ItWorks.id – Red Hat memperkenalkan APAC AI Centre of Excellence (CoE) Red Hat di Singapura. Didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB), pusat ini akan membantu organisasi beralih dari tahap uji coba AI menuju penerapan dalam operasional bisnis sehari-hari dengan memanfaatkan teknologi open source dan keahlian engineering dari Red Hat.
Red Hat mendirikan pusat ini untuk memenuhi meningkatnya permintaan regional terhadap solusi AI tepercaya yang siap digunakan oleh perusahaan. Tim engineering CoE akan membantu organisasi memindahkan workload AI ke lingkungan operasional perusahaan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi: mengembangkan arsitektur software yang dapat digunakan kembali untuk mengatasi tantangan umum di berbagai industri, serta menyumbangkan kode secara langsung ke proyek open source di hulu (upstream) guna memenuhi kebutuhan perusahaan dalam penerapan sistem, pengoptimalan runtime, pengelolaan platform, dan berbagai aspek lainnya.
Untuk memanfaatkan kapabilitas CoE, Singapore Defence Science and Technology Agency (DSTA) berkolaborasi dengan Red Hat untuk mengeksplorasi dan ikut mengembangkan solusi AI dan solusi berbasis cloud yang dapat memperkuat kapabilitas di bidang-bidang tersebut, yang nantinya dapat diterapkan oleh DSTA untuk berbagai kebutuhan pertahanan.
Penempatan kapabilitas engineering ini di Singapura akan memperpendek siklus umpan balik antara pelanggan, mitra, dan tim produk inti Red Hat. Hubungan ini membantu memastikan bahwa peta jalan pengembangan tetap berakar pada kebutuhan pelanggan, mempercepat penyediaan solusi, serta memperkuat kemampuan Red Hat dalam berinovasi bersama berbagai organisasi di kawasan ini.
“Adopsi AI bergerak pesat dari tahap uji coba menuju implementasi, dan berbagai organisasi membutuhkan platform terbuka serta keahlian engineering praktis agar transisi tersebut dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Melalui APAC AI Centre of Excellence Red Hat, kami memperluas kapabilitas tersebut di Singapura. Dukungan EDB memungkinkan kami mengembangkan pusat ini di Singapura, sementara kolaborasi co-engineering bersama DSTA menunjukkan bagaimana kapabilitas tersebut dapat diterapkan pada use case nyata kompleks,” ujar Daniel Aw, Vice President & General Manager, Red Hat Asia Pacific, dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026)
Turut memberikan pernyataan, Yueh Chinn Seah, Vice President, Digital Industry Singapore, mengatakan “APAC AI Centre of Excellence Red Hat memperdalam kapabilitas Singapura dalam AI enterprise berbasis open source. Pusat ini semakin memperkuat posisi Singapura sebagai hub AI utama yang menciptakan peluang bagi talenta lokal untuk memperdalam kapabilitas engineering mereka. Kami sangat antusias bekerja sama dengan Red Hat untuk meningkatkan skala solusi AI di seluruh Asia Tenggara dan wilayah lainnya.”
Bina Talenta Lokal, Dorong Ekosistem AI yang Berkembang Pesat
AI CoE akan memberikan akses yang lebih luas bagi berbagai organisasi terhadap keahlian Red Hat di bidang AI, hybrid cloud, dan platform engineering, sekaligus memperkuat kapabilitas teknis di kawasan ini, khususnya di Singapura. CoE ini mencakup tim inovasi khusus yang terdiri dari para engineer, forward-deployed engineers, arsitek, dan manajer proyek yang semuanya berfokus untuk menyukseskan penerapan AI/ML di lingkungan pelanggan.
Pusat ini juga akan mendukung pengembangan keterampilan di bidang-bidang yang krusial bagi penerapan AI modern, termasuk software engineering, otomatisasi, pengembangan berbasis cloud, dan DevSecOps, agar para pelanggan dan mitra dapat memperkuat kapabilitas internal khusus mereka sendiri.
Bawa Kebutuhan Produksi ke dalam Pusat Keunggulan AI
Dengan memanfaatkan keahlian open source Red Hat serta kapabilitas engineering dan pengetahuan DSTA di bidang pertahanan, kedua organisasi akan bersama-sama mengembangkan solusi berskala besar di bidang AI, komputasi cloud, modernisasi aplikasi, dan komputasi edge untuk mendukung operasi multi-cloud.
Kolaborasi ini mencakup pembentukan arsitektur dan praktik bersama untuk Development, Security and Operations (DevSecOps) serta operasional Day 2 bagi sistem AI dan cloud dalam skala besar, baik di lingkungan on-premise maupun di lingkungan off-premise.
Upaya ini bertujuan mempercepat pengembangan dan penerapan solusi AI dalam skala besar, sehingga memungkinkan DSTA menjadi lebih tangkas dalam mengantisipasi dan menangani kebutuhan pertahanan yang terus berkembang di era AI.
APAC AI Centre of Excellence Red Hat selaras dengan Strategi AI Nasional Singapura serta memberikan kontribusi terhadap ekosistem AI yang lebih luas di negara tersebut melalui penyediaan talenta, teknologi, dan use case nyata. Dukungan EDB terhadap pusat ini, keahlian Red Hat dalam AI open source, serta kolaborasi co-engineering bersama DSTA menghadirkan model untuk mengubah pengembangan kapabilitas AI menjadi inovasi praktis di Singapura dan seluruh kawasan Asia Pasifik.
“DSTA terus mengeksplorasi pendekatan baru untuk memperkuat kapabilitas yang kami hadirkan bagi pertahanan Singapura. Melalui kolaborasi dengan Red Hat dalam AI Centre of Excellence, kami sangat menantikan kolaborasi co-engineering serta pengembangan skala solusi AI dan cloud-native yang relevan dengan kebutuhan teknologi kami untuk lingkungan cloud dan on-premise. Seiring dengan ancaman yang semakin kompleks, penting bagi kami untuk terus mendobrak batas-batas teknologi dan inovasi agar tetap selangkah lebih maju,” kata Gayle Chan, Deputy Chief Executive (Information), Defence Science and Technology Agency.














