ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Otpimalisasi Bumi 4.0 melalui NEOnet, Dukung Revolusi Industri

Ahmad Churi
23 July 2018 | 15:03
rubrik: E-Gov
Otpimalisasi Bumi 4.0 melalui NEOnet,  Dukung Revolusi Industri
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Komitmen menjaga kelestarian harmonisasi bumi dan lingkungan hidup, bisa lebih dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis solusi Internet of Things (IoT) melalui Nusantara Earth Observation Network (NEOnet)- Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA). Optimalisasi adopsi IoT Kebumian (Bumi 4.0) untuk penanganan lingkungan hidup dan sumber daya alam (SDA) sesuai prinsip kelestarian alam , berpotensi besar mendukung upaya pemerintah menuju Revolusi Industri 4.0.

Saat ini dunia sedang menghadapi revolusi industri keempat (4.0) atau The Fourth Industrial Revolution, era dimana digitalization technology dan otomatisasi, kian memainkan peran penting dalam berbagai kegiatan ekonomi, Terutama di sektor kegiatan industri manufaktur. Beberapa teknologi yang bakal mewarnai era ini, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet (IoT), super komputer, rekayasa genetika, solusi inovasi teknologi otomatisasi, dan beberapa teknologi lain berbasis digital.

Konvergensi digital di era Revolusi Industri 4.0, kian membuat batas antara dunia digital, fisik, dan biologis semakin tipis, bahkan hilang. Dengan teknologi digital, semua elemen dalam kehidupan manusia kian mudah terhubung. Bahkan keberadaan manusia akan semakin gampang tergantikan oleh kehadiran teknologi ini.

Tak hanya negara maju, negara berkembang tak terkecuali Indonesia, juga tengah bersiap menghadapinya. Presiden RI, Joko Widodo bahkan juga telah secara resmi meluncurkan peta jalan “Making Indonesia 4.0” pada 4 April lalu di sela-sela Indonesia Industrial Summit 2018. Making Indonesia 4.0 merupakan peta jalan yang ditujukan untuk mengupayakan revitalisasi industri nasional secara komprehensif sebagai strategi Indonesia dalam memasuki Industri 4.0. Dalam kaitan ini, Presiden juga meminta semuanya kalangan untuk ikut aktif mendukung upaya pemerintah menuju Revolusi Industri 4.0 ini. Termasuk dari kalangan yang berkecimpung dalam bidang pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), riset (penelitian), serta   dunia pendidikan.

“Tantangan revolusi industri 4.0 harus direspons secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk di lingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk bersama saling melengkapi dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Kami di Deputi TPSA BPPT memiliki semboyan atau # Hanya Satu Bumi. Di mana ini memiliki makna, bahwa kita selain menjaga lingkungan, juga berupaya memanfaatkan semua yang ada di bumi dan SDA ini untuk kemaslahatan umat manusia, termasuk dalam konteks menuju revolusi industri 4.0,” ungkap DR. Ir. Hammam Riza MSC., Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, di Kantor BPPT, Jakarta, belum lama ini.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Hadirkan Aplikasi Gema Ekraf untuk Dukung UMKM

Diakui, di jajaran institusi kepemerintahan, secara kategorial terdapat beberapa bidang yang cukup menonjol dan menjadi banyak sorotan, salah satuya bidang Iptek, riset  dan inovasi solusi teknologi. Hal ini mengingat upaya menuju era revolusi industri 4.0, sangat membutuhkan inovasi baru berbasis teknologi digital dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited). Di mana hal ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan adopsi teknologi internet dan inovasi teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta pendidikan tinggi.

Solusi Bumi 4.0

Terkait upaya menuju peningkatan daya sing industrri nasional , BPPT juga telah melakukan beberapa penandatanganan kerjasama yakni, nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa lembaga atau institusi dalam upaya mendukung industri 4.0. Di antaranya dalam KTN tahun ini, BPPT melakukan penandatanganan kerjasama MoU dengan Kementerian Perindustrian tentang peningkatan daya saing dan produktivitas industri kimia, tekstil dan aneka melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi di bidang industri untuk mendukung inisiatif ”Making Indonesia 4.0”.

“Dalam kaitan industri 4.0, saya punya konsep Bumi 4.0, yakni sebuah konsep yang akan kita bangun sesuai dengan perkembangan era revolusi industri 4.0. Kenapa kita perlu mengatakan Bumi 4.0, karena sebenarnya revolusi industri 4.0 , kan dalam terminology, kita bicara tentang manufacturing yang mendapatkan  ungkitan  dari penerapan TI yang luar bisa, seperti big data, internet of things, cloud computing dan lebih hebat lagi kalo industri manufacturing dilengkapi kecerdasan buatan (artificial inetelengen/AI). Nah, dalam konteks Iptek Kebumian, kita  bisa adopsi semua itu melalui pemanfaatan Nusantara Earth Observation Network Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (NEOnet – TPSA),” ujarnya.

NEOnet adalah Sarana Teknologi Informasi Komputasi terintegrasi di bawah Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPP Teknologi dengan fokus pada Jaringan dan Interoperabilitas Data Teknologi Observasi Kebumian dan Sumber Daya Alam. NEOnet memberikan layanan integrasi dan interoperabilitas data Kebumian dan Sumber Daya Alam kepada unit-unit kerja internal BPP Teknologi maupun pihak eksternal, seperti lembaga dan kementerian pemerintah lainnya, perusahaan milik negara, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.

Melalui Sinergi BPPT, NEOnet TPSA berkomitmen untuk mendukung program-program dan kegiatan BPP Teknologi khususnya TPSA dalam rangka menuju era Industri 4.0. Di antaranya melalui program-program penguatan kapasitas dengan mengimplementasikan Teknologi Big Data analytic, Internet of Things, Cloud Computing, Cybersecurity, Machine Learning, dan sebagainya.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2023: Digitalisasi Mudahkan LPDP Kelola Beasiswa Pendidikan

“Kunci penting agar pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan pelestarian Bumi dapat seimbang, adalah dengan menerapkan inovasi teknologi. Namun hingga kini pemanfaatan sumberdaya alam di tanah air, masih kurang memerhatikan aspek lingkungan, dan inilah yang harus cepat kita benahi,” ujarnya.

Hal ini lanjutnya, bisa kita lihat dalam keseharian, di mana pencemaran terhadap lingkungan seakan menjadi hal yang biasa saja. Pembuangan limbah industri ke sungai, penambangan ilegal menggunakan bahan beracun dan pembakaran lahan, juga masih terjadi di beberapa wilayah. “Hal ini perlu ditanggulangi, salah satunya dengan penerapan teknologi, termasuk sistem teknologi kebencanaan,” tambahnya.

Sistem teknologi kebencanaan terdiri dari early warning system atau peringatan dini  dan penanggulan bencana itu sendiri melalui informasi ekosistem yang dibangun dalam teknolog kebencanaan. Dengan solusi ini,  bisa memprediksi mitigasi bencana. Dalam mitigasi bencana, selama ini data-data yang digunakan dalam prediksi hanya meramalkan, missal akan ada hujan, badai atau kejadian gempa  tapi belum sampai pada memperkirakan dampaknya. Di banyak negara maju sudah sampai ke sana.  Misalnya di Jepang, sebuah daerah yang biasa mendapat 10 milimeter curah hujan tiba-tiba mendapat 150 mm curah hujan. Itu mengakibatkan banjir tanah longsor atau kerusakan atau bencana apa lagi yang bisa terjadi. “Jadi,  Big data menjadi begitu sentral terhadap keselamatan, bukan hanya perkiraan cuaca  saja tetapi  dampaknya,” ujar Hammam Riza.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa pihaknya memiliki inovasi dan layanan teknologi yang dapat diterapkan demi pelestarian lingkungan. Seperti pengembangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang efisien, mudah, dan murah pengoperasiannya dengan kualitas air hasil olahan yang memenuhi baku mutu lingkungan. Hasil Inovasi tersebut sudah anyak diimplementasikan, tak hanya dilakukan di gedung-gedung milik BPPT sendiri namun juga telah dipakai oleh beberapa industri di Jabodetabek dan di perkantoran.

