Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemkab Grobogan menggelar Teknopark Grobogan Expo 2018 di Science Techno Park (STP) Grobogan berlokasi di Desa Dapurno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejumlah produk UKM binaan Teknopark Grobogan seperti Tepung, Mie Tek Tek Instan berbahan campuran Mokaf serta chiki chikian yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Selain pameran yang diikuti oleh 60 peserta juga dilakukan pelatihan teknis serta temu bisnis pelaku industri pangan , konsultasi desain keamasan produk serta dikenalkan inovasi produk produk pangan berbasius mie mocaf dan bahan baku lokal Grobogan yang menarik dan layak jual. Tak kalah menariknya, Workshop pengelolan pangan lokal layak jual, higienis dan bergizi.
Tujuan dari Teknopark Grobogan Expo 2018 adalah sebagai ajang mempromosikan kawasan Techno Park Pangan di Wonosari-Grobogan sebagai wahana kolaborasi akademisi, pelaku bisnis , pemrintah dan masyrakat dalam mendorong pemerintah daerah meningkatkan perekonomian daerah dan daya saing.
“Kegiatan pameran ini sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat, bahwa STP Grobogan memiliki produk inovasi BPPT dan produk pengembangan UKM binaaan STP Grobogan. Seperti misalnya produk olahan mie, olahan singkong, olahan jagung dan lain sebagainya yang saat ini didistribusikan melalui medsos dan ecommerce Bapaklo (bahan pangan lokal) ,” ungkap Soni Solistia Wirawan, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni.
“Mi Tek Tek yang merupakan brand milik warga Grobogan. Kami berharap, potensi produksi bahan pangan di Grobogan terus meningkat dengan adanya Techno Park, apalagi konsumen sudah mulai percaya dengan produk yang tidak menggunakan bahan pengawet dan kimia,” tegas Bupati Grobogan Sri Sumarni seraya meminta kepada BPPT untuk menambah alat-alat pendukung lainnya agar hasil produksi binaan dapat memenuhi permintaan pasar.
Saat ini, lebih dari 15 industri pangan di Pemkab Grobogan telah memanfaatkan STP Grobogan sebagai tenant ditandai dengan adanya dokumen perjanjian kemitraan. Salah satu tenant di kawasan STP Grobogan, UD Budi Luhur Lestari yang memproduksi Mie dengan kapasitas produksi 500 kg per hari, namun saat ini baru mencapai maksimal 200 kg per hari.
Kepala UPTD Teknopark Grobogan Nur Khamid mengatakan dalam kegiatan expo 2018 ini, pihaknya juga sebagai pembina juga berinisiatif melakukan temu bisnis dengan para pengusaha catering dan pedagang yang menggunakan mie sebagai bahan baku seperri pedagang bakso dan mie ayam serta para pengusaha catering yang ada di Kabupatean Grobogan dan sekitarnya. Ada juga diskusi terbatas bertemakan ‘Rencana aksi berfungsinya Teknopark Grobogan ‘
Sekedar diketahui, pemerintah akan mengembangkan potensi daerah melalui pembangunan 100 Teknopark, seperti tercantum dalam Nawa Cita poin enam. BPPT diberi mandat melakukan asistensi dan pendampingan di delapan Teknopark di Indonesia. Salah satunya, melalui kerjasama daerah, kali ini dengan Kabupaten Grobogan. (red/jU)














