ItWorks.id- Transformasi digital mulai memberikan dampak signifikan terhadap kinerja PT Mitra Tours and Travel. Melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi, perusahaan mampu meningkatkan kapasitas transaksi, mempercepat proses layanan, sekaligus memperkuat kontrol dan keamanan operasional.
Prioritas dan strategi transformasi digital Mitra Tours dilakukan dengan membangun Digital Travel Ecosystem. Perusahaan menghadirkan Trusted Platform untuk efisiensi perjalanan dinas dan memberikan pengalaman hyper-personalized travel agent yang aman, responsif, dan akuntabel bagi stake holder. Hal ini sejalan dengan misi yang diemban perusahaan, yakni memberikan layanan terpercaya, berdaya saing dan terintegrasi dengan teknologi terkini, untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan.
Demikian beberapa poin yang terungkap dalam sesi presentasi penjurian TOP DIGITAL Awards 2026. yang dihelat Majalah ItWorks (MSI Group) secara daring melaluii aplikasi zoom meeting pada (11/09/2026). Manager IT & E-Commerce PT Mitra Tours and Travel Faruq Munshif mengatakan, transformasi digital perusahaan diarahkan untuk membangun trusted digital travel ecosystem untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Menurut Faruq, digitalisasi menjadi bagian penting dari upaya perusahaan bertransformasi dari agen perjalanan konvensional menjadi hybrid travel agent yang lebih terintegrasi dan otomatis. Transformasi tersebut ditopang tiga solusi utama, yakni Mitrago, Opsifin, dan Travel Management System (TMS). Mitrago menjadi platform booking terintegrasi yang menghubungkan berbagai layanan perjalanan, seperti maskapai, hotel, tur, asuransi, tiket atraksi, kereta api hingga rental kendaraan.
Sementara Opsifin digunakan untuk mendukung proses mid-office dan back-office, khususnya pengelolaan keuangan dan akuntansi. Adapun TMS mendigitalisasi proses perjalanan dinas secara end-to-end, mulai dari pengajuan perjalanan, pemesanan transportasi dan akomodasi hingga penyelesaian administrasi perjalanan.
“Keberhasilan digitalisasi yang paling membanggakan adalah transformasi proses bisnis yang sebelumnya konvensional travel agent menjadi hybrid travel agent sehingga menjadi lebih terintegrasi dan otomatis melalui Mitrago, Opsifin, dan Travel Management System (TMS). Implementasi auto invoice, autodebit, dan integrasi transaksi end-to-end telah meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kontrol operasional. Di sisi bisnis, semakin banyak entitas yang go-live TMS turut memperluas coverage transaksi dan menjadi enabler pertumbuhan revenue perusahaan. Bagi manajemen, keberhasilan ini membuktikan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung scalability dan pertumbuhan bisnis secara nyata,” ujar Faruq Munshif di damping tim (Irlina Wati (Sr Analyst Corporate Secretary, Shazkiyah Adillah).
Sedangkan tim juri penilai terdiri DR Subandi (Universisat Budhi Luhur & ICT Consultant), Febrizal Efendi (ASPILUKI), Nelson Idris (Forti BUMN), DR. Sentot Baskoro (AGKRI) sekaligus sebagai moderatori dalam penjurian ini.
Top Digital Awards merupakan kegiatan corporate rating (penilaian) dan pemberian penghargaan tahunan di bidang teknologi digital, IT, dan telekomunikasi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah ItWorks bekerja sama dengan sejumlah pakar TI, akademisi, serta asosiasi industri. Tujuan kegiatan ini di antaranya mendorong dan memberikan apresiasi kepada organisasi, perusahaan atau instansi lain yang berhasil mengimplementasikan teknologi digital (transformasi digital).
Produktivitas Melonjak
Dalam paparan terungkap bahwa dampak paling nyata dari transformasi digital terlihat pada produktivitas layanan PT Mitra Tours and Travel. Berdasarkan data yang dipaparkan, kapasitas penerbitan tiket yang sebelumnya kurang dari 100 tiket per hari meningkat menjadi sekitar 600–1.000 tiket per hari.
Peningkatan tersebut dapat dicapai tanpa penambahan SDM secara signifikan, karena proses pemesanan tiket pesawat dan hotel telah didukung mekanisme self-booking dan auto-processing.
Dari sisi kecepatan, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit kini dapat dipangkas menjadi kurang dari 10 menit. Bahkan, proses dari booking hingga penerbitan tiket dapat dilakukan dalam kisaran 3–10 menit, atau meningkat lebih dari 80%.
Digitalisasi juga memungkinkan proses approval, invoicing, dan reporting dilakukan secara otomatis. Kondisi ini tidak hanya menghemat waktu kerja, tetapi juga mengurangi penginputan data berulang dan potensi kesalahan manusia.
Di tingkat manajemen, real-time dashboard memungkinkan perusahaan memantau transaksi, pendapatan, kinerja vendor dan aktivitas pengguna secara lebih cepat. Dengan demikian, pengambilan keputusan bisnis dapat dilakukan berdasarkan data yang lebih aktual.
Transaksi Digital Tumbuh Signifikan
Pertumbuhan transaksi menjadi indikator lain dari manfaat digitalisasi Mitra Tours. Pada 2025, perusahaan mencatat 141.956 tiket flight dan 88.897 voucher hotel yang diterbitkan, dengan nilai transaksi sekitar Rp545 miliar.
Sebagai pembanding, pada 2022 jumlah tiket flight yang diterbitkan tercatat 10.614, sedangkan voucher hotel sebanyak 3.241, dengan nilai transaksi sekitar Rp39 miliar.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat menjadi enabler bagi perluasan coverage transaksi sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Mitra Tours juga terus memperluas implementasi TMS pada berbagai entitas. Menurut perusahaan, semakin banyaknya entitas yang go-live menggunakan TMS turut memperluas cakupan transaksi dan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan bisnis.
Pertumbuhan bisnis digital tersebut dibarengi penguatan aspek keamanan siber. Mitra Tours menyadari bahwa bisnis perjalanan mengelola data yang bersifat sensitif, termasuk informasi pembayaran, data pribadi dan nomor paspor pelanggan.
Karena itu, perusahaan telah menerapkan sejumlah pengamanan, antara lain Multi-Factor Authentication (MFA), Next Generation Firewall, Endpoint Detection and Response (EDR), Security Operation Center 24/7, penetration test, vulnerability assessment, USB blocking serta pengelolaan akses pengguna.
MFA, misalnya, diterapkan untuk melindungi portal agen, sistem reservasi dan akun internal dari ancaman seperti phishing, credential stuffing dan account takeover.
Pengujian penetration test juga dilakukan secara rutin untuk mengidentifikasi potensi celah keamanan, termasuk pada integrasi dengan pihak ketiga seperti sistem penerbangan, hotel dan payment gateway.
Dari sisi tata kelola, Mitra Tours telah membangun sejumlah kebijakan terkait keamanan informasi, kontrol akses dan identitas, manajemen risiko keamanan informasi, pengelolaan vendor pihak ketiga, monitoring dan logging, keamanan endpoint serta siklus hidup data.
Ke depan, transformasi digital Mitra Tours tidak berhenti pada otomatisasi. Dalam roadmap tiga tahunnya, perusahaan menempatkan integrasi dan inovasi sebagai tahap lanjutan setelah penguatan fondasi digital dan keamanan.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain pengembangan open API ecosystem, penerapan Robotic Process Automation (RPA) serta integrasi AI pada aplikasi B2C dan B2B.
Di sisi keamanan, perusahaan menargetkan penerapan Zero Trust Architecture (ZTNA), setelah memperkuat fondasi melalui firewall, EDR, SOC, MFA, penetration test dan vulnerability assessment. Perusahaan juga menargetkan sertifikasi ISO 27001.
Faruq menegaskan, tantangan transformasi digital tidak hanya berada pada aspek teknologi. Mitra Tours juga menghadapi tantangan berupa resistensi budaya dan perubahan, kepemimpinan dan strategi, persoalan teknis serta integrasi, hingga keamanan dan regulasi.
Karena itu, pengembangan talenta digital menjadi bagian dari agenda transformasi. Perusahaan menjalankan program digital mindset, budaya inovasi, simulasi phishing, pelatihan keamanan informasi, serta reskilling dan upskilling di bidang cloud, cyber security dan perlindungan data.
Dengan fondasi tersebut, Mitra Tours menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai alat untuk mengotomatisasi pekerjaan, tetapi sebagai pengungkit produktivitas, peningkatan kualitas layanan, penguatan digital trust, dan pertumbuhan bisnis.














