ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Peneliti Bikin Baterai Smartphone Anti-Meledak

adam
27 August 2018 | 11:00
rubrik: Research
Tips Sederhana Supaya Ponsel Anda Tidak Meledak
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, cukup banyak kasus ponsel meledak yang bersumber dari baterai lithium-ion. Penyebab utama biasanya terjadi karena aktivitas kimia dalam baterai yang tidak sempurna, sehingga menimbulkan kefatalan.

Melihat rentetan kejadian ponsel meledak akibat baterai, sekelompok peneliti mengembangkan cara untuk mencegah kejadian ini berulang. Mereka membuat baterai yang lebih aman menggunakan elektrolit padat yang anti-terbakar.

Namun, solid-state baterai ini masih butuh penyempurnaan.

“Dalam baterai lithium-ion, potongan plastik yang tipis memisahkan dua elektrode. Jika baterai rusak dan luaran plastik gagal, elektrode bisa bersentuhan dan menyebabkan cairan elektrode memicu api,” terang salah satu peneliti, Gabriel Veith, Ph.D.

Selagi masih dalam penyempurnaan, Veith mengatakan jika timnya membuat alternatif dengan mencampur sebuah zat aditif ke elektrolit konvensional untuk membuat elektrolit yang lebih tahan benturan.

Ketika terbentur, elektrolit itu akan memadat dan mencegah elektrode bergesekan ketika baterai rusak saat terjatuh. Jika elektrode tidak saling bergesekan, maka tidak akan ada percikan api.

Terlebih, menggabungkan zat aditif hanya akan membutuhkan sedikit penyesuaian pada proses pembuatan baterai konvensional. Penemuan Veith ini terinspirasi saat ia bermain bersama anaknya.

Kala itu mereka sedang bermain sebuah eksperimen sains populer yang umum disebut “oobleck”. Oobleck hanya membutuhkan dua bahan yakni tepung kaji atau maizena dan air. Kedua bahan itu lalu dicampur dalam takaran tertentu.

Campuran tersebut akan berubah sesuai tingkat kekentalannya (viskositas) dari padat ke cair atau sebaliknya, tergantung tekanan yang diberikan.

“Jika Anda menaruh campuran itu ke penggorengan, zat itu akan bergerak seperti benda cair sampai anda memberikan tekanan, dan (setelah memberi tekanan) benda itu akan memadat,” jelas Veith seperti dikutip Tech Explore.

BACA JUGA:  Laporan Threat Landscape Global Fortinet: Perangkat IoT di Rumah Adalah Target Baru Cryptojacking

Ia melanjutkan setelah tekanan hilang, maka cairan akan kembali mencair seperti sedia kala. Dari sini Veith mulai menyadari jika cara itu bisa diaplikasikan ke komponen baterai untuk membuatnya lebih aman.

Namun karakter zat tersebut tergantung dari koloid yang dicampurkan, yakni suspensi yang kecil dan partikel padat dalam cairan. Dalam implementasinya ke baterai, Vaith mengganti bahan kanji menjadi silika tersuspensi di dalam cairan elektrolit.

Dampaknya, cairan silika akan berkumpul dan memblok aliran cairan dan ion. Peneliti menggunakan partikel silika berdiameter 200 nanomater. “Jika Anda memiliki ukuran partikel berukuran sama, partikel akan menyebar secara homogen dalam elektrolit, dan itu bisa bekerja dengan baik,” papar Veith.

Sebaliknya, jika ukurannya tidak seragam, maka cairan menjadi kurang kental pada benturan dan hasilnya justru akan buruk. Selain Veith, beberapa peneliti juga pernah mengembangkan baterai yang lebih aman menggunakan silica fume (SF) yang terdiri dari partikel silika kecil yang teracak.

Ada pula kelompok peneliti yang menemukan teknologi silika batang, namun Veith menduga partikel silika berukuran kecil lebih mudah dibuat dan memiliki respon lebih cepat serta lebih banyak memiliki daya henti terhadap benturan dibanding silica fume.

Ke depannya, Veith berencana untuk meningkatkan sistem untuk mempertahankan tingkat kepadatan baterai saat terbentur, di mana saat yang bersamaan sebagian fungsi baterai tetap bekerja.

Tim Veith awalnya hanya fokus untuk aplikasi baterai drone, namun akan merambah ke pasar otomotif lainnya. Veith memiliki rencana lebih besar lagi untuk menciptakan baterai berukuran besar yang bisa menjadi tameng peluru.

Baca juga:

Aplikasi Nanoteknologi dalam Pengembangan Baterai Lithium

 

Tags: baterai litiumSmartphone
Previous Post

M Kuncoro Wibowo Jadi Dirut PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

Next Post

Qualcomm Mulai Uji Coba Prototipe Snapdragon 855, Ini Keunggulannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJPH Terus Perkuat Akses Digital, Kejar Target Batas Waktu Wajib Halal Oktober 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Cyber Resilience untuk Frontier AI, F5 Umumkan Kemampuan Fleet Management Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inilah Daftar Perangkat Apple yang Dapat iOS 12 Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catat, Telkom akan Bagikan Dividen Rp16,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Fauzi
23 July 2026 | 14:19

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager of Applied AI, Cloudera Organisasi di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia,...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto