Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring membantah kabar bahwa izin Indosat atas pengelolaan slot orbit satelit 150,5 BT telah dicabut.
“Yang benar baru second warning. Masih ada batas waktu bagi Indosat memberikan laporan kesiapan peluncuran satelit baru dengan batas waktu tiga bulan sebelum batas waktu berakhir,” ungkapnya seperti dilansir laman Merdeka.com, Selasa (21/10)
Menkominfo juga membantah bahwa pencabutan izin slot orbit 150,5 Indosat dan menyerahkannya ke BRI adalah hasil rapat di kantor Menkopolhukam. “Kata siapa? Ngawur saja,” tandasnya serius.
Menkominfo dapat mencabut hak penggunaan filing satelit Indonesia bila melanggar ketentuan dan dinilai tidak mampu melaksanakan rencana pemanfaatan filing satelit berdasarkan evaluasi setelah diberi peringatan dua kali berturut-turut dalam jangka waktu tiga bulan.
Hal tersebut merupakan salah satu ketentuan yang akan tercantum dalam RPM tentang Satelit pengganti Permenkominfo No. 37/2006 tentang Perubahan Atas Permenkominfo No. 13/2005 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang Menggunakan Satelit.
Selanjutnya, hak penggunaan filing satelit Indonesia yang telah dicabut dapat diberikan kepada penyelenggara satelit Indonesia lainnya atau calon penyelenggara satelit Indonesia setelah melalui proses evaluasi atau seleksi yang dilaksanakan oleh tim dari Kominfo.
Seperti diketahui, Kementerian Kominfo menilai Indosat kurang serius menggarap slot tersebut dan juga pengalaman masa lalu, saat Indosat lalai menghilangkan slot tersebut yang kemudian berhasil direbut kembali pada 2007.
Asosiasi Satelit Indonesia (Assi) menilai rencana pencabutan pengelolaan slot orbit satelit 150,5 derajat BT dari Indosat tak memiliki dasar hukum.
Ketua Umum Assi, Dani Indra menegaskan pencabutan hak pengelolaan slot orbit harus memiliki dasar hukum yang jelas.
Menurut Dani, bila Kominfo menganggap Indosat tidak serius, maka Assi menilai ukuran keseriusan harus ada tolok ukurnya. Saat ini di slot 150,5 BT, tambahnya, masih ada satelit Palapa C2 yang masih beroperasi walau secara inclined orbit, tetapi ini hal yang lumrah di dunia persatelitan dunia. (marcapada@yahoo.com)














