ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Teken MoU, Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Indonesia ke Pasar Global

Fauzi
29 June 2026 | 13:27
rubrik: Digital
Teken MoU, Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Indonesia ke Pasar Global

Foto: Coda/EKRAF

Share on FacebookShare on Twitter

Guna mengakselerasi pertumbuhan ekosistem gim di Tanah Air, Coda dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Melalui kemitraan ini, Coda dan EKRAF akan bersinergi membekali para pengembang gim Indonesia dengan pengetahuan, perangkat komersial, dan kapabilitas bisnis secara komprehensif. Langkah ini diambil guna mendorong pengembangan skala bisnis mereka, sehingga dapat memperluas jangkauan audiens global dan meningkatkan daya saing internasional mereka. Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat unggulan bagi pengembang gim dan kreativitas digital.

Nota Kesepahaman ini sekaligus melanjutkan rangkaian kolaborasi yang telah terjalin antara Coda dan EKRAF. Melalui dukungan penuh EKRAF, inisiatif bersama ini sebelumnya telah berhasil meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui ajang Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta.

Selain itu, perluasan jangkauan pasar internasional bagi gim buatan anak bangsa terus ditingkatkan melalui Codashop, marketplace milik Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital. Selain mendukung para pengembang, Coda dan EKRAF akan terus mendorong literasi digital dan ruang bermain gim daring yang lebih aman. Salah satunya melalui kampanye Guard Your Game, yang mengedukasi para pemain agar mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan daring.

Sinergi ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri gim yang berbasis komersial kuat, tangguh, dan berdaya saing secara internasional, sekaligus menjadi panggung unjuk bakat talenta Indonesia di kancah global.

Berdayakan Generasi Baru Kreator Gim
CEO Coda, Shane Happach, mengatakan, “Indonesia merupakan rumah bagi komunitas pengembang gim yang dinamis dengan pertumbuhan yang luar biasa. Meskipun talenta kreatif tersedia secara melimpah, membangun bisnis gim yang sukses membutuhkan akses terhadap infrastruktur, jejaring, dan peluang komersial yang tepat. Melalui kemitraan dengan EKRAF, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berharap dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia.”

BACA JUGA:  Bantu UMKM, Bhinneka.Com Gandeng Kontrak Hukum

“Coda didirikan di Indonesia, dan kami tetap berkomitmen penuh terhadap ekonomi digital dan kreatif di negara ini. Kami bangga dapat bermitra dengan EKRAF untuk mendukung generasi penerus pengembang Indonesia dalam membangun bisnis yang berdaya saing global dan meraih kesuksesan di pasar internasional.”

Menangkap Peluang di Pasar yang Tumbuh Pesat
Industri gim Indonesia mencatatkan pendapatan lebih dari US$1,1 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga US$1,5 miliar pada tahun 2030, menurut Niko Partners. Seiring dengan pertumbuhan pasar, perilaku pemain dalam menemukan dan membeli konten gim pun berubah. Di Asia Tenggara, sekitar 38% pendapatan gim mobile kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out-of-app), melonjak tajam dibandingkan dua tahun lalu yang hanya menyentuh 21%.

Di samping itu, perilaku konsumen juga bergeser, dengan dompet digital yang kini digunakan oleh 55% pemain gim mobile untuk bertransaksi, sementara hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler (potong pulsa). Tren ini menyoroti pentingnya solusi pembayaran dan perdagangan lokal yang adaptif, guna membantu publisher menjangkau lebih banyak pemain dan mengoptimalkan potensi pendapatan baru.

Melalui kolaborasi dengan EKRAF, Coda berupaya memfasilitasi pengembang Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang-peluang tersebut melalui penyediaan perangkat komersial, keahlian teknis, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka baik di dalam maupun luar negeri.

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) mengatakan kolaborasi ini merupakan cerminan nyata dari keseriusan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri gim nasional, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem gim yang berdaya saing global.

“Kolaborasi antara Coda, EKRAF, dan para pengembang gim di Indonesia bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman di atas kertas. Tapi ini adalah langkah formal yang menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah dan sektor industri seperti Coda.”

BACA JUGA:  Perkuat Konektivitas Nasional, Telkom dan CCSI Jalin Sinergi Pengembangan SKKL SUB-2

“Bagi semua pengembang gim di sini, Indonesia bukan hanya negeri penuh berbasis pemain gim yang besar atau target pasar yang hebat. Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaran dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat.”

Ke depan, Coda dan EKRAF akan terus mengeksplorasi berbagai program lainnya untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kreatif digital Indonesia. Kolaborasi antara keduanya bertujuan untuk memastikan para kreator Indonesia mampu mengakses peluang global sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang, ketahanan, dan daya saing industri gim Indonesia.

Didirikan di Indonesia dengan kantor pusat Singapura, Coda telah berkembang menjadi platform perdagangan digital global yang beroperasi di lebih dari 80 pasar dan mendukung lebih dari 400 metode pembayaran. Melalui berbagai solusi inovatif termasuk Coda Webstore, Codapay, serta platform konsumen Coda seperti Codashop dan Coda Distribution, perusahaan kami berhasil menjembatani publisher dan brand global dengan ratusan juta konsumen di seluruh dunia.

Indonesia terus memegang peran penting dalam lini bisnis Coda, dengan kontribusi sekitar 22% terhadap pendapatan global perusahaan. Sepanjang periode Mei 2025 hingga Maret 2026, platform konsumen unggulan Coda, Codashop Indonesia, mencatat rata-rata kunjungan bulanan melampaui 13 juta dan melayani lebih dari 1 juta pembeli aktif setiap bulannya.

Tags: AICodaEKRAFgameGame DeveloperKemenparekrafpengembang gim Indonesia
Previous Post

Motorola Gelar Kampanye #RuangmuHariIni untuk Moto Pad 60 Series

Next Post

Soundcore Hadirkan Boom Go 3i, Speaker Portable Tangguh dan Suara Bertenaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rimini Street Dorong Perusahaan Hadapi Era Post-Quantum Tanpa Ganti Seluruh Sistem

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Indonesia Hadirkan Program Perlindungan #5TahunSiapTempur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Future Ready, XLSMART & Mitra Rekrut 850 Talenta Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkolaborasi, Ini Solusi yang Ditawarkan Mitra Integrasi Informatika dan Cloudera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto