ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51
rubrik: Expert
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat

Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk masa depan infrastruktur digital. Selama 18 bulan terakhir, prediktabilitas pada lapisan virtualisasi kehilangan stabilitas yang telah terjaga selama hampir 20 tahun, tergerus oleh krisis biaya yang berkepanjangan. Namun ini hanya satu gejala dari tantangan arsitektur yang jauh lebih mendalam.

Kenyataannya, lapisan infrastruktur kini dituntut untuk menjalankan tugas-tugas yang sejak awal tidak pernah didesain untuk itu. Kita tidak lagi sekadar mengelola virtual machine atau bahkan kombinasi virtual machine dengan container. Saat ini, kita harus menjaga keseimbangan secara bersamaan antara sistem lama (legacy), aplikasi berbasis cloud, dan melonjaknya kebutuhan akan artificial intelligence yang sangat membutuhkan GPU.

Untuk bertahan menghadapi pergeseran ini, Anda akan sering mendengar ungkapan ‘modernisasi saja’ dilontarkan. Namun, istilah tersebut sebenarnya tidak sesederhana kedengarannya—bagaimana Anda harus menyikapi seluruh investasi yang sudah berjalan? Bagaimana jika suatu aplikasi tidak dapat ‘dimodernisasi’, atau biayanya justru tidak sepadan?

Alih-alih menambahkan lebih banyak jargon ke dalam kosakata yang sudah padat, anggaplah langkah ini sebagai upaya menyatukan infrastruktur IT Anda. Virtual machines, containers, dan workload AI umumnya berjalan secara terpisah satu sama lain—setidaknya di sebagian besar organisasi. Namun, mengelola setiap infrastruktur tersebut secara terpisah hanya akan memecah sumber daya, keahlian, dan waktu. Hal ini tentu tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Solusinya terletak pada pendekatan platform terpadu (unified platform), yaitu sebuah model operasional tunggal yang memungkinkan virtual machines, containers, dan AI berjalan berdampingan dengan postur keamanan yang konsisten

Tantangan apa yang ada di luar platform
Di luar masalah platform, hambatan terbesar sebenarnya ada pada faktor manusia. Tim teknis (engineering) Anda saat ini dibebani misi yang hampir mustahil: menjaga ketersediaan sistem secara penuh di lingkungan lama, sembari merancang arsitektur yang baru secara bersamaan. Mereka dituntut untuk melakukan transisi ini tanpa adanya penambahan personel dan tanpa melanggar satu pun service-level agreement.

BACA JUGA:  Motorola Siap Umumkan Smartphone Tangguh Berbaterai Jumbo dan Kamera Didukung AI

Hal inilah, jauh melebihi masalah platform apa pun, yang menyebabkan upaya modernisasi kerap kali mandek. Migrasi sering kali hanya dipandang sebagai pergantian teknis belaka, alih-alih sebuah risiko bisnis kompleks yang berdampak pada seluruh lingkungan sistem. Keberhasilan membutuhkan lebih dari sekadar menggunakan hypervisor yang baru. Proses ini menuntut visibilitas mendalam terhadap sistem yang sudah ada, serta opsi pemulihan (fallback) di setiap tahapan transisi. Anda tidak sekadar bermigrasi dari satu platform virtual machine ke platform lainnya; ini adalah perubahan haluan mendasar menuju kelincahan (agility) bisnis jangka panjang.

Layanan cloud menawarkan jalan pintas yang menarik untuk mengatasi tantangan ini, sebuah opsi yang mudah diakses sekaligus praktis. Namun, beralih sepenuhnya ke satu ekosistem public cloud saja akan mengorbankan karakteristik sistem yang krusial, yaitu konsistensi dan kemandirian operasional. Langkah ini bahkan mungkin bukan suatu pilihan akibat adanya batasan regulasi atau kedaulatan data.

