Jakarta, Itech- Era Transformasi Digital mendorong pelaku industri untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, inovasi, serta kecepatan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Keuntungan yang didapat sebuah perusahaan setelah melakukan transformasi digital dengan benar akan membuka peluang untuk menjadi pemimpin pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.
President Director Lintasarta, Arya Damar mengatakan, transformasi digital menjadi sebuah keharusan bagi para pelaku industri nasional, khususnya agar tetap eksis di persaingan pasar yang semakin ketat.
“Lintasarta memposisikan diri menjadi ICT Total Solution Company bagi pelaku industri nasional disertai dengan kualitas layanan yang dapat diandalkan disertai berbagai sertifikasi serta tenaga ahli standar global,” ujar Arya dalam Media Briefing di Cirebon, Jumat (3/11)
Saat ini, di tengah maraknya inisiatif transformasi digital, akses kecepatan layanan data menjadi sebuah kendala. Isu latensi yang tinggi menjadi keluhan yang marak terjadi serta menghambat pengiriman data penting serta akses ke aplikasi perusahaan.
Arya mengatakan, era transformasi digital membutuhkan akses internet yang cepat dan stabil untuk mendukung kualitas layanan digital. Melalui pengalaman sejak tahun 1988 atau lebih dari 29 tahun memberikan layanan komunikasi data, kualitas akses internet menjadi fokus utama yang diberikan kepada pelanggan.
Lintasarta didukung oleh tenaga ahli tersertifikasi yang mengoperasikan layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dengan media akses satelit di lebih dari 13.000 titik di seluruh Indonesia. Hal ini menjadikan Lintasarta perusahaan dengan titik layanan VSAT terbanyak di Indonesia.
Lintasarta juga melakukan beberapa langkah strategis diantaranya dengan memperluas coverage jaringan fiber optic (FO) ke lebih dari 100 kota di seluruh Indonesia, untuk menjangkau pelaku bisnis di berbagai daerah dengan kualitas layanan internet yang cepat dan dapat diandalkan.
Untuk memastikan kualitas layanan serta after sales service yang baik, Lintasarta telah membangun dua fasilitas Data Center Tier III yang telah tersertifikasi Tier Certification for Constructed Facilities (TCCF) dari Uptime Institute. Infrastruktur Data Center dengan standar kualitas terbaik ini akan menjamin tingkat kehandalan layanan yang akan diterima oleh pelanggan.
Menurut Arya, dari rangkaian fasilitas infrastruktur yang kuat, peran layanan Cloud Computing kemudian menjadi sangat penting dan menjadi pondasi dalam transformasi digital yang dilakukan pelaku industri. Lintasarta memiliki solusi total untuk layanan Cloud mulai dari storage, back up data, kemudian solusi platform, dan solusi aplikasi atau biasa disebut Software as a Service (SaaS).
Untuk layanan SaaS, Lintasarta memiliki beberapa solusi diantaranya managed mail, media analytics, dan Managed Business Application Services (MBAS). Solusi-solusi ini akan memudahkan keseluruhan proses bisnis sebuah perusahaan dari berbagai sektor industri serta menciptakan efisiensi yang jauh lebih tinggi lagi.
Pada akhirnya, Lintasarta akan memberikan kualitas layanan yang dapat diandalkan dengan saat ini telah melayani perusahaan-perusahaan dari berbagai industri. Dimana pelanggan Lintasarta merupakan para pemimpin pasar di industrinya masing- masing yang tentunya memiliki standar kualitas layanan serta keamanan yang tinggi.
Sementara itu, General manager (GM) IT Service Product & Development Lintasarta, Gidion S Barus, mengatakan, perkembangan era digital membuka peluang untuk hadirnya berbagai startup. “Startup belakangan menjadi tren baru dalam dunia online. Karenannya, kami menggandeng tiga kampus, dengan memberikan mentoring, penyediaan akses dan pendapingan bagi startup mahasiswa. Kami juga mendorong mereka untuk menghasilkan produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Gidion.
Menurut Gidion, selain menyediakan sarana dan prasarana pendukung, pihaknya juga menyiapkan fasilitas co-working space. Hingga saat ini, kata Gidion, terdapat tiga startup yang telah menjalin kerja sama. “Ketiga startup tersebut, bergerak dalam bidang kedokteran, psikologi, dan pertanian,” jelasnya.
Nantinya, kata Gidion, produk yang mereka hasilkan diharapkan mampu memberikan sesuatu yang baru bagi kalangan industri, khususnya yang bergerak di ketiga bidang tersebut.”Untuk program ini, kami berusaha mengarahkan mereka agar solusi yang mereka hasilkan bisa dijual kepada kalangan industri. Kita juga mendorong mereka untuk menjadi perusahaan,” tambahnya.(red/ju)














