
Natuna, Kepulauan Riau — Bupati Natuna Drs.Abdul Hamid Rizal, M.Si, bersama Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Zulficar Mochtar Rabu (20/3) ikut menghadiri uji coba Aplikasi Nelayan Nusantara dalam acara festival Palapa Ring di Pelabuhan Perikanan Terpadu, Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, (20/3).
Uji coba aplikasi untuk nelayan ini merupakan kerjasama KKP dengan Kemenkominfo RI. Dengan aplikasi ini, nelayan di antaranya bisa mengetahui kondisi cuaca, tinggi gelombang laut, peta lokasi hingga harga ikan melalui smartphone, sehingga memudahkan mereka melakukan aktivitas sehari-hari. Disamping Aplikasi Nelayan Nusantara, juga dilaksanakan uji coba Aruna dan Qasir dengan nelayan Selat Lampa, Natuna. Total produksi ikan tangkapan nelayan Natuna yang didaratkan ke lokasi Selat Lampa sampai dengan Desember 2018 mencapai 1.361 ton senilai Rp34 miliar, dengan dukungan aplikasi digital ini diharapkan bisa makin meningkat.
Berbagai Fitur di Aplikasi Laut Nusantara
“Sampai tahun 2018, sebanyak 12 SKPT sudah siap mengoperasionalkan Aplikasi Nelayan Nusantara. Selain di Natuna, pada hari ini di Nunukan, Biak Numfor, Talaud, Morotai, Mentawai, Merauke, Mimika, Sabang. Rote Ndao, Sumba Timur dan Saumlaki juga sudah di operasionalkan,” Terang Nilanto.
Dikatakan Nilanto, pulau-pulau kecil dan wilayah perbatasan memendam potensí yang sangat luar biasa. Kawasan itu juga memiliki makna yang sangat strategis karena berbatasan dengan negara lain sehingga menjadi garda terdepan untuk menunjukkan identitas Indonesia,” ujarnya.
Ditambahkan Nilanto, uji coba ini sejalan dengan strategi pemerintah yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan Indonesia. Utuk itu, di masa pembangunan jangka menengah tahun 2015-2019 kawasan dimaksud menjadi salah satu prioritas utama untuk dibangun dan dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo.
XL Axiata Sosialisasikan Aplikasi “Laut Nusantara” Untuk Nelayan
Hal tersebut juga telah dicanangkan dalam 9 Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawa Cita), dimana Nawa Cita ke-3 adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan NKRI.
Guna mendukung pelaksanaan Nawa Cita ke-3 tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). SKPT merupakan pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu mulai dari hulu sampai ke hilir berbasis kawasan di wilayah pulau-pulau kecil dan perbatasan, seperti di Natuna ini,” terang Nilanto.
Total investasi anggaran APBN dari Pusat ke SKPT Natuna 2015 -2018 mencapai Rp.212,2 miliar. Didukung pula dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Kepulauan Riau mencapai Rp8,6 miliar dan DAK Kabupaten Natuna mencapai Rp18,7 miliar.

Pada kesempatan itu Bupati Natuna menghibahkan dua pelabuhan kepada Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) berupa dermaga senilai Rp 2,74 miliar.
Sementara itu, Direktur Layanan IT Bakti Kominfo, Danny Januar Ismawan menyatakan, dengan hadirnya Palapa Ring Barat ini, diharapkan bisa makin mendorong tumbuhnya ekosistem digital yang bisa mendorong ekonomi masyarakat sekitar, termasuk para nelayan.
Festival Palapa Ring: Pemerintah Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Dirut BAKTI Kominfo Ungkap Berbagai Tantangan Proyek Palapa Ring
“Kami mengawali dengan bersinergi Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan menghadirkan Aplikasi Nelayan Nusantara dan juga ada aplikasi Aruna dan Qasir yang sangat bermanfaat membantu kegiatan usaha bagi pelaku UMKM. Ke depan kami harapkan bisa makin banyak startup digital yang muncul dengan adanya layana dari Palapa Ring ini,” ujarnya.
Dengan dukungan Palapa Ring dari Bakti Kominfo, dalam kesempatan itu juga berhasil dilakukan video conference dan video call antara Menteri Kominfo, Rudiantara di Jakarta dengan nelayan pengguna Aplikasi Nelayan Nusantara di Natuna. (AC)