Anda juga berisiko kehilangan portabilitas workload seiring berubahnya kebutuhan bisnis. Ditambah lagi, muncul tantangan baru dalam menyelaraskan lingkungan sistem yang sudah ada dengan lingkungan cloud, yang sering kali menggunakan perangkat dan standar yang berbeda. Tentu Anda tidak ingin mengganti tantangan virtualisasi dengan masalah lama yang sekadar dibungkus kemasan baru. Yang Anda butuhkan adalah kebebasan memilih dan inovasi yang sesungguhnya. Anda menginginkan fleksibilitas dari hybrid cloud.

Hybrid adalah opsi yang terkendali
Hybrid cloud memberikan kebebasan memilih yang Anda butuhkan tanpa mengorbankan kendali, baik kendali tersebut berkaitan dengan kepatuhan regulasi maupun kebutuhan bisnis yang mendesak. Anda tetap dapat mengandalkan layanan dan sumber daya cloud saat diperlukan, seperti untuk menjalankan model AI tercanggih yang intensif. Di sisi lain, beban kerja yang sensitif seperti agen AI internal dapat tetap disimpan secara mandiri (in-house) di sistem Anda sendiri. Yang terpenting, hybrid cloud mendukung penyatuan berbagai infrastruktur yang terpisah, yang merupakan masalah utama yang ingin diselesaikan oleh sebagian besar CIO. Virtual machine lama, aplikasi berbasis cloud dalam tahap produksi, serta workload AI yang siap menyongsong masa depan kini dapat berjalan bersama dalam satu kesatuan sistem yang sama.

BACA JUGA:  Samsung Luncurkan Visi 'AI Home' di Acara Welcome to Bespoke AI

Krisis virtualisasi saat ini memang harus segera diatasi. Namun, situasi ini juga menjadi katalis bagi perubahan yang sangat diperlukan. Ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti mengelola masa lalu, dan mulai membangun platform yang mampu menopang inovasi hingga satu dekade ke depan.

Red Hat telah membantu para pelanggan kami mengatasi tantangan ini: Tahun lalu, jumlah virtual machine (VM) yang berjalan di Red Hat OpenShift Virtualization meningkat lebih dari 400%. Kami telah meninjau lebih dari 1 juta VM untuk dimigrasikan, dan lebih dari 400.000 di antaranya telah berhasil dimigrasikan. Angka-angka tersebut tentu sangat besar. Namun, di balik pencapaian itu, ada para pelanggan yang tidak lagi sekadar ingin mengelola masa lalu, melainkan berkomitmen untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.

Pelanggan di berbagai industri kini mengambil alih kendali atas infrastruktur teknologi dan roadmap inovasi mereka sendiri. ARSAT, BNP Paribas, EUROCONTROL, NASA JPL, Telenet, dan banyak lagi telah memilih Red Hat, baik dalam memigrasikan VM ke platform yang fleksibel dan siap menyongsong masa depan, maupun mempersiapkan diri menghadapi titik balik (inflection point) perkembangan AI.

Kita harus beralih dari sekadar menjadi konsumen teknologi menjadi penyedia layanan mandiri yang berdaulat (sovereign) dan skalabel (scalable). Kita memang tidak dapat mengendalikan kekuatan pasar atau dinamika global, tetapi kita mampu mengendalikan masa depan teknologi kita sendiri. Jalan ke depan tidak terletak pada satu produk tunggal, melainkan pada sebuah model operasional yang menjembatani kesenjangan antara tempat data Anda berada saat ini dan posisi bisnis yang ingin Anda capai di masa depan.

Tags: AIGenerative AIGPURed Hat
Previous Post

Kemkomdigi Perkuat Pengawasan Registrasi SIM Berbasis Biometrik, Cegah Kejahatan Digital

Next Post

Riset: Lonjakan Perdagangan Digital Berbasis AI Picu Lonjakan Serangan Bot dan API

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAP Hadirkan Solusi Inovasi SmartRecruiters untuk SAP SuccessFactors

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genjot Penjualan, Lazada Bantu Seller Tampilkan Produk Lebih Menarik dengan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset: Separuh Penggunaan AI di Perusahaan Luput dari Pengawasan Keamanan, Perbesar Kesenjangan Visibilitas ‘Shadow AI’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Hadir Laptop OLED Layar Ganda yang Mengutamakan Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto