Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap mendukung dalam aspek teknologi terkait Pencanangan Mobil Listrik menjadi program nasional. Saat ini, diperlukan kajian terkait komersialisasi, kematangan teknologi, regulasi dan kesiapan infrastruktur dan jaringan listrik nasional untuk mendukung komersialisasi mobil listrik
“BPPT akan lebih intensif untuk mengkaji terap Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), pengisi daya (charger), serta batere,’ ungkap Kepala BPPT, Unggul Priyanto saat membuka Seminar and Exhibition Electric Car di Auditorium BPPT, Jakarta pada Selasa (31/7). Seminar ini digelar oleh Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) 78 serta BPPT untuk menyongsong era kendaraan mobil listrik sebagai wahana tranportasi masa depan.
Dijelaskan Kepala BPPT, mobil listrik merupakan kendaraan yang sangat sesuai untuk masa depan. Untuk itu Indonesia jangan sampai hanya menjadi konsumen atau penonton saja. “Kami berupaya dengan kaji terap teknologi mobil listrik ini agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen mobil listrik. Tetapi juga dapat memproduksi di dalam negeri bukan saja hanya kendaraannya tetapi juga termasuk batere bersama dengan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU),” tegasnya.
Lebih lanjut Kepala BPPT menyaratkan untuk menuju cita mobil listrik nasional ini dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Selain itu diperlukan juga kebijakan untuk lebih mendorong industri otomotif di Indonesia agar berinvestasi dengan memproduksi mobil listrik, seperti dengan adanya insentif.
Terkait sinergi ini, BPPT bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, untuk mendukung kemajuan dalam pengembangan Mobil Listrik di Indonesia.
“Intinya kami fokuskan inovasi ini bisa masuk ke industri, yakni agar motor listrik, baterai dan manufaktur komponen lainnya dapat melibatkan industri dalam negeri. Hal ini menjadi kunci dalam pengoperasian mobil listrik,” papar Kepala BPPT.
Mengenai kesiapan, dinyatakan Unggul bahwa BPPT telah siap mengembangkan dan melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi mobil listrik. “Kami terus mengembangkan berbagai purwarupa moda transportasi bertenaga listrik, mulai dari motor, trolley bus, juga mobil listrik. Diharapkan Regulasi pendukung riset harus disusun mulai sekarang, untuk memuluskan pengembangan mobil listrik,” tutupnya.
Mobil Listrik Penting
Pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pengembangan mobil listrik di Indonesia penting bagi pemerintah. Menko Maritim menyebut bahwa pemerintah sendiri berupaya mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, yakni dengan mendorong pemakaian biodiesel. “Nanti juga di Bogor bagaimana bicara penggunaan biodiesel kita kurangi impor-impor dari luar untuk solar,” ungkapnya.
Pengembangan mobil listrik tambahnya, diperlukan mengingat pertumbuhan kelas menengah atas di Indonesia cukup besar. “Tiap tahun jumlah kelas menengah di Indonesia naik 1 juta. Jika tidak dikembangkan, maka kebutuhan akan bahan bakar fosil terus meningkat,” urainya.
Menko Maritim lalu mengungkap upaya pemerintah yang tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi industri terpadu Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur). Dijelaskan olehnya, kawasan tersebut akan digunakan untuk memproduksi mobil listrik.
“Mengenai kawasan ekonomi industri terpadu Karawang-Bekasi-Purwakarta dan dengan dibangunnya Patimban, Kertajati, kita harapkan mendukung tumbuhnya industri mobil listrik. Mobil listrik harus kita dorong ke sana,” tutupnya.
Target Pemerintah untuk Mobil Listrik
Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengutarakan bahwa Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti sebanyak 20 persen kendaraan yang dijual di Indonesia merupakan kendaraan listrik.
Untuk mencapai target tersebut Menteri Perindustrian mengatakan pihaknya akan memberikan insentif berupa penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah atau PPnBM dan pemberian fasilitas dispensasi pajak atau Tax Holiday. “Sekarang yang sedang dikejar adalah penurunan PPnBM. Sehingga dengan penurunan PPnBM para produsen bisa melakukan pre-marketing untuk kendaraan listrik dan mendapatkan volume untuk bisa di produksi,” terangnya.
Hingga saat ini beberapa industri kendaraan bermotor telah memberikan kerjasama dan mempersiapkan peta jalan untuk produksi, yang akan diimplementasikan saat regulasi dari pemerintah keluar nanti. “Selain itu, saat ini pemerintah sedang menunggu sumber listrik yang renewable, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya. (Red/JU)
Baca juga:
Riset Teknologi Mobil Listrik, Kemenperin Gandeng Perguruan Tinggi dan Toyota Indonesia














