Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?

Apa yang Dapat Dilakukan Microsoft Azure?

Situs web Microsoft Azure menyediakan sebuah direktori yang memuat ratusan layanan berbeda yang dapat kita gunakan, termasuk virtual machines lengkap, database, file storage, backups, dan layanan untuk aplikasi seluler dan web.

Layanan ini awalnya bernama “Windows Azure”, tetapi diganti menjadi “Microsoft Azure” karena dapat menangani lebih dari sekadar Windows. Kita dapat menjalankan virtual machines Windows atau Linux di Azure, misalnya – mana saja yang kita inginkan.

Jika kita mempelajari ratusan layanan yang ada di Microsoft Azure, kita akan mendapati kenyataan bahwa kita dapat melakukan hampir semua hal. Hebatnya lagi, untuk apa pun yang tidak tersedia di Azure maka kita dapat men-set up virtual machines Windows atau Linux di Azure yang dapat meng-hosting perangkat lunak apa pun yang ingin kita gunakan. Kita bahkan dapat meng-host desktop Windows atau Linux di cloud pada virtual machines dan menyambungkannya dari jarak jauh. Ini hanyalah cara lain untuk menggunakan sumber daya komputasi jarak jauh.

Bagaimana Orang Bisa Menggunakan Azure

Siapa pun dapat menggunakan Microsoft Azure. Cukup buka situs web Azure dan kita akan dapat mendaftar untuk akun baru. Biasanya, dengan membayar sejumlah biaya tertentu kita akan mendapat sebuah akun yang dapat kita gunakan selama 30 hari pertama, sehingga kitaa akan dapat memulai dan melihat cara kerja Azure untuk kita. Kita juga mendapatkan sejumlah layanan gratis untuk tahun pertama, termasuk akses ke virtual machines Linux, virtual machines Windows, file storage, database, dan bandwidth.

Tentu saja, semua ini sangat berguna untuk orang dan organisasi yang ingin meng-host layanan atau mengembangkan aplikasi. Pengembang yang sedang membuat dan meng-host aplikasi sering menggunakan layanan seperti Azure. Dan jika kita memiliki perusahaan, kita mungkin dapat menghemat uang (dan mengurangi sakit kepala) dengan membiarkan Azure menangani infrastruktur kita.

Microsoft Azure Stack

Microsoft menciptakan Azure Stack sebagai cara untuk membantu organisasi mengadopsi cloud computing hybrid dengan memanfaatkan kekuatan cloud sambil tetap dapat mengatasi pertimbangan bisnis dan teknis seperti peraturan, kedaulatan data, compliance, dan latency.

Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?
Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia dalam acara Media Workshop di Jakarta, (22/11).

“Azure Stack adalah solusi perangkat lunak cloud computing hybrid yang dikembangkan oleh Microsoft berdasarkan platform cloud Azure alias kepanjangan dari Azure. Azure Stack dirancang untuk membantu organisasi memberikan layanan Azure dari pusat data mereka sendiri atau on premise,”  kata Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia dalam acara Media Workshop di Jakarta, (22/11).

Azure Stack secara global tersedia pada Juli 2017. Microsoft telah berkerja sama dengan beberapa penyedia perangkat keras, HPE, Dell EMC, dan Lenovo, yang telah siap di pasaran termasuk di Indonesia.

Juga sudah ada 5 mitra Azure Stack Microsoft, penyedia pusat data lokal yaitu: Telkom Telstra, VibiCloud, CBN, Visionet, and Datacomm. Mereka  akan menghadirkan hybrid cloud platfom yang aman yang memungkinkan perusahaan di Indonesia untuk mengoptimalkan operasional dan memaksimalkan nilai mereka.

“Pada  September  lalu,  survei  Microsoft  terhadap  2.500  profesional  TI menemukan bahwa hybrid bukan hanya sekedar strategi jangka pendek dimana 9 dari 10 (91 persen) pekerja TI percaya bahwa hybrid cloud akan tetap menjadi pendekatan bagi organisasi mereka lima tahun dari sekarang,” kata Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia.

Apa Sih Cloud Computing, Microsoft Azure dan Azure Stack, Itu?
Yos Vincenzo, Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia

Sudah tentu akan ada penghematan biaya dan Return-On-Investment (ROI) bagi perusahaan atau organisasi yang menggunakan IaaS Azure.

“Dengan IaaS dari Microsoft akan diperoleh pengurangan biaya pusat data, pengurangan biaya outsourcing TI, diperolehnya perbaikan proses re-engineering, keuntungan dari penjualan baru di level enterprise, dan keuntungan dari penjualan ke customer baru dan yang lebih besar,” jelas Yos Vincenzo.

Hybrid cloud dari Microsoft juga dapat menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan dan organisasi dari peraturan OJK, PP No. 82, dan keterbatasan kapasitas internet.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here