Mantan bos Nokia, Jorma Ollila, dalam sebuah wawancara dengan sebuah surat kabar Finlandia, mengakui bahwa keputusan produsen telepon seluler itu menggunakan sistem operasi Windows Phone buatan Microsoft adalah sebuah langkah yang salah dan tidak berhasil membawa produknya bersaing dengan merek-merek besar dunia.
“Kami tidak sukses menggunakan sistem operasi Microsoft untuk menciptakan produk yang kompetitif atau untuk menjadi produk alternatif untuk dua produk dominan,” kata Ollila dalam wawancara dengan Helsingin Sanomat, seperti dilansir The Verge, Jumat (18/10).
Sebelum menggunakan Windows, Nokia menggunakan sistem operasi Symbian yang juga gagal di pasaran. Nokia gagal bersaing dengan iPhone dan Samsung yang mengandalkan Android, dua penguasa pasar ponsel pintar dunia dewasa ini.
Bisnis ponsel Nokia sudah dibeli Microsoft pada September silam dengan total nilai 7,2 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 79 triliun. Proses akusisi itu diharapkan rampung di awal 2014.
Ollila menjabat sebagai CEO Nokia dari 1992 sampai 2006 dan sebagai chairman Nokia dari 1999 sampai 2012. Posisi Ollila diambil alih Stephen Elop, yang kini menjabat CEO Nokia pada 2010, meski Ollila baru resmi keluar dari Nokia pada September 2013.
Dalam biografinya yang diterbitkan Wall Street Journal, Kamis (17/10), Ollila mengatakan Elop adalah “pilihan kedua” ketika mereka sedang mencari pemimpin “sekaliber Steve Jobs” untuk memimpin Nokia.(marcapada@yahoo.com)














