ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Hati-Hati Jebakan di Public Cloud Storage

redaksi
26 September 2013 | 09:56
rubrik: Indeks
Hati-Hati Jebakan di Public Cloud Storage
Share on FacebookShare on Twitter

trenmicroKini pertumbuhan tren konsumerisasi berfokus pada dampak tren bringyour own device (BYOD) dan pengelolaan pertumbuhan perangkat mobile yang beragam. Namun terdapat aspek lainnya yang harus diperhatikan oleh administrator TI dan bahkan pemilik bisnis, yaitu mempertimbangkan kemungkinan akses teknologi dan layanan yang berorientasi konsumer (consumer-oriented technologies) di manakaryawanbisa mengakses sistem TI di tempat kerja.

Pada era BYOD, teknologi dan layanan berorientasi konsumer, seperti aplikasi layanan pesan singkat dan situs jejaring sosial, memang membawa keuntungan bagi penggunanya. Namun di sisi lain, teknologi dan layanan ini juga disertai risiko yang dapat mengancam data perusahaan.

Menurut survei yang dilakukan oleh Trend Micro (pada infographic terlampir) menunjukkan bahwa 1 dari 5 karyawan menggunakan layanan personal cloud storage untuk menyimpan data perusahaan.

Dan, 19% dari karyawan menyimpan data sensitif perusahaan dalam aplikasi konsumer, seperti email gratis, messenger, social media, hingga layanan dropbox, google doc atau send space. Banyak pekerja menggunakan aplikasi konsumer ini untuk menyimpan data karena selain biayanya murah, kapasitas untuk menyimpan data cukup besar dan bisa diakses dari perangkat apapun serta kemudahan sinkronisasi.

Aplikasi “konsumer” ini merupakan ancaman yang memanfaatkan kapabilitas pengguna di tempat kerjanya untuk melakukan kejahatan cyber.

Paul Oliveria, Technical Communications Trend Micro, mengatakan ditemukan ancaman virus backdoor yang membahayakan ribuan blog WordPress melalui serangan yang cukup brutal. Hal ini berisiko terhadap organisasi atau perusahaan yang menggunakan platform blog pada sistem komunikasi perusahaan. Penemuan munculnya kembali Botnet Citadel awal September lalu di Jepang.

Hasil penelitian Trend Micro, ancaman botnet tersebut menyasar pelanggan bank dan institusi finansial asli Jepang, khususnya pelanggan yang memiliki akun email.

BACA JUGA:  DCI Gandeng Equinix Luncurkan CloudConnect

“Taktik yang bersifat lokal ini patut diperhatikan. Jika dikontekskan pada karyawan Jepang yang mengakses akun Gmail mereka di kantor dan secara tidak sengaja menyusupkan malware pencuri data ke dalam jaringan perusahaan, kejadian ini akan berlanjut dan akan meningkat jumlahnya secara eksponensial,” terang Oliveria dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi itechmagz.com, Kamis (26/9/2013).

Namun kondisi ini, lanjut Oliveria, melebihi dampak malware, ancaman web dan serangan lainnya yang memungkinkan untuk masuk ke lingkungan perusahaan dan mendapat akses ke informasi perusahaan, aplikasi konsumer ini juga dapat membawa data keluar sama seperti mereka menyusup masuk ke jaringan perusahaan.

“Seperti yang telah diprediksi, kami telah melihat pelaku kejahatan cyber menyalahgunakan layanan yang sah untuk melakukan serangan. Malware Vernot adalah contoh dari beberapa serangan. Malware ini memanfaatkan layanan penyimpanan cloud yang populer dan juga consumer-friendly untuk mengirim data apapun yang malware ini kumpulkan dari mesin yang terinfeksi,” lontar Oliveria.

Beberapa perusahaan memang memiliki pertahanan yang kuat. Namun perusahaan tersebut belum tentu memiliki teknologi yang memadai atau kapabilitas untuk memonitor paket data yang melewati jalur trafik yang biasa digunakan aplikasi konsumer tersebut. Dengan begitu, administrator sistem TI mungkin tidak mengetahui karyawan yang secara (tidak) sadar membuka informasi tentang perusahaan melalui email pribadi mereka atau melalui percakapan dalam layanan pesan singkat.

Oliveria menyarankan organisasi harus menemukan keseimbangan antara penyediaan kebebasan untuk karyawan mereka dan mempertahankan visibiltas, serta kontrol terhadap data karyawannya, di mana pun dan melalui perangkat apa pun mereka mengaksesnya.

“Langkah pertama untuk menghadapi konsumerisasi pada segala aspek teknologinya adalah memiliki rencana yang komprehensif. Lebih penting lagi,  membuat kebijakan yang jelas (di mana harus melibatkan program awareness bagi karyawan), sama seperti mempersiapkan teknologi dan solusi yang memadai untuk mengidentifikasi dan melindungi data perusahan yang paling penting,” tegasnya. (endy)

BACA JUGA:  Jamstec Bangun Fasilitas MCCOE
Tags: Trend Micro
Previous Post

Mayoritas Pembeli Mobil Manfaatkan Riset Online

Next Post

Smartphone Layar Lengkung Karya Samsung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto