Jakarta, ItWorks- Swiss-Belhotel International perkuat transformasi digital dengan mengimplementasikan big data analytic. Implementasi data analytic dalam sistem manajemen, terutama untuk membantu management dalam mengambil keputusan strategis, sekaligus untuk meningkatkan layanan dan pengalaman pelanggan (customer experience).
“Sebagai management hotel internasional, digital transformation bagi kami sudah menjadi kebutuhan. Selain untuk meningkatkan kinerja di sistem management, juga difokuskan untuk layanan pelanggan atau customer exsperience. Terkait digital transformation, selain penggunaan IT di sistem management, Website, kami juga mengembangkan aplikasi yang lebih smart. Di antaranya big data analytic, terkait data pelanggan, kebiasaan pemesanan menu dan lainnya yang sangat membantu perusahaan membuat perencanaan dan keputusan penting terkait peningkatan layanan dan customer exsperience. Data analytic salah satunya juga memudahkan kami dalam memutuskan besaran tarif hotel sesuai tren dan perkembangan pasar yang juga selalu berubah dengan cepat,” papar Executive Director Swiss-Belhotel International, Mattew Faull dalam konferensi pers “Rebranding Swiss-Belhotel Bogor”, pada (3/7), di Bogor.
Swiss-Belhotel International, jaringan management hotel global kembali menambahkan jaringan hotel dengan peluncuran Rebranding Swiss-Belhotel Bogor, hotel bintang empat yang sebelumnya bernama Salak Tower. Swiss- Belhotel Bogor yang memiliki 150 kamar dan 14 meeting room, secara resmi bergabung dengan grup ini sejak 1 Mei 2019 dan menjalani perbaikan sistem management dan standar pelayanan menyeluruh menyesuaikan standar Swiss-Belhotel International.
“Kami memilih bergabung dalam sistem Swiss-Belhotel International karena sudah memiliki pengalaman dan jaringan luas, baik di Indonesia maupun internasiojnal. Kita harapkan ini akan berdampak positif bagi peningkatan bisnis dan layanan hotel ini,” ujar Braja Eka Sukma, Direktur PT Hotel Properti Internasional, selaku perusahaan pemilik properti Swiss-Belhotel Bogor.
Menurut Mattew Faull, Swiss-Belhotel International saat ini mengelola portofolio lebih dari 145 hotel, resort yang tersebar di beberapa negara. Di antaranya di Swiss, Italia, Jerman, Tanzania, Arab Saudi, Mesir, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Kamboja, China, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Selandia Baru, Indonesia dan beberapa negara lain. Dengan jaringan yang luas, penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi menjadi kebutuhan mutlak.
Ditambahkan, transformasi digital di sistem management perhotelan seperti yang dilakukan Swiss-Belhotel, memudahkan dalam mengintegrasikan data dan informasi dari semua bagian secara realtime. Sehingga sangat membantu dalam membuat keputusan bisnis secara cepat dan tepat. Sistem IT yang diterapkan selama ini, juga membantu bisnis menjadi fokus dalam memberikan solusi inovatif seperti booking dan pemesanan, pembayaran, peningkatan layanan staf, program loyalitas customer, dan lain-lain. “Di era modern di mana digitalisasi merambah semua sektor, semua pihak termasuk perhotelan harus mampu beradaptasi sekaligus berinovasi mengikuti perkembangan tuntutan pasar. Ini yang juga terus kami lakukan,” tandasnya. (AC)