Ditambahkan, dalam konteks Iptek Kebumian, melalui NEOnet TPSA, solusi digitalisasi teknologi bisa diadopsi secara optimal. Misalnya  AI atau big data  untuk kelautan, atasi kebencanan dengan solusi big data, dan lainnya. “Apalagi bicara SDA, di mana isinya adalah bagaimana kita melakukan telemteri, melalukan  pengukuran,  penginderaan jarak jauh atau  pemetaan dasar laut. Itu semua harus menggabungkan berbagai data. Namun itu belum ada sebuah repesitori yang lengkap di Indonesia karena masih berada di silo silo, seperti di  lembaga BMKG, BPPT,  Pushidros, dan Lapan.  Padahal seharusnya bisa diintegrasikan. Nah kalau kasing-masing data-data dari semua intansi digabungkan, ini akan menjadi kekuatan bagi kita untuk melakukan pengelolaan SDA apalagi kita ingin mendorong poros maritime,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bank Indonesia & Bank of Thailand Luncurkan Pilot Project QRIS Antar Negara

Ditambahkan, Poros maritime tidak hanya bicara tentang lautnya tapi bagiamana bumi atau udara dalam  konteks poros maritime terhadap konteks kerangka global. Dalam hal ini pihaknya ingin agar Bumi 4.0 bisa menjadi sebuah driver atau sasaran untuk melaksanakan implmentasi TIK untuk berbagai bidang yang ada  dalam Iptek Kebumian ini. “Kalo bicara industry 4.0, itu kan  cyber physical system untuk mengelola SDA. Kita ambil contoh  secara global kita udah ada suistainable development goald (SDG)  2030  yang menggabungkan seluruh aspek dari biosfir, society dan teknologi. Jadi, banyak hal yang  terkait dengan SDG bersumber dari  sistem informasi, yang mana sistem informasi itu harus dibangun secara mandiri dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Nah, secara khusus katanya, dalam upaya merealisasikan big data untuk Iptek Kebumian adalah dengan mendrive NEOnet untuk data kelauatan (national ocean data center). Diharapkan, nantinya bisa gunakan data-data dari lembaga dan kementerian untuk dapatkan gambaran tentang banyak hal. Bisa tentang bahaya bencana kedepan, di mana BPPT selama juga telah punya pengalaman banyak dalam hal koordinasi dengan instansi lain (BNPB, BMKG dan lainnya).

Terkait mitigasi bencana dan kerugian akibat bencana yaitu solusinya, menurutnya harus dibangun sebuah  sistem teknologi kebencanaan yang bagus, yang tidak hanya bisa prediksi tapi dampaknya, sehingga punya kesiapsiagaan terhadap bencana. Nah, digital transformasian dalam Iptek Kebumian akan lebih dikembangkan di Bumi 4.0 yang dilakoni oleh society atau komunitas.

“Dengan solusi ini, jangan lagi, kita tidak punya kesiapsiagaan bencana yang akhirnya ruginya besar. Bencana boleh banyak tapi kalo kita bisa prediksi dan memiliki kemampuan sistem pengelolaan informasi seperi internet of things, big data dan AI, maka bisa membuat bencana itu terkelola sehingga kerugian baik terkait kemanusian serta kerusakan infrastruktur yg sedang kita bangun dapat berkurang. Apalagi, fokusnya kita giat bangun infrsatruktur. Jadi, big data system informasi kebumian memang perlu supya tidak lost infrastruktur kita akibat bencana. Nah hal –hal seperti ini akan kita optimalkan melalui NEOnet. Jadi NEOnet akan menjadi wahana untuk mentransformaiskan atau digitalisasi  Iptek Kebumian,” paparnya.

Previous Post

Inilah Keuntungan Teknologi Blockchain bagi Perbankan

Next Post

Gara-gara Amazon, Saham Cisco Rontok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto