Ledakan ponsel telah menyebabkan kematian Cradle Fund Sdn Bhd CEO Nazrin Hassan, menurut pernyataan yang dirilis oleh perusahaan itu pada Jumat (15 Juni).
Cradle Fund menegaskan bahwa laporan post-mortem menyimpulkan penyebab kematian Nazrin Hassan pada hari Kamis sebagai komplikasi dari luka ledakan yang disebabkan oleh ponsel yang meledak saat sedang diisi baterainya, di-charging, di sebelah dirinya.
Sebuah pesan dari keluarga Nazrin yang telah beredar di media sosial mengutip ipar laki-laki Nazrin yang mengklaim bahwa pada beberapa titik telepon telah terlalu panas dan meledak, menyebabkan trauma tumpul di belakang kepala Nazrin dan menyebabkan kematiannya.
Sebuah kasur juga ikut terbakar, tetapi Nazrin sudah tidak bernyawa saat itu, kata saudara ipar yang namanya tidak disebutkan dalam pesan itu.
Polisi sebelumnya mengatakan Nazrin terperangkap dalam kebakaran dalam kamar tidur di rumah teras bertingkat dua di Mutiara Damansara, Kuala Lumpur, kemarin dan mungkin meninggal karena menghirup asap. Dia juga menderita luka bakar di tubuhnya.
Nazrin meninggalkan istri dan keempat anaknya, menurut Star, sebuah media di Malaysia.
Nazrin sedang berada dalam kamar tidur di lantai atas rumah yang berlokasi di Lorong PJU 7/24A saat peristiwa kecelakaan itu terjadi, kata Kepala Polisi Petaling Jaya ACP Mohd Zani Che Din.
Dia mengatakan Nazrin ditemukan telah meninggal dalam kamar yang penuh dengan asap dan tubuhnya mengalami 30 persen luka bakar. Jenazah Nazrin dibawa ke University Malaya Medical Centre.
Chief Operations Officer Cradle, Razif Aziz mengatakan: “Cradle telah kehilangan seorang jenius yang visioner dan kreatif, dan dunia telah kehilangan manusia yang luar biasa. Kami yang cukup beruntung untuk mengenal dan bekerja dengan Nazrin, telah kehilangan teman baik dan mentor yang menginspirasi.”
Cradle Fund Sdn Bhd (Cradle) adalah influencer untuk para startup tahap awal asal Malaysia, dan telah membantu mendanai lebih dari 700 perusahaan teknologi di Malaysia.
Cradle Fund memegang tingkat komersialisasi tertinggi di antara penerima dana hibah dari pemerintah di negara tersebut.
Melalui produk, inisiatif, dan upaya yang dilakukannya, para calon pengusaha dapat menjadi startup terkemuka dengan bantuan yang diperlukan yang disediakan oleh Cradle, diantaranya Grab dan iMoney.
Berita ini diambil dari: Channelnewsasia.com dan theedgemarkets.com














