ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Peretas Ganggu Industri Otomotif

redaksi
1 October 2013 | 17:02
rubrik: Expert
Peretas Ganggu Industri Otomotif

Ilustrasi Pabrik Mobil

Share on FacebookShare on Twitter

mobilTrend Micro mengamati sektor otomotif menjadi sorotan bagi penjahat cyber,  di mana para peretas mulai memperhatikan bahkan mengganggu microprocessor dan canggihnya unit pengendali mesin pada kendaraan modern. Kebanyakan mobil dan truk saat ini diproduksi dengan sistem komputer. Fasilitas ini membuat kinerja mobil, makin efisien dalam hal akselerasi, pengereman, dan sistem kemudi.

Di sisi lain kecanggihan ini, menimbulkan kerentanan terjadinya penyimpangan dijital. Peretasan terhadap mobil “pintar” ini menjadi penanda akan rentannya mobil dengan sistem komputer yang dapat “dibajak” oleh peretas hanya dengan melalui laptop.

Ketika produsen otomotif menciptakan truk dan mobil “pintar”, mereka harus benar-benar sadar bahwa teknologi baru itu tidak hanya membuat produk mereka makin nyaman digunakan, namun juga mereka wajib menciptakan sistem keamanan utama dengan menghormati privasi.

Terkait hal ini, produsen otomotif tidak ada bedanya dengan produsen smartphone, tablet, atau PC. Bagaimanapun, mereka harus memperhatikan hal ini sebagai aset yang berpotensi diretas, dan jika peretasan itu terjadi dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna terkait hal privasi.

Ahli keamanan cyber dan industri otomotif harus bekerja bersama untuk menopang keamanan dan pertahanan pada kendaraan, di mana hingga saat ini masih dianggap salah sebagai aset kuno yang tidak layak diperhatikan.

Evolusi mobil

Pengungkapan bahwa mobil dapat diretas, pertama kali muncul pada 2013, ketika sekelompok peneliti universitas yang dikenal sebagai Center for Automotive Embedded System Security (CAESS) menerbitkan rincian tentang temuan pada model sistem komputer tertentu.

Kontributor Helium, Leigh Goessl menyatakan investigator mencoba mencolokkan laptop ke port diagnostic yang ada di mobil, di mana port ini merupakan fitur umum pada kendaraan saat ini, termasuk mobil model tahun 2009 yang sudah dites.

BACA JUGA:  Saran Trend Micro untuk Mengurangi Ancaman Penjahat Siber di tahun 2021

“Mereka juga membangun jaringan nirkabel dekat pabrik otomotif untuk mengirim data. Ketika tersambung, peneliti memiliki kontrol penuh terhadap fungsi dasar mobil seperti kemudi, pengereman, radio playback, kontrul suhu, dan pengunci pintu,” paparnya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta,  Selasa (1/10).

Tim CAESS menyatakan sistem komputer mobil saat ini sangat rapuh jika tidak didesain tanpa memikirkan sistem keamanan atau privasi yang baik. Kecanggihan teknologi kendaraan dapat membuat mobil makin rentan, tepatnya karena mereka akan menjadikan otomotif ke dalamsistem komputersama seperti perangkat desktop dan mobile.

“Makin banyak teknologi baru yang dimasukkan pada suatu kendaraan, makin banyak peluang disalahgunakan untuk tujuan yang merugikan,” kata CEO Securoris Rich Mogul.

“Benda apapun yang terdapat chip di dalamnya adalah perangkat yang rentan. Sejarah menunjukkan pada kita,” sambungnya sambil menambahkan Sistem Navigasi OnStar termasuk dari banyak kendaraan Amerika yang mungkin memiliki kelamahan utama dalam keamanan cyber otomotif.

Menurut penulis Claims Journal Tom Krisher, anggota CAESS mengambil keuntungan dari konektivitas seluler OnStar, yang merupakan alat untuk pengguna untuk melaporkan isu ke remote support center. Koneksi data lainnya seperti Bluetooth, seperti pemutar cd built-in, juga sama-sama rentan.

Konferensi Defcon

Pada Konferensi Defcon tentang keamanan pada Agustus 2013, peneliti keamanan Twitter Charlie Miller dan Chris Valasek dari IOActive mengungkapkan beberapa kegiatan peretasan otomotif yang terjadi pada mobil hibrid keluaran 2010 termasuk Toyota Prius dan Ford Escape.

