ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perlombaan menjadi ‘aplikasi super’ sedang berlangsung Asia Tenggara

Teguh Imam Suyudi
27 March 2019 | 15:00
rubrik: Digital, Fintech
Ilustrasi Belanja Online

Ilustrasi Belanja Online

Share on FacebookShare on Twitter

Perlombaan menjadi “aplikasi super” sedang berlangsung di Asia Tenggara karena e-commerce berbasis seluler membuat terobosan di kawasan ini, kata para ahli.

“Ini adalah perlombaan untuk menjadi aplikasi super di ASEAN,” kata Varun Mittal, dari lembaga konsultasi EY, pemimpin pasar global Fintech, dalam diskusi panel di Credit Suisse Asian Investment Conference di Hong Kong pada hari Selasa (26/3). Dia merujuk pada ASEAN, sebuah kelompok politik dan ekonomi regional.

Sebuah aplikasi super memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa layanan dari satu aplikasi seluler, seperti memungkinkan mereka melakukan transaksi keuangan, dan memesan makanan atau naik kendaraan.

Baca: Jutaann turis Cina memacu pertumbuhan mobile payment di luat negeri

“Semua orang menjadikan payment sebagai langkah pertama untuk masuk ke jasa keuangan lainnya,” kata Mittal, menambahkan bahwa “menghasilkan uang dari pembayaran saja bukanlah bisnis yang layak.”

Tapi untuk menjadi sukses, penyedia jasa payment harus fokus pada membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa apa yang mereka tawarkan dapat meningkatkan mata pencaharian melalui menghubungkan orang-orang yang terpinggirkan dengan ekonomi yang lebih luas, menurut diskusi panel itu.

Ekonomi internet Asia Tenggara nilainya diperkirakan akan melebihi US$ 240 miliar pada tahun 2025, menurut sebuah penelitian yang dirilis pada bulan November oleh Google dan Temasek Holdings Singapura. Laporan itu mengatakan bahwa ketika internet seluler menjadi lebih terjangkau, itu akan mendorong pertumbuhan di sektor-sektor seperti ride-hailing dan e-commerce.

Baca: Perusahaan mobile payment ‘berjuang’ menurunkan penggunaan uang tunai di Asia Tenggara

Ekonomi internet kawasan Asia Tenggara diperkirakan mencapai sekitar US$ 72 miliar pada akhir tahun lalu, naik 37 persen dari tahun sebelumnya, yang diukur dengan gross merchandise value – yang merupakan metrik industri utama yang mengukur total nilai dolar dari barang dagangan yang dijual secara online, ungkap studi ini.

BACA JUGA:  Lewat Penguatan Fraud Management System, Jalin dan BPC Tingkatkan Keamanan Transaksi Digital Nasional

Perusahaan harus menunjukkan bahwa tujuan dari data yang mereka kumpulkan bukan untuk “mengambil informasi,” Mittal menekankan. “Lebih dari itu, kami berusaha untuk mendukung Anda, kami ingin membantu Anda menjadi bagian dari perekonomian ini, mari kita bekerja sama untuk membantu Anda sukses.”

Sektor ride-hailing, yang termasuk pemesanan transportasi di internet dan pengiriman online, telah meroket di kawasan ini, dipimpin oleh perusahaan termasuk Go-Jek Indonesia dan Grab Singapura.

Pekan lalu, unit Financial Grab mengatakan akan meluncurkan beberapa layanan keuangan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Layanan itu termasuk sistem checkout online yang memungkinkan penjual menerima layanan pembayaran digital Grab yaitu GrabPay.

Baca: Prediksi e-commerce Indonesia di Tahun 2019

Tetapi menurut konsultan manajemen McKinsey and Company, 99 persen transaksi berdasarkan volume di Indonesia – yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara – masih dilakukan secara tunai.

Anthony Thomas, presiden dan CEO Mynt, e-payment dan fintech yang berbasis di Filipina dari Globe Telecom, Ant Financial dan Ayala, mengatakan aplikasi super tersebut harus dapat membantu orang-orang menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih lancar. Seperti sekarang, teknologi kini dapat membantu orang yang tidak memiliki akses dasar ke hal-hal yang dianggap biasa di tempat lain, seperti akses kredit.

“Masalah di Filipina benar-benar masalah akses ke layanan keuangan formal karena dua dari tiga orang Filipina tidak memiliki akses ke rekening bank,” katanya di konferensi Credit Suisse. “Dan mungkin sembilan dari 10 tidak memiliki akses ke kredit formal.”

Sumber: cnbc.com

Tags: fintechMobile Payment
Previous Post

5 Lowongan Pekerjaan IT yang Paling Banyak Dicari di Indonesia

Next Post

Disrupsi Teknologi Bikin Banyak Karyawan Bank Nganggur di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BSSN Tegaskan Pentingnya Keamanan Siber untuk Lindungi Ekosistem Ekonomi Kreatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto