Roadmap “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan di awal tahun ini oleh pemerintah Indonesia berperan penting dalam agenda nasional dan salah satu inisiatif lintas sektornya adalah untuk membangun infrastruktur digital nasional. Tumbuhnya komputasi awan dengan cepat semakin mendorong setiap sektor industri untuk terus berkembang secara pesat pula. Hal ini semakin membuktikan bahwa hybrid cloud memainkan peran penting dalam strategi digital organisasi di Indonesia.
Studi IDC yang diprakarsai oleh Microsoft awal tahun ini memprediksi bahwa sekitar 40% produk domestik bruto (GDP) Indonesia akan berasal dari produk atau layanan digital hingga tahun 2021, menunjukkan bagaimana organisasi dan bisnis di Indonesia telah menyadari pentingnya adopsi teknologi baru sebagai bentuk inisiatif transformasi digital.

Perusahaan kini dengan cepat beralih ke cloud dan meraih peluang yang menyertainya, termasuk peningkatan ketangkasan, inovasi yang lebih cepat. Survei Microsoft terhadap 2.500 profesional TI “The State of the Hybrid Cloud 2018” baru-baru ini juga menemukan bahwa hybrid bukan hanya sekedar strategi jangka pendek, di mana 91% pekerja TI percaya bahwa pendekatan hybrid cloud akan tetap digunakan organisasi mereka dalam lima tahun kedepan.
Responden juga menyadari banyaknya keuntungan dari hybrid cloud, yaitu:
88% mengatakan bahwa hybrid cloud memberi infrastruktur IT yang lebih baik
86% mengatakan bahwa hybrid cloud memungkinkan untuk menggunakan teknologi penting
82% mengatakan bahwa hybrid cloud meningkatkan konsistensi
85% melihat hybrid cloud sebagai hal yang penting dalam strategi digital
“Sebagai enabler transformasi digital, telah menjadi komitmen Microsoft untuk memberdayakan bisnis untuk memulai perjalanan transformasi digital mereka melalui penyediaan solusi strategis, diantaranya, solusi hybrid cloud untuk manajemen data. Kami telah berkecimpung dalam bisnis cloud di Indonesia selama enam tahun dan telah menginvestasikan lebih dari $15 miliar dalam infrastruktur komputasi awan global dan lebih dari $1 miliar per tahun pada penelitian dan pengembangan Cybersecurity selama bertahun-tahun, secara global,” kata President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee dalam Microsoft Hybrid Cloud Summit di Jakarta, (27/11).
Saat ini di Indonesia, Microsoft telah berkolaborasi dengan enam mitra lokal, yaitu Telkom Telstra, CBN Cloud, ViBiCloud, Visionet (VidiaCloud), Datacomm dan Angkasa, yang akan membantu bisnis di Indonesia untuk mengimplementasikan intelligent cloud.
Isu Security dan Regulasi
Azure Stack, sebagai salah satu perwujudan dari hybrid cloud Microsoft, memberikan ketangkasan dan inovasi komputasi awan yang cepat ke lingkungan on-premise, memungkinkan pengalaman hybrid cloud yang konsisten, yang membantu bisnis mengoptimalkan operasional dan memaksimalkan nilai. Hal ini termasuk dengan memiliki sistem manajemen data yang aman dan tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
National Technology Officer Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono menjelaskan security di cloud umumnya dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu, fragmented security, manual security, dan human error. Namun, Azure dapat memberikan jaminan security karena adanya security berlapis atau istilahnya Multilayered Security, sekitar 8 lapisan meliputi, perimeter, building, ruang komputer, DDoS, Endpoints di IP Public, Virtual Network Isolation, NSG & UDR, dan terakhir Network Virtual Appliances.
Selain itu, Microsoft bekerja sama dengan Palo Alto, penyedia network dan security terkemuka di dunia, dalam memberikan security meliputi: Physical network, mobile, private cloud, PaaS, SaaS, dan IaaS.
Hybrid cloud Microsoft dalam hal ini Azure Stack juga dapat menjadi solusi bagi organisasi dan bisnis di Indonesia sehubungan dengan adanya Rancangan Peraturan Pemerintah Perubahan atas PP No. 82/2012 dimana data elektronik yang disimpan akan diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu adanya Pengaturan Lokalisasi Data Berdasarkan Pendekatan Klasifikasi Data: Data Elektronik Strategis, Data Elektronik Tinggi, dan Data Elektronik Rendah.

Microsoft Azure Stack memungkinkan organisasi atau bisnis di Indonesia untuk menyimpan Data Elektronik Strategis secara on-premise di wilayah Indonesia. Sedangkan untuk Data Elektronik Tinggi dan Rendah dapat menggunakan cloud Microsoft Azure karena dapat diluar wilayah Indonesia.
Penerapan Microsoft Azure Stack
Dalam sesi diskusi panel bertemakan “Memberdayakan Energi Pemuda Indonesia” diberikan testimoni tentang kehandalan hybrid cloud Microsoft Azure Stack oleh INASGOC selaku panitia penyelenggara Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang dan Grab Indonesia, penyedia layanan ride hailing dengan pangsa pasar 65% di Indonesia.
Direktur Departemen TI INASGOC, Pandji Choesin dan Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan Microsoft Azure telah mampu menyediakan sistem komputasi awan yang handal untuk menangani trafik data serta diseminasi informasi secara sistematis dan handal.
Baca juga:
Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure, Azure Stack, Itu?














