Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia merilis sebuah makalah sebagai panduan pembuat kebijakan di seluruh dunia dalam menangani munculnya teknologi keuangan – umumnya dikenal sebagai fintech.
Makalah, yang disebut Agenda Fintech Bali, diluncurkan pada hari Kamis (11/10) di Bali di mana IMF dan Bank Dunia mengadakan pertemuan tahunan mereka.

Makalah ini menguraikan 12 “elemen” atau pertimbangan untuk IMF, Bank Dunia dan pemerintah saat merancang kebijakan dan peraturan yang dapat memaksimalkan manfaat fintech sambil menjaga sistem keuangan tetap sehat.
“Elemen-elemen” tersebut termasuk menggunakan fintech untuk mempromosikan inklusi keuangan, memungkinkan pemain teknologi baru untuk memperoleh persaingan yang seimbang dengan perusahaan yang sudah ada dan mendorong negara-negara bekerja sama untuk melindungi sistem keuangan global.
Fintech memiliki potensi untuk menjangkau 1,7 miliar orang dewasa di dunia yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Tapi, teknologi baru ini bisa mengancam sistem keuangan yang ada. Sebagai contoh, volatilitas dalam harga cryptocurrency telah menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan investor, menurut makalah tersebut.
“Fintech dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi orang dewasa dan bagi seluruh anggota IMF dan Bank Dunia pada umumnya. Semua negara mencoba untuk memperoleh manfaat dari fintech ini, sementara juga mengurangi risiko,” kata Lagarde.
“Kami membutuhkan kerjasama internasional yang lebih besar untuk mencapai itu, dan untuk memastikan revolusi fintech menguntungkan banyak pihak dan bukan hanya sedikit kalangan,” tambahnya.
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan fintech akan sangat membantu negara-negara berpenghasilan rendah, di mana akses ke layanan keuangan rendah.
Kedua organisasi itu mengatakan bahwa makalah ini tidak mewakili pekerjaan yang saat ini sedang berjalan, juga tidak bertujuan untuk memberikan panduan atau saran kebijakan khusus. Tapi kedua organisasi ini akan mulai mengembangkan program khusus di fintech.
Sebagai awal, IMF akan fokus pada implikasi di bidang stabilitas moneter dan keuangan dan bagaimana sistem moneter internasional dan jaring pengaman keuangan global berevolusi. Bank Dunia akan menggunakan fintech untuk memperdalam pasar keuangan, meningkatkan akses yang bertanggung jawab terhadap layanan keuangan, dan meningkatkan pembayaran lintas batas dan sistem transfer pengiriman uang.
Sumber: cnbc.com
Baca juga:













