PT Pan Brothers Tbk, perusahaan swasta nasional dengan fokus bisnis di industri garmen (tekstil dan apparel), sedang menjalankan strategi bisnis untuk menjadi nomor satu di dunia di industri garmen. Diperkirakan target itu akan tercapai pada tahun 2035.
Untuk mewujudkan target itu, Pan Brothers telah menerapkan Industri 4.0 yaitu melakukan otomatisasi dan digitalisasi seluruh lini bisnis dan produksinya yang ada di pabrik-pabrik milik Perseroan.
“Saat ini beberapa pabrik kami telah melakukan otomatisasi dan digitalisasi sehingga semua data base perseroan akan lebih menyatu dan terintegrasi serta produktivitas dan kapasitas naik,” ujar General Manager IT, Edo Kurniadi Hartono di sesi Presentasi dan Wawancara TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Jum’at 11 Oktober 2019.
Di Tanah Air, Pan Brothers telah menjadi pioneer di sektor pakaian jadi untuk penerapan Industri 4.0. Walaupun melakukan otomatisasi dan digitalisasi, dia menegaskan tidak akan mengurangi tenaga kerja dan justru akan menambah rekrutmen karena produktivitas bisa digenjot melalui otomatisasi.
Perseroan juga secara bertahap telah mengurangi kegiatan administrasi secara manual dan memindahkan tenaga kerja di bagian ini ke bagian produksi. Dengan otomatisasi, tenaga kerja tidak perlu memerlukan skill produksi, seperti cutting, karena hanya memerlukan kemampuan mengoperasikan mesin.
Penerapan revolusi industri 4.0 ini membuat rantai nilai produksi yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Pan Brothers telah menggunakan berbagai teknologi 4.0, seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR), Advanced Robotics, dan 3D Forming dalam rangkaian proses produksinya.
Dijelaskannya bahwa dalam proses perencanaan, AI mampu meminimalisir biaya yang dikeluarkan klien saat menyerahkan desain produk. Selama ini, klien yang berasal dari Amerika Serikat ataupun Eropa harus bertemu dengan tim perusahaan untuk memberikan rancangan desain.
Dengan teknologi AI, desain dapat dijahit secara virtual menggunakan program virtual stitcher tanpa mengharuskan kehadiran klien. Jika desain tersebut telah disepakati, Pan Brothers dapat langsung membuat cetakan dan membuat polanya. Material yang digunakan juga dapat dihitung secara rinci.
Teknologi IoT juga telah digunakan untuk memantau proses produksi hingga distribusi. Ini untuk meningkatkan keamanan dari rantai nilai produksinya.
Adapun, advance robotics dan 3D Forming digunakan untuk membantu produksi melalui proses otomatisasi. Dengan demikian, penggunaan teknologi 4.0 ini membuat proses produksi Pan Brothers menjadi lebih cepat dan akurat.
Implementasi TI terbaru dari Pan Brothers adalah menggunakan teknologi ERP SAP. Pertimbangannya karena teknologi ini yang terdepan dan sudah proven. Teknologi SAP ini sangatlah memberikan kemudahan bagi kami untuk menuju nomer satu di dunia, karena teknologi ini juga banyak digunakan oleh client kami di luar negeri kata Edo.
Ratusan merek dagang textile dan apparel internasional asal Amerika Serikat, Jerman, Italia, Perancis dan lainnya sudah diproduksi oleh Pan Brothers seperti Uniqlo, Adidas, The North Face, IKEA dan lainnya.
Pemasaran produknya hampir 100% ditujukan untuk pasar ekspor, seperti ke Amerika Serikat, wilayah Uni Eropa, Kanada, Australia, Asia, dan lainnya. Pasar Asia masih menjadi tujuan utama ekspor perseroan dengan kontribusi sebesar 56,67%, disusul Amerika Serikat sebesar 25,96%, dan kawasan Eropa sebesar 15,24%.
Penulis: Albarsyah














