Jakarta, Itech – Konten-konten negatif seperti pornografi banyak sekali berseliweran di Internet dan sangat membahayakan pertumbuhan dan pikiran anak-anak. Meskipun, pemerintah sudah melakukan penyensoran, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengedukasi buat hatinya agar menjauhi konten-konten pornografi.
Apa yang tersaji dalam pornografi maupun pornoaksi tentu mampu mempengaruhi memori, cara pandang, dan perilaku pada anak yang masih dalam masa perkembangan.
Berikut beberapa tips untuk menangkis konten-konten pornografi
1. Edukasi
Orang tua harus mengedukasi anak-anak tentang dampak buruk pornografi dan berikan contoh kasus sehingga anak benar-benar tahu seberapa besar kerugian yang berdampak dari video porno.
2. Berikan Tanggung Jawab!
Orang harus memberikan rasa tanggung jawab dan kepercayaan kepada anak-anak sehingga mereka akan terus belajar untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan.
3. Hukumannya
Orang tua harus mengedukasi anak-anaknya bahwa Indonesia adalah negara hukum. Pemerintah telah mengatur pornografi di dalam UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi dan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Anak-anak harus tahu ganjaran apa yang akan mereka dapat jika melanggar hukuman. Penyebarluasan muatan yang melanggar kesusilaan melalui Internet diatur dalam pasal 27 ayat (1) UU ITE mengenai Perbuatan yang Dilarang, yaitu;
“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
Pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (1) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 milyar (pasal 45 ayat [1] UU ITE).
4. Temani
Sebaiknya, orang tua menemani buah hati mereka ketika sedang mengakses Internet. Namun, jika cara itu membuat anak Anda tidak nyaman, Anda bisa meletakan laptop atau perangkat lainnya di tempat yang terjangkau dari pengawasan orang tua.
5. Hal Positif
Orang tua dapat membantu anak-anak untuk melakukan hal-hal yang positif seperti kursus dan kegiatan ekstra kurikuler sekolah sehingga mereka tidak kecanduangan untuk membuka Internet.
6. Parental Control
Orang tua bisa gunakan gunakan alat pengontrol internet yang aman di gawai aman. Orang tua juga harus memonitor apa saja yang si-kecil lakukan di gawainya seperti apa yang sedang ia tonton dan games yang ia mainkan.
7. Batas Waktu
Orang tua juga bisa memberikan batas waktu kepada anak-anak ketika bermain Internet baik di komputer dan smartphone. Hal itu untuk mencegah anak-anak kecanduan ketika bermain Internet.
8. Gunakan VPN
Untuk mencegah anak dilacak oleh situs berbahaya dan menjada alamat IP tetap aman. Orang tua dapat menggunakan VPN untuk mengekripsi seluruh transfer data via internet. Hal itu membuat alamat IP Anak anda aman dan tidak dapat dilacak.














