Untuk mengimplementasikan program Digitalisasi Terminal Kendaraan pada aspek keuangan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) melakukan program Supply/Value Chain Financing bekerjasama dengan Bank Mandiri.
Tujuannya untuk mempermudah proses pembayaran atas jasa kepelabuhanan yang diberikan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.
Dengan Value Chain Financing ini, pengguna jasa IPCC akan memperoleh benefit seperti kepastian layanan yang lebih baik, dapat mengatur cash flow sesuai dengan kebutuhan, serta mendapat kemudahan dalam proses pencairan dan pelunasan kredit.
Sedangkan benefit untuk IPCC yaitu mempercepat cash in sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan dari jasa layanan terminal.
“Adanya penandatanganan kerjasama antara PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dengan Bank Mandiri merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan pelayanan kepada customer” ungkap Direktur Utama IPCC Chiefy Adi dalam siaran pers ke media (15/8).
Acara penandatanganan PKS & Sosialisasi Port Value Chain Financing Bank Mandiri dengan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dihadiri oleh Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono, Komisaris PT IKT Tbk, Bay M. Hasani, SVP Corporate Banking Bank Mandiri, Yusak L. S. Silalahi, Tri Nugroho dan SVP Transaction Banking Wholesale Sales Bank Mandiri.
PT Indonesia Kendaraan Terminal adalah perusahaan yang menyediakan layanan terminal kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. Layanan yang diberikan meliputi Terminal Handling, Value Added Services, dan Sea Toll Services dengan standar kualitas pelayanan kelas dunia.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dirancang khusus untuk terminal komersial yang menyediakan layanan di terminal mobil. Layanan ini termasuk Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Untuk 100% ekspor dan impor serta layanan di dalam negeri. Selain itu, terminal ini juga melayani Value Added Services yang meliputi Vehicle Processing Center, dan Equipment Processing Center, Road Freight Services, dan Port Stock. Lebih lanjut lagi, juga menyediakan Layanan Tol Laut atau Tol Maritim dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi angkutan barang yang selama ini menggunakan angkutan darat beralih menjadi angkutan laut.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk didirikan sebagai entitas bisnis tersendiri pada tanggal 1 Desember 2012 dengan prosentase kepemilikan saham PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebesar 99% dan PT Multi Terminal Indonesia sebesar 1%. Sebelum menjadi entitas bisnis tersendiri, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk hanya sebuah strategic business unit yang bernama Tanjung Priok Car Terminal (TPT) yang pengelolaannya di bawah Kantor Pusat dan beroperasi sejak Juni 2007.
Pada 9 Juli 2018 PT Indonesia Kendaraan Terminal resmi menjadi perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia sehingga kepemilikan sahamnya beruabah menjadi 71,3% oleh IPC, 0,7% oleh PT Multi Terminal Indonesia (Sister Company) dan 28% oleh publik atau IPCC.














