Jakarta, ItWorks- Tak hanya sistem manajemen dan produksi, PT Federal Karyatama juga mulai bertransformasi untuk peningkatan performa bisnis dan layanan dengan mengembangkan sistem aplikasi digital. Transformasi lini ini sejalan dengan tuntutan era industri 4.0, dimana selain untuk memperkuat internal, juga mendukung pola marketing dan pengembangan bisnis yang lebih modern sesuai dinamika dan tuntutan pasar di era digital.
Kesuksesan Federal Oil dalam mengembagkan bisnis dengan berbagai lompatannya, cukup membuatnya disegani bagi pelaku industri manufaktur, khususnya dalam segmen pelumas. Apalagi, selain mampu terus meningkatkan perforama usaha, perusahaan ini juga mendapatkan pengakuan dengan meraih berbagai penghargaan, seperti penghargaan Indonesia Best Corporate Transformation yang pernah berhasil disabetnya.
Seperti diketahui Federal Oil telah resmi menjadi bagian dari ExxonMobil Lubricants Indonesia sejak 28 Juni 2018 lalu melalui proses akuisisi. Sejak itu, atau pasca akuisisi tersebut berbagai terobsan abru juga terus dilakukan. Seakan telah menyatukan dua kekuatan, Federal Oil yang kuat di jalur pemasaran B2C (Business to Customer), sementara ExxonMobil tangguh di pasar B2B (Business to Business).
Selain itu, akuisisi juga mensinergikan dua kategori produk yang saling melengkapi, karena Federal Oil fokus pada pelumas otomotif roda dua, sedangkan ExxonMobil memiliki spesialisasi di pelumas otomotif roda empat. Dengan memadukan dua kekuatan ini, sepak terjangnya peluang meraih pangsa pasar yang lebih besar di pasar oli, juga makin terbuka.
Guna mendukung hal ini, perusahaan juga memperkuat lini bisnis dan pemasaran dengan mengembangkan sistem manajemen melalui penerapan dan pengembangan aplikasi teknologi informasi. Seperti mengimplementasikan Enterprise Resources Planning (ERP) untuk Production, Procurement, HC Sys, pengembangan aplikasi untuk Sales and Distributors Operation, dan lainnya.
Hal ini terungkap dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian PT Federal Karyatama yang menaungi merek Federal Oil di ajang “Top Digital Awards 2019” yang diselenggarakan oleh Majalah ItWorks, di Gedung WTC I, l jend Sudirman Jakarta, baru-baru ini. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan tim, yakni oleh Ivan Ally–Head Corporate Communication, Andri Herumurti–Head IT & Development, Hendrik Sihaloho -Head Sales Information System, serta Bagus Perdana–Head Digital Marketing, materi presentasi bertajuk “Federal Karyatama Digital Readiness”.
“Di era modern yang serba digital seperti saat ini, penggunaan teknologi informasi tak bisa dihindari. Karena itu, kami juga melakukan transformasi besar-besaran di semua lini melalui implementasi tenologi informasi dan digitalisasi,” ungkap Andri Herumurti–Head IT & Development PT Federal Karyatama di hadapan empat dewan Juri yang dimoderatori Ben De Haan, senior Advisor Majalah ItWorks.
Ditambahkan, pengembangan sistem ERP dan aplikasi dilakukan dalam ekosistem Digital Environment Federal Karyatama. Di antaranya menyangkut sistem manajemen, Distribution Management System, Sales Force Automations, Consumer Engagement, Point of Sales, Digitalization to sales team, dan lainnya. Termauk dengan menjalin dan memperkuat pemasaran dan promosi melalui media sosial maupun channel e-commerce.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan market place e-commerce, seperti tokopedia. Pelumas federal telah memiliki toko resmi di voucher tokopedia whoselle dan voucher itu dapat ditebus di beberapa bengkel,” ujar Bagus Perdana–Head Digital Marketing, menambahkan.
Di media sosial, juga dipekuat seperti di facebook, Twitter, instagrams dan lainnya untuk memberikan kemudahan dan pengalaman kepada pelanggan sesuai permintaan. Selain itu juga mengembangkan website sendiri yang lebih inovatif federaloil.co.id untuk mendukung pemasaran dan mempertahankan pelanggan, maupun menyasar pelanggan baru. Apalagi saat ini juga memiliki jalur distribusi Federal Oil yang luas, dari Sabang sampai Merauke. (AC)














