Yang Mulia Husin Bagis, Duta Besar Indonesia untuk UEA didampingi oleh Yang Mulia Ridwan Hassan, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai, (26/5), membunyikan lonceng pembukaan pasar Nasdaq Dubai untuk merayakan listing dua Sukuk Hijau yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, dengan nilai total dua miliar dolar AS.
Indonesia berencana menggunakan modal yang dikumpulkan dengan Sukuk untuk berbagai proyek yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan (sustainable). Satu Sukuk bernilai 1.25 miliar dolar AS dan yang lainnya bernilai 750 juta dolar AS.
Listing tersebut menggambarkan hubungan erat antara UEA dan Indonesia, negara muslim terpadat di dunia, serta pertumbuhan Dubai sebagai ibukota global Ekonomi Islam.
Yang Mulia Husin Bagis, duta besar Indonesia untuk UEA, mengatakan: “Dua Sukuk kami diterima dengan sangat baik oleh para investor, mencerminkan semakin berkembangnya jangkauan dan pentingnya pasar modal Islam di negara-negara muslim dan secara global. Ketika kami memperluas dukungan kami untuk sektor Sukuk termasuk untuk mendanai inisiatif pembangunan berkelanjutan yang vital, kami berharap untuk lebih memperkuat hubungan kami dengan Dubai sebagai pusat terdepan untuk listing obligasi Islam secara global.”
Pemerintah Indonesia adalah penerbit Sukuk terbesar di Nasdaq Dubai berdasarkan nilai dan jumlah listing, dengan sekuritas yang sekarang ini berjumlah 15 miliar dolar AS dari 11 penerbit.
Yang Mulia Essa Kazim, Gubernur Dubai International Financial Centre, Sekretaris Jenderal Dubai Islamic Economy Development Centre, dan Ketua Dubai Financial Market, mengatakan: “Kami sangat senang dapat bermitra dengan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan pasar keuangan Islam untuk keuntungan dari semua peserta dan industri ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi yang sukses ini menggambarkan pertumbuhan Dubai sebagai Ibukota global Ekonomi Islam, di bawah inisiatif yang diluncurkan oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, dan Emir Dubai.”
Nilai total semua Sukuk yang tercatat di bursa Dubai kini telah mencapai 61,5 miliar dolar AS, jumlah terbesar dari semua pusat listing di dunia.
Abdul Wahed Al Fahim, Ketua Nasdaq Dubai, mengatakan: “Nasdaq Dubai berkomitmen untuk mendukung ekspansi global sektor Sukuk dengan lebih meningkatkan proses listing yang efisien, serta layanan pasca-listing yang komprehensif. Kami sedang mempersiapkan berbagai deretan listing baru dalam beberapa bulan mendatang dari UEA, penerbit regional dan global, menggunakan pengetahuan dan pemahaman Dubai yang mendalam tentang sektor Sukuk.”
Hamed Ali, Kepala Pelaksana Nasdaq Dubai, mengatakan: “Bursa ini memperkuat kerja sama erat yang telah kami miliki dengan pemerintah Indonesia sejak pencatatan Sukuk pertama dengan Nasdaq Dubai tahun 2014. Kami menempatkan diri untuk menerima banyak listing selanjutnya dari pemerintah, sektor publik dan swasta yang dapat memanfaatkan visibilitas global yang kami berikan dan hubungan dekat kami dengan investor internasional dan regional. Kami mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia untuk menjadi penerbit pemerintahan pertama sukuk hijau di dunia.”
Dua sukuk hijau Indonesia terdaftar di Nasdaq Dubai pada 20 Februari 2019.
Tentang Nasdaq Dubai
Nasdaq Dubai adalah pertukaran keuangan internasional yang melayani wilayah Eropa Barat dan Asia Timur. Nasdaq Dubai melayani penerbit regional maupun global yang mencari investasi regional dan internasional. Pertukaran saat ini daftar saham, derivatif, Sukuk (obligasi Islam), obligasi konvensional dan Real Estate Investment Trust (REITS).
Pemegang saham mayoritas Nasdaq Dubai adalah Dubai Financial Market dengan dua pertiga saham. Borse Dubai memiliki sepertiga saham. Regulator Nasdaq Dubai adalah Dubai Financial Services Authority (DFSA). Nasdaq Dubai terletak di Dubai International Financial Centre (DIFC).














