Aksi aerobatik pesawat jenis Pitts S2C dengan nomor registrasi PK-SHE ikut memeriahkan acara Halalbihalal Masyarakat Kudus di Jabodetabek di Bandar Udara Khusus Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (30/6/2019). Aksi aerobatik pesawat itu dilakukan oleh pilot Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto yang menampilkan 11 gerakan manuver antara lain Air Arrow Roll, Four Point Arrow, Airbourne, Clover Leaf, Spin, HammerHead, Inverted Loop, Torque Roll.

Aksi aerobatik ini merupakan salah satu hiburan yang ditampilkan di acara rutin tahunan Halalbihalal masyarakat Kudus di Jabodetabek selain pertunjukan tari-tarian dan ketoprak. Acara Halalbihalal ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) juga didukung oleh Pemkab Kudus, organisasi Ikatan Alumni SMA 1 Kudus (IASKU) serta perusahaan swasta, diantaranya PR Sukun, PT Djarum, dan Bank Bukopin.
Tahun ini, acara Halalbihalal tersebut diselenggarakan dengan tema: “Menyatukan Hati, Memadukan Potensi untuk Kemajuan Kota Kudus” dengan menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat asal Kudus dan pejabat Kabupaten Kudus antara lain: Bupati Kabupaten Kudus Ir. H. Muhammad Tamzil, MT; Ketua DPRD Kudus Ahmad Yusuf Rony; KH As’ad Said Ali, mantan wakil ketua BIN dan mantan wakil ketua umum PBNU; H. Abdul Mu’ti, sekretaris umum PP Muhammadiyah; dan Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto, pilot senior berlisensi pesawat tempur F-16 yang pernah menjabat sebagai Pangkoops TNI AU dan sekjen Kemenhan dan beliau kini menjabat sebagai Ketua Umum FKMK.

Jiwa merantau masyarakat Kudus tak perlu diragukan lagi. Berbagai daerah di Indonesia pasti ada orang asal Kudus, salah satunya di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Bagi warga Kudus yang berada di Jabodetabek, baik yang merantau ataupun telah menetap, kota Kudus tak dapat dilupakan. Maka, salah satu cara agar selalu ingat kota Kudus yakni dengan menyantap masakan khas Kudus.

Riono Asnan, ketua panitia acara Halalalbihalal ini mengatakan, “Ya, kota Kudus tidak bisa dilupakan, maka kita mengenang kota Kudus dengan cara menyajikan masakan khas Kudus. Kami masih ingat ada lentog, soto Kudus, sate kebo (kerbau), nasi pindang, dan lainnya,” ujarnya.
Filosofi GusJiGang Dorong Kemajuan Kabupaten Kudus
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Marsekal Madya TNI (Purn.) Eris Heryanto mengaku gembira bahwa bupati Kudus dapat hadir di tengah-tengah masyarakatnya yang berada di Jakarta. Eris juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pihaknya yakin bahwa dengan melestarikan budaya, Indonesia akan menjadi negara maju dan berbudaya. Oleh karena itu, pada acara halalbihalal seluruh panitia mengenakan baju adat Kudusan.
“Agar Indonesia maju, kita harus menghormati budaya kita sendiri. Termasuk, kami minta panitia agar memakai baju adat Kudusan sebagai bentuk ingat kota kelahiran dan menjunjung budaya Kudus,” terangnya.
Tak hanya soal budaya, Eris Heryanto juga melihat bahwa Kudus telah maju dengan menggunakan prinsip peninggalan Sunan Kudus “GusJiGang” yaitu bocah baGus budi pekerti, pinter ngaJi, pinter daGang. Contohnya, adanya geliat usaha yang kian maju di kota kelahirannya itu kini dapat dirasakan masyarakat Kudus. Pihaknya menyebutkan, perusahaan rokok besar dan elektronik di Kudus telah mampu berbicara di kancah internasional.
“Ketika saya pulang, saya melihat Kudus ini telah maju. Buktinya, perusahaan besar seperti Djarum, Sukun, Nojorono bahkan Polytron pun kini telah sampai ditelinga masyarakat global,” ujarnya.
Sementara, Dewan Pengawas dan Koordinator Bidang Media FKMK, Laksamana Muda (Laksda) TNI Dr. Drs. Ir Suyono Thamrin M. Eng., Mc. menambahkan, “Silaturahim merupakan kegiatan yang sangat penting karena selain dianjurkan oleh agama juga sebagai warga negara kita ikut meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama warga negara atau Ukhuwah Wathoniah.”
“Dengan menerapkan silaturahim dan toleransi sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para wali dari Kudus, kita dapat memperoleh manfaat seperti memperbanyak relasi dari berbagai kalangan, panjang umur, dan banyak rezeki. Sedangkan dengan persatuan dan kesatuan kita bisa merajut paham antara sesama umat Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, antar agama di Indonesia, birokrasi dengan warga biasa, dan masih banyak yang lainnya,” tambahnya.
Program Unggulan Kabupaten Kudus
Dalam sambutannya, Bupati Kudus H.M. Tamzil mengaku kaget atas tingginya partisipasi masyarakat Kudus di Jabodetabek yang menghadiri acara halalbihalal. Pihaknya juga mengaku senang atas kepedulian masyarakat Kudus di Jabodetabek. Meski tidak berada di kota sendiri, masyarakat Kudus di Jabodetabek tetap ikut memikirkan kemajuan kota Kudus. Bupati menyebutkan, berkat relasi salah satu anggota FKMK, bupati dapat terhubung dengan salah satu perusahaan milik Chairul Tanjung yakni Transmart.
“Saya jadi semangat dan bahagia bisa ketemu dengan panjenengan semua. Salut untuk semua. Semangat ini yang harus dijaga sehingga kekompakan dan kerukunan dapat terjalin dengan baik. Saya juga senang bahwa berkat salah satu anggota FKMK, saya dihubungkan dengan Pak Chairul Tanjung untuk berinvestasi di Kudus dengan Transmart-nya. Kebetulan ada aset yang masih bisa dimanfaatkan di Kudus,” jelasnya.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Kudus mensosialisasikan program unggulannya diantaranya santunan kematian sehari cair, tunjangan kesejahteraan bagi guru swasta, tunjangan kesejahteraan bagi guru madin, santunan anak yatim piatu, pelatihan wirausaha baru, dan santunan bagi masyarakat kurang mampu yang dirawat di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.
“Perlu kami sampaikan bahwa beberapa program unggulan yang kami canangkan sejak kampanye telah dilaksanakan dengan baik. Alhamdulillah program tersebut telah dirasakan masayarakat Kudus,” tutupnya.














