Jakarta, Itech- Upaya pemerintah melakukan penyelamatan filing satelit Palapa PAC-C 146E dan Palapa PAC-KU 146E terus mengalami kemajuan. International Telecommunication Union (ITU) menyetujui permohonan ekstensi filing satelit Palapa PAC-C 146E dan Palapa PAC-KU 146E yang diajukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo).
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Biro Humas dalam keterangan persnya hari ini (9/8) menyebutkan, dengan adanya persetujuan tersebut, maka frekuensi yang ada pada filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E akan bisa beroperasi. Sebelumnya, Kominfo telah mengajukan izin ke Radio Regulation Board (RRB) pada 17 – 21 Juli 2017. Pengajuan izin ini dilakukan setelah ITU, pada bulan November 2016 menyatakan frekuensi 6665 – 6723MHz dan 12523 – 12679 MHz belum di-bringing back into use (bbiu), dan selanjutnya akan dihapus.
Menanggapi hal itu, Kementerian Kominfo menyatakan keberatannya. KemKominfo meminta ITU untuk tidak melakukan tindakan apapun. Selanjutnya, Kemkominfo bermaksud meminta ekstensi masa suspensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E.
Bagi Indonesia, keberadaan satelit Palapa ini memiliki latarbelakang panjang yang sangat penting. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengelola filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E di slot orbit 146BT. Pada Januari 2013, satelit Chinasat-5B yang beroperasi pada slot orbit 146BT itu, mengalami kerusakan pada salah satu solar panel, karena itu harus dideorbit. Kemudian, Kementerian Kominfo mendaftarkan permohonan suspensi filing satelit tersebut ke ITU dari Januari 2013 hingga Januari 2016.
Seiring dengan itu, pada Desember 2014, PSN menempatkan satelit floater (Palapa C2) yang dikenal sebagai satelit PSN VR di slot orbit 146BT. Satelit ini untuk mem-bringing back into use (bbiu) filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E di slot orbit 146BT. Hanya saja, frekuensi onboard satelit PSN VR tidak mengcover semua frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E. Adanya ketidaksesuaian frekuensi tersebut, menyebabkan ITU menyatakan keberatan. ITU menanyakan kelanjutan penggunaan frekuensi yang tidak terdapat pada satelit Palapa C2 yaitu frekuensi 6665 – 6723MHz dan 12523 – 12679 MHz.
Terkait hal tersebut, Kementerian Kominfo menyatakan bahwa frekuensi tersebut akan di-bbiu sebelum berakhirnya masa suspensi filing berakhir di bulan Januari 2016. Namun ITU kembali mengingatkan, bahwa Januari 2016 merupakan batas waktu suspensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E. Melalui website, ITU bahkan mempublikasikan kode TOTAL. Artinya, seluruh frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E telah dibbiu dan diterima oleh ITU.
Pada sisi yang lain, Kementerian Kominfo pun telah mengingatkan PSN untuk mem-bbiu frekuensi yang belum di bringing back into use (bbiu) oleh satelit PSN VR. Menurut PSN, pihaknya telah berusaha mencari satelit yang dapat membbiu frekuensi tersebut. Hanya saja, sampai tenggat waktu yang ditetapkan ITU, PSN belum mendapatkan satelit yang sesuai.
Kemudian, Kominfo membuat proposal ke RRBdan melakukan 4 kali rapat persiapan; 3 kali rapat bersama antara Direktorat Penataan Sumber Daya dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan 1 kali rapat pleno antara PT Pasifik Satelit Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Pusat Kelembagaan Internasional Kemkominfo dan Ditjen SDPPI. Beberapa poin penting proposal yang diajukan ke RRB, di antaranya menegaskan sebagai negara kepulauan, Indonesia mememerlukan satelit untuk menunjang komunikasi di daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh terrestrial. Apalagi Filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E juga telah beroperasi lama, sejak tahun 199. Kerusakan satelit yang terjadi di tahun 2013 adalah karena force majeure. Padahal satelit tersebut masih dapat beroperasi hingga tahun 2016.
PSN sebagai operator satelit telah berusaha untuk pengadaan satelit baru, satelit PSN VI. Untuk itu, pada Desember 2013, PSN menandatangani kontrak dengan manufaktur satelit Boeing. Namun kontrak tersebut harus berakhir di tahun berikutnya karena ketidakmampuan Boeing mendapatkan co-passenger. Tahun 2014, PSN menyewa satelit untuk operasional di slot orbit 146BT. Satelit tersebut dikenal sebagai satelit PSN VR (satelit Palapa C2). Namun satelit tersebut tidak mengcover semua frekuensi PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E, sehingga PSN berusaha mencari satelit yang dapat mengcover semua frekuensi. Pada saat yang sama, PSN melakukan kontrak baru dengan SS/L untuk pengadaan satelit PSN VI.
Poin penting lainnya, permohonan ke RRB agar bbiu frekuensi Ku band filing PALAPA PAC-KU 146E dapat diperpanjang hingga beroperasinya satelit PSN VR2 di bulan November 2016 dan bbiu frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dapat diperpanjang hingga beroperasinya satelit PSN VI di bulan Juni 2019.
Kemudian pada sidang RBB Pada tanggal 13 Juli 2017 sebelum pelaksanaan sidang RRB, Kementerian Kominfo yang terdiri dari Dirjen SDPPI, Kepala Pusat Kelembagaan Internasional. Kasubdit Pengelolaan Orbit Satelit, staf Subdit Pengelolaan Orbit Satelit, PTRI Jenewa, bersama dengan PSN melakukan kunjungan ke ITU. Mereka bertemu manajemen ITU dan memberikan penjelasan komprehensif terkait permasalahan yang dihadapi Indonesia, serta meminta saran dan masukan jika ada hal-hal yang masih dianggap kurang terkait proposal dan dokumen pendukung yang telah disampaikan sebelumnya.
Pada pertemuan itu, Kementerian Kominfo menjelaskan tentang pentingnya satelit bagi Indonesia. Kominfo juga menjelaskan kronologis permasalahan dalam pengadaan satelit di slot orbit 146BT yang menyebabkan tertundanya pengadaan satelit PSN VI. Sementara itu, PSN menjelaskan bahwa satelit interim yang digunakan adalah benar-benar untuk operasional dan bukan hanya untuk memperpanjang umur filing saja.
Setelah melalui proses panjang, tanggal 17- 21 Juli 2017 diadakan sidang RRB ke-78 di Jenewa, Swiss. Hasil sidang memutuskan menyetujui permohonan Indonesia. Dengan demikian, frekuensi yang ada pada filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E dapat beroperasi sesuai dengan filing yang telah didaftarkan ke ITU. (Red-AC)













