Home Indeks Business Solution Luise dan Renate, 2 robot yang bergabung dengan lini produksi Airbus A320...

Luise dan Renate, 2 robot yang bergabung dengan lini produksi Airbus A320 di Hamburg

Catat! 4 Industri ini Jadi

Pembuat pesawat asal Eropa Airbus meresmikan lini produksi baru untuk jet terlarisnya A320 dengan menggunakan 2 robot yaitu: Luise dan Renate untuk bergabung dengan pekerja manusia saat beralih ke otomatisasi baru untuk membantu menangani backlog pesanan untuk delapan tahun ke depan.

Airbus berharap teknologi digital akan memungkinkan produksi yang lebih tinggi dan memicu perubahan signifikan dalam pengeluaran penelitian dan pengembangan menuju manufaktur berteknologi tinggi.

Airbus akan meningkatkan produksi jet A320 lorong tunggal dari 50 hingga 60 pesawat per bulan, unutk bersaing dengan Boeing 737. Airbus telah menjual 8.000 jet dengan memiliki kontrak 6.000 pesanan lainnya.

Jalur perakitan terakhir di Hamburg, seperti jalur lainnya, memiliki produksi terbanyak yaitu 10 pesawat per bulan, yang akan dicapai pada pertengahan 2019.

Dua robot yaitu Luise dan Renate, yang namanya dipilih oleh karyawan, akan secara khusus membantu mengebor lebih dari 2.000 lubang untuk bergabung dengan dua bagian pesawat bersama, pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia.

Mereka membentuk bagian dari jalur perakitan akhir baru di mana badan pesawat dan sayap diangkut oleh platform tooling bergerak otomatis, bukannya diturunkan oleh derek ke jig tetap, dan di mana pelacakan laser dinamis digunakan untuk menyelaraskan bagian pesawat.

Penghematan dari teknologi baru bukan tentang waktu, tetapi tentang presisi dan ergonomi, kata staf Airbus.

“Ini lebih efisien ketika Anda tidak mengebor semua lubang dengan tangan,” kata Klaus Roewe, kepala program keluarga A320, kepada wartawan di Hamburg, mengatakan bahwa teknologi baru lainnya untuk manuver bagian akan membantu mengurangi kemungkinan kerusakan atau kesalahan.

Roewe mengatakan sekitar sepertiga dari teknologi baru di jalur perakitan akhir yang baru berpotensi dialihkan ke jalur lain, baik yang ada di Hamburg, Prancis, China, atau Amerika Serikat.

“Prioritasnya adalah untuk meningkatkan dan kemudian kami akan mulai berpikir tentang apa yang dapat kami transfer,” katanya.

Airbus juga telah memperluas dan memodernisasi pusat pengiriman untuk keluarga A320 di Hamburg sebagai bagian dari rencana untuk membantu menangani peningkatan produksi.

Industri 4.0 di Airbus

Pada revolusi industri generasi keempat ditemukan pola baru ketika disruptif teknologi — menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan menggantikan teknologi terdahulu –begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada WEF 2015, menjelaskan revolusi industri 4.0 mengintegrasikan dunia siber dengan produksi industri. Internet menjadi motor proses produksi. Semua objek dilengkapi teknologi yang mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi. Misalnya, pekerja di sebuah pabrik pintar adalah mesin dan robot yang mampu menjalankan tugas rumit, bertukar informasi, memberi dan menerima perintah secara otomatis tanpa melibatkan manusia.

Berita ini diambil dari: Reuters.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here