Menurut Dan Goodin, Ars Technica, temuan itu, yang didanai oleh Defense Advanced Research Projects Agency Pentagon, menunjukkan mengretas mobil dapat dilakukan dengan sederhana, sesederhana mengoneksikan bluetooth pada perangkat tertentu atau memainkan disc optik tertentu.

BACA JUGA:  Deteksi Android Terinfeksi Malware

Bagaimanapun, isu utamanya adalah meningkatnya jumlah electronic control units (ECUs) pada kendaraan. Sebagian kendaraan memiliki hampir 50 ECUs yang terkoneksi melalui jaringan internal, di mana berartiperetasan yang berhasil  dapat memindahkan kontrol rem dan mesin mobil ke dalam tangan pihak yang tidak dapat diketahui.

Untuk menghentikan kontrol tersebut, Miller dan Valasek membalik jaringan kendaraan dan mulai mengirim kode malicious atau memblok transmisi yang dicurigai.

“Dengan memeriksa pengontrol jaringan area di mana ECUs melakukan komunikasi, mungkin untuk mengirim pesan ke ECUs dalam rangka untuk menyebabkan mereka mengambil aksi, atau memprogram ulang ECU secara total,” tulis Miller dan Valasek pada temuan mereka.

Esensinya, lanjut dia, ECUs merupakan perangkat yang terintegrasi bersama dengan bus CAN. Masing-masingnya dilengkapi dan memiliki sejumlah sensor dan aktuator yang terdapat padanya.

Pada kasus Prius, pasangannya menggunakan urutan yang tepat dari pesan ECU untuk menyelidiki dan kemudian masuk ke sistem parkir paralel “pintar” dan memanipulasi roda kemudi kendaraan pada kecepatan tinggi. Seperti peneliti CAESS, mereka juga bisa untuk mengganti pembacaan terhadap speedometer dan oddometer.

Menempatkan ECUs

Industri otomotif dapat menjadi komponen utama dari munculnya “Internet of Things”, koleksi yang dekat dari peralatan jaringan yang akan melengkapi atau bahkan menggantikan komputer tradisional. Bagaimanapun, pembuat mobil memiliki pekerjaan rumah, yaitu memikirkan keamanan cyber secara serius.

Nyatanya, terdapat dua hal yang tidak dapat dipisahkan: peretasan yang sukses dapat menyebabkan kecelakaan parah dan saat ini ECUs terpasang pada hampir semua fungsi kritikal otomotif.

Produsen otomotif dapat mulai membuat ECUs yang lebih mudah untuk dimonitor, dikontrol, dan dikembangkan, daripada tetap membuat mereka dekat dengan vest. Teknologi ini bukan komputer biasa, melainkan perangkat yang bertugas membuat penumpang selamat.

BACA JUGA:  Trend Micro Bantu Penegak Hukum Global Atasi Ancaman Ransomware Kelompok LockBit

“Saat ini, tidak ada jalan mudah untuk membuat aplikasi kustom untuk memonitor dan berinteraksi dengan ECUs pada industri otomotif yang modern,” menurut white paper yang disimpulkan oleh Miller dan Valasek. “Faktanya, risiko serangan tetap ada tapi itu bukan jalan bagi peneliti untuk memonitor atau berinteraksi dengan sistem ini.”

Untungnya, kegiatan peretasan mobil kemungkinan tidak dapat dilakukan pada sementara waktu. Hal ini memberikan industri otomotif cukup waktu untuk lakukan reboot pendekatannya terhadap keamanan cyber.

Salah satu kontributor CAESS merujuk pada peretas mobil sebagai “kelompok yang dijernihkan”, dan ia tidak mengetahui lebih dulu duplikasi dunia nyata dari perbuatan luar biasa para peneliti.

Dalam jangka pendek, pemilik mobil dapat lebih sadar terhadap serangan peretas sederhana yang dapat membahayakan pintu mereka. Akhirnya, bagaimanapun, produsen kendaraan harus memastikan bahwa kendaraan, seperti komputer, harus dipersiapkan dengan baik, bahkan untuk skenario terburuk.   (endy)

Tags: Trend Micro
Previous Post

Microwave Bisa Isi Baterai Ponsel

Next Post

Spektronics ITS Sabet Juara Chem-E-Car di Brisbane

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto