ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

500.000 Data Pengguna Bocor, Google Segera Tutup Google+

adam
15 October 2018 | 14:00
rubrik: Digital
Google+

500.000 Data Pengguna Bocor, Google Segera Tutup Google+

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah Facebook dan Yahoo, kini kasus kebocoran data pengguna kembali menimpa Google. Google Alphabet Inc akan menutup jejaring sosial Google+ karena ada 500.000 data penggunanya yang bocor oleh ratusan pengembang.

Tampaknya, Google tidak mau belajar dari kasus kebocoran data yang terjadi belakangan ini di perusahaan teknologi.

Google gagal dan memperketat kebijakan berbagi datanya

Kasus kebocoran itu terungkap ketika Google akan melakukan pembaruan peranti lunak. Data-data pengguna Google+ yang bocor meliputi nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin dan usia.

Penyebab kebocoran data pengguna ditengarai berasal dari sebuah bug API di dalam platform yang bisa memberikan akses kepada pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Google+.

“Kami belum menemukan bukti kalau ada pengembang yang sudah sadar akan bug ini, atau menyalahgunakan API. Kami juga belum menemukan ada satu data pun yang disalahgunakan,”ujar VP Engineering Google Ben Smith.

Kerentanan celah keamanan peranti lunak Google itu memungkinkan para pengembang mengambil data pengguna Google+ dari tahun 2015 dan 2018. Kasus itu membuat saham induk Google, Alphabet turun 1 persen ke USD 1155,92 persaham seperti dikutip Reuters.

Google sendiri mengakui kalau bug tersebut sebetulnya sudah ditambal sejak Maret 2018. Google pun akan merombak izin akun untuk memungkinkan pengguna memilih data yang ingin dibagikan kepada aplikasi pihak ketiga.

Menurut sumber The Wall Street Journal, awalnya Google memilih bungkam dan tidak mengungkapkan masalah keamanannya karena kekhawatiran regulasi keamanan.

Selain itu, Google khawatir masalah kebocoran data ini akan mengundang perbandingan dengan kebocoran informasi pengguna Facebook Inc ke perusahaan data Cambridge Analytica.

Laporan The Wall Street Journal itu pun mengundang pakar keamanan dan privasi serta analis keuangan untuk mempertanyakan keputusan tersebut. “Pengguna memiliki hak untuk diberitahu jika informasinya dapat dikompromikan,” kata Jacob Lehmann (Direktur Pelaksana di Perusahaan Hukum Friedman CyZen).

BACA JUGA:  Kembangkan Teknologi Militer, Puluhan Karyawan Google Mengundurkan Diri

Google sendiri meluncurkan Google+ pada 2011 untuk mengikuti kesuksesan Facebook yang berhasil mendatangkan banyak iklan.

Padahal, kemampuan Facebook saat itu hanya mengandalkan data pengguna yang berbagi teman, suka, dan aktivitas online mereka.

Google+ akan tetap menjadi opsi jaringan internal untuk organisasi yang membeli Google G Suite, sekumpulan aplikasi untuk membuat dokumen, spreadsheet, dan presentasi.

Sundar Pichai (Chief Executive Google) telah mengetahui masalah ini dan Google menolak berkomentar di luar posting blognya.

 

 

Tags: Google
Previous Post

Kunci Kesuksesan Lenovo Kalahkan HP dan Rajai Pasar PC di Dunia

Next Post

Begini Cara WeChat Blokir Konten-konten Hoax di Tiongkok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition Resmi Rilis di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genjot Konektivitas Digital Antar-Pulau, Biznet Operasikan Kabel Bawah Laut BNCS-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX 50 Series Goes To Campus, Dorong Kreatifitas Mahasiswa Kembangkan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto