Perusahaan pengembang aplikasi komputer, Adobe System mengumumkan pada Kamis (3/10) bahwa mereka telah menjadi korban peretasan. Akibat peretasan tersebut data pribadi 2,9 juta pengguna Adobe hilang dicuri.
“Kami amat menyesali terjadinya insiden ini. Kami tengah berusaha menyelesaikan masalah ini secara internal, serta bekerja sama dengan rekan eksternal dan penegak hukum untuk menyelesaikan insiden ini,” papar Brad Arkin, Ketua Keamanan Adobe dalam satu posting di blog resmi Adobe, seperti dilansir laman LA Times, Jumat (4/10).
Adobe yang terkenal dengan software Photoshop ini menyatakan peretas berhasil mengakses informasi pengguna, termasuk di dalamnya id akun, password yang terenkripsi serta nomor kartu kredit serta kartu debet. Peretas bahkan berhasil menghapus beberapa data pengguna Adobe.
Selain mencuri data pelanggan, peretas juga berhasil mencuri kode program (source code) untuk beberapa produk Adobe. Perlu diketahui pencurian ini bisa diibaratkan seperti halnya mencuri formula rahasia milik Coca-Cola. Adobe tidak mengungkapkan pengguna yang datanya berhasil dicuri oleh peretas tersebut. (endy)














