi mengatakan, PELNI membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menjadi bagian dari industri pelayaran nasional yang membutuhkan talenta unggul sebagai pemimpin masa depan.
Di sisi lain, perusahaan juga memastikan kesejahteraan pelaut tetap menjadi perhatian melalui sistem remunerasi, pemberian berbagai manfaat, perlindungan ketenagakerjaan sesuai regulasi, serta program berkelanjutan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental awak kapal.”Dengan pelaut yang sejahtera, kami optimistis dapat terus menghadirkan layanan pelayaran yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, PELNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pelaut, serta menjaga standar keselamatan sebagai fondasi utama dalam mendukung konektivitas nasional.
Saat ini PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dengan 75 pelabuhan singgah. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang melayani wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP), 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek khusus kapal ternak untuk mendukung distribusi logistik nasional.














