ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?

Teguh Imam Suyudi
23 November 2018 | 09:00
rubrik: Business Solution
Di Masa Pandemi, Tech Intensity Membantu Bisnis Berinovasi dan Mengembangkan Solusi

Di Masa Pandemi, Tech Intensity Membantu Bisnis Berinovasi dan Mengembangkan Solusi

Share on FacebookShare on Twitter

Jika kita sering mengikuti berita Microsoft, ada kemungkinan kita pernah mendengar tentang Microsoft Azure, sebelumnya dikenal sebagai Windows Azure. Layanan cloud computing ini adalah bisnis besar Microsoft, dan bersaing dengan layanan serupa dari Amazon dan Google.

Sekilas Tentang Cloud Computing

Microsoft Azure adalah layanan cloud computing yang cara bekerjanya mirip dengan Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud Platform.

“Cloud computing” yang dimaksudkan disini adalah komputasi sebagai layanan untuk perusahaan, organisasi, dan bahkan individu yang ingin memanfaatkannya.

Secara tradisional, bisnis dan organisasi akan menjadi “tuan rumah” bagi infrastruktur mereka sendiri atau istilahnya host. Bisnis akan memiliki server web sendiri (atau server email, atau apa pun) yang ditempatkan di perangkat kerasnya sendiri. Jika lebih banyak sumber daya komputasi dibutuhkan, bisnis harus membeli lebih banyak perangkat keras server. Bisnis juga harus membayar seseorang untuk mengatur perangkat keras itu dan membayar koneksi Internet yang kuat untuk melayani pelanggannya. Atau, ada perusahaan hosting yang meng-hosting layanan Anda di beberapa perangkat keras mereka sendiri di pusat data mereka, dengan mengenakan sejumlah biaya tertentu.

Cloud computing bekerja sedikit berbeda. Daripada membeli dan menjalankan perangkat keras milik kita sendiri atau membayar penggunaan beberapa perangkat keras tertentu di pusat data milik orang lain, kita cukup membayar akses ke kumpulan sumber daya komputasi sangat besar yang disediakan oleh Microsoft (atau Amazon, atau Google). Ini memungkinkan kita untuk meng-hosting server web, server email, basis data, server penyimpanan file, mesin virtual, direktori pengguna, atau apa pun yang kita inginkan. Saat kita membutuhkan lebih banyak sumber daya komputasi, kita tidak perlu membeli perangkat keras fisik. “Cloud” akan berbagi perangkat keras dan secara otomatis menetapkan pekerjaan, jika diperlukan. Kita cukup membayar sumber daya komputasi sebanyak yang kita butuhkan, dan bukan sejumlah server perangkat keras tertentu di rak di suatu tempat.

BACA JUGA:  Gandeng Expereo, Telin Perluas Jaringan Global untuk Solusi SD-WAN

Menurut definisi National Institute of Standards and Technology (NIST) cloud computing adalah sebuah model yang memungkinkan untuk mengakses jaringan dari mana saja, dengan nyaman, sesuai permintaan ke kumpulan sumber daya komputasi yang dapat dikonfigurasi (misalnya, network, server, storage, aplikasi dan layanan) yang dapat dengan cepat disediakan dan dirilis dengan upaya manajemen yang minimal atau interaksi dengan penyedia layanan.”

Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?
Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia dalam acara Media Workshop di Jakarta, (22/11). (foto: It Works)

“Definisi NIST mencantumkan lima karakteristik penting dari komputasi awan: on-demand self-service (layanan mandiri on-demand), broad network access (akses ke jaringan luas), resources polling (pengumpulan sumber daya), rapid elasticity (elastisitas atau ekspansi cepat), dan measured service (layanan terukur). NIST juga mencantumkan tiga “model layanan” (software, platform dan infrastruktur), dan empat “model penyebaran” (private, community, public dan hybrid) sebagai kategori cara-cara untuk memberikan layanan cloud,” kata Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia dalam acara Media Workshop di Jakarta, (22/11).

Bagaimana Tren Pasarnya?

Ada up-front cost atau biaya-di-muka yang jauh lebih kecil saat menggunakan cloud computing. Kita tidak perlu menginvestasikan banyak uang untuk membuat pusat data milik kita sendiri, membeli perangkat keras untuk pusat data itu, dan membayar staf TI. Juga, tidak ada risiko membayar lebih untuk terlalu banyak perangkat keras atau membeli terlalu sedikit sehingga malah tidak memiliki apa yang sebenarnya sangat kita butuhkan.

Sebagai gantinya, kita dapat meng-hosting apa pun yang kita perlukan untuk di-hosting di cloud yang disediakan oleh layanan seperti Microsoft Azure. Kita hanya membayar sumber daya komputasi yang kita gunakan, saat kita memang menggunakannya. Jika kita membutuhkan lebih banyak sumber daya komputasi, cloud dapat langsung di-scale up atau ditingkatkan untuk menangani permintaan yang tinggi. Jika kita membutuhkan lebih sedikit, maka kita tidak perlu membayar lebih dari yang kita butuhkan.

BACA JUGA:  Perluas Layanan Solusi Hybrid Cloud dan Multicloud, Nutanix RiIlis Service Provider Program

Segala sesuatu mulai dari sistem email internal perusahaan hingga situs web dan layanan publik untuk aplikasi seluler semakin banyak di-hosting di platform cloud karena alasan itu.

Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?
Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia (foto: It Works)

“Adopsi cloud masih terus berjalan dengan 56% organisasi sedang atau masih mengindetifikasi operasional TI yang jadi kandidat untuk di-host di cloud. Dan pada tahun 2020 ada “Cloud Shift” atau perpindahan ke cloud yang berpengaruh ke belanja TI lebih dari US$ 1 triliun,” tambah Yos mengutip riset yang dilakukan lembaga internasional Gartner.

Sementara riset Cloud Vision 2020 (Logic Monitor, 2017) menyebutkan ada kekuatiran terhadap adopsi cloud yaitu ada 2 yaitu dimana data disimpan (53%) dan security (52%).

Namun, cloud tetap akan mengambil persentase yang cukup signifikan dalam belanja TI, dimana investasi lebih besar akan dilakukan oleh para “pemain besar” dengan rata-rata investasi sebesar US$ 1.62 juta. Tahun 2019 diperkirakan total belanja TI yang dialokasikan untuk cloud computing sebesar 28% (45% SaaS, 30% IaaS, 19% PaaS, 6% lainnya) menurut IGD Enterprise Cloud Computing Survey 2016.

“Jadi, trend-nya akan banyak perusahaan atau organisasi yang akan melakukan cloud journey dengan memindahkan infrastruktur,  data dan intelligence, dan aplikasi dari lingkungan on-premise ke cloud. Tahapannya biasanya dengan migrasi dan modernisasi, dilanjutkan ke cloud dan mengadopsi SaaS,” tutup Yos.

Tags: MicrosoftMicrosoft AzureMicrosoft Azure Stack
Previous Post

Bisakah kita memprediksi kapan dan di mana kejahatan akan terjadi?

Next Post

Kembangkan Senjata AI, Tiongkok Rekrut 31 Anak Jenius dari 5 Ribu Pelamar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto