Jakarta, Itech- Dalam upaya peningkatan pemanfaatan produk inovasi dan layanan teknologi di masa depan, Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) BPPT terus berupaya untuk memperluas jangkauan diseminasi dan komersialisasi hasil inovasi kepada mitra pengguna di seluruh Indonesia.
“Karena itu Pusyantek BPPT harus menjalin kerjasama dengan para mitra dan calon mitra potensial karena diseminasi dan komersialisasi teknologi tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya jalinan kerjasama tersebut,” kata Kepala Pusyantek BPPT, Yenny Bakhtiar disela Business Gathering bertema “Teknologi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa di Bidang Energi, Pertambangan dan Lingkungan” di Jakarta, Rabu (15/8).Kegiatan Business Gathering sebagai salah satu media untuk komunikasi dan sosialisasi
Lebih lanjut Kepala Pusyantek BPPT menambahkan kerjasama diseminasi dan komersialisasi teknologi yang dilakukan dengan mitra pengguna dijelaskan olehnya dapat memberikan energi positif terhadap inovasi dan layanan teknologi yang dihasilkan BPPT. Sehingga imbuhnya, inovasi dan layanan tersebut dapat dirasakan oleh semua kalangan sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga kaji terap teknologi di Indonesia.
Komersialisasi teknologi menjadi strategi yang tepat agar hasil-hasil inovasi dapat dirasakan manfaatnya oleh pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat. Pusyantek terus berupaya menggiatkan komersialisasi hasil-hasil inovasi BPPT melalui kegiatan roadshow ke industri swasta dan BUMN. “BPPT adalah milik bangsa, maka sudah sepatutnya semua hasil inovasinya pun dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Pusyantek siap menjadi pintu gerbang utamanya,” tegas Yenny Bakhtiar.
Hal senada dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto, Menurut dia, sebagai unit utama yang memiliki peran alih teknologi, difusi dan komersialisasi teknologi, Pusyantek BPPT mengemban amanah untuk menyebarluaskan hasil-hasil inovasi dan jasa teknologi serta memenuhi kebutuhan teknologi seluruh pihak di Indonesia baik dari kalangan Pemerintah, Industri Swasta, BUMN dan Masyarakat.
“Dukungan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dimaksudkan agar berbagai inovasi yang telah dihasilkan BPPT dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Kepala BPPT.
BPPT selalu berupaya agar inovasi dan layanan teknologi memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi daya saing dan kemandirian yang bermuara pada percepatan pembangunan nasional.Selain tiu, BPPT juga telah melakukan pengkajian dan penerapan di berbagai bidang teknologi, mulai dari teknologi pangan, kesehatan, energi, IT, material, lingkungan, transportasi, maritim dan hankam.
“Penguasaan teknologi, inovasi dan layanan menjadi kata kunci bagi BPPT guna mendorong percepatan pembangunan bangsa. Sebagai bagian dari pemerintahan, BPPT memiliki peran penting dalam kerekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, intermediasi, difusi dan komersialisasi teknologi guna mendukung upaya-upaya pencapaian kemandirian nasional melalui kemandirian teknologi,” kata Unggul.
Inovasi BPPT
Perlu diketahui bahwa BPPT telah banyak menghasilkan produk inovasi dan layanan teknologi, yang semuanya ditujukan untuk kemandirian nasional. Di Bidang Teknologi Energi, BPPT telah mengembangkan Teknologi dalam rangka mendukung program prioritas nasional dalam bidang kelistrikan. Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan antara lain tenaga surya, tenaga panas bumi, tenaga hidro dan tenaga bayu sebagai sumber energi terbarukan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Sumber energi lain yang dikembangkan BPPT untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil adalah bahan bakar nabati yang digunakan untuk memproduksi biodiesel. Biodiesel adalah “minyak emas” Indonesia yang bersumber dari bahan bakar terbarukan yang berasal dari minyak nabati. Khusus untuk biodiesel perlu saya sampaikan bahwa BPPT adalah lembaga yang pertama kali melakukan advokasi sampai implementasinya. BPPT juga sukses mengembangkan inovasi teknologi Coal Upgrading yang merupakan teknologi bersih untuk peningkatan kualitas batubara peringkat rendah.
Di Bidang Teknologi Pertambangan Mineral, BPPT telah melakukan kliring teknologi, alih teknologi, inovasi teknologi dan layanan teknologi yang berkaitan dengan Teknologi Geofisika untuk eksplorasi mineral, hidrogeologi dan geoteknik. Teknologi tersebut telah diimplementasikan pada industri pertambangan di Indonesia, baik kerjasama riset maupun mekanisme layanan teknologi melalui BLU Pusyantek BPPT. Melalui pengembangan, penguasaan dan implementasi teknologi tersebut, diharapkan dapat mewujudkan kemandirian teknologi dalam bidang pertambangan mineral untuk meningkatkan nilai tambah mineral sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, membuka kesempatan kerja serta peningkatan TKDN.
Di Bidang Teknologi Lingkungan, telah banyak dihasilkan inovasi yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat seperti teknologi penyediaan air bersih, teknologi air siap minum (ARSINUM), aplikasi pengolahan air limbah, fitoremediasi, reklamasi dan revegetasi lahan pasca tambang. Inovasi online monitoring (ONLIMO) pengendalian pencemaran lahan, perairan dan udara merupakan kontribusi nyata BPPT untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Inovasi teknologi yang dapat dikembangkan dan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemanjuan bangsa, tentunya tidak terbatas pada teknologi di bidang energi, pertambangan dan lingkungan. Masih banyak inovasi-inovasi teknologi dibidang lainnya.
Di Bidang Teknologi Hankam, BPPT telah mengembangkan teknologi drone dan kapal selam. Produk drone Alap-Alap dikembangkan untuk menjawab kebutuhan surveilan dan pemetaan pada jarak sedang dan menengah. Drone Alap Alap ini sudah digunakan untuk mengawasi illegal mining di daerah Pongkor Kawasan Gunung Halimun Salak bekerja sama dengan KLHK. BPPT juga diminta untuk melakukan Review Desain oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan terhadap Desain Kapal Cepat Rudal (KCR) sebagai bagian dari kegiatan Rekayasa Teknologi Kapal Perang Nasional.
Material adalah kunci produk industri, sehingga pengembangan produk industri juga harus ditunjang oleh inovasi teknologi material. Inovasi teknologi produksi logam tanah jarang dengan memanfaatkan bahan baku lokal mampu mendapatkan produk dengan harga lebih murah dengan kandungan lokal yang tinggi.
Dalam Inovasi Teknologi Kebencanaan, BPPT telah mengembangkan Teknologi Sistem Peringatan Dini yang akan memberikan sinyal peringatan awal dan cepat kepada masyarakat di daerah rawan bencana. BPPT memiliki Teknologi Modifikasi Cuaca yang sudah digunakan untuk membantu bencana kekeringan, pengisian waduk untuk PLTA serta menanggulangi bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Teknologi Hujan Buatan.
Di Bidang Transportasi, BPPT sukses mengembangkan ADS-B yang merupakan sistem pemantau penerbangan nir radar. BPPT juga dilibatkan dalam program LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Koridor Jakarta-Surabaya yang merupakan program prioritas nasional. Di Bidang Maritim, BPPT telah mengembangkan desain pelabuhan, survei eksplorasi dan layanan teknologi hidrodinamika. (red/Ju)














