Tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan kontribusi iptek dan riset. Namun, terkendala infrastruktur dan kesiapan teknologi. Peranan ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hampir seluruh daerah memanfaatkan peranan yang besar dalam menentukan kebijakan dan arah pembangunan di daerah masing-masing.
Karenanya perlu dibentuk forum daerah untuk melakukan evaluasi dan pengembangan inovasi. Daerah harus mengembangkan riset dan teknologi informasi. “Pemerintah daerah juga sangat berperan penting meningkat iptek di Tanah Air. “Kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengembang iptek patut untuk terus digalakan,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi disela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) di Hotel Mercure, Jakarta.
Dijelaskan, kerja sama antara Kemendagri-Kemenristek perlu dilakukan pendampingan dan dukungan secara kontinyu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjalankan kewenangannya
Rakornas SIDA membuahkan beberapa fokus diskusi. Salah satu yang menarik adalah mobil listrik produksi Indonesia yang akan dipasarkan dan digunakan secara massal oleh masyarakat Indonesia di masa datang.
Kemenristek mengusung mobil listrik untuk dipasarkan dan digunakan secara massal di Indonesia. Ini dilakukan untuk mengurangi cadangan minyak Indonesia yang terus menipis. Dengan pencapaian-pencapain yang telah dilakukan oleh anak bangsa tersebut, Kemenristek berharap nantinya mobil listrik bisa dipakai secara massal oleh bangsa Indonesia. Diproduksi oleh industri lokal, dan hasil karya anak negeri. (*/)














