Jakarta,ItWorks- Pemerintah Kabupaten Sragen -Jawa Tengah terus bertekad meningkatkan kecepatan untuk akses berbagai layanan berbasis E-government dan aplikasi smart city bagi masyarakat dengan meningkatkan kemampuan infrastruktur digital. Salah satunya dengan menambah jaringan kabel fiber optic (FO) hingga luar wilayah perkotaan.
Berangkat dari kesadaran akan kebutuhan pelayan public yang lebih efektif dan efisien serta fleksibitas terhadap perkembangan zaman, Pemerintah Kabupaten Sragen jauh-jauh hari telah mengembangkan konsep smart city dan menerapkan e-government. Bahkan Kabupaten Sragen termasuk salah satu pemerintah kabupaten yang menerapkan e-government dengan baik, dan merupakan kabupaten yang menjadi percontohan dalam suksesnya penerapan e-government.
“Saat ini kami juga memiliki banyak aplikasi untuk berbagai layanan masyarakat berbasis digital yang terintegrasi dengan konsep smart city. Seperti aplikasi berbagai perizinan secara online, layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Supaya aplikasi dan layanan ini bisa cepat dan mudah diakses masyarakat, termasuk yang ada di pedesaan, tentu harus pula didukung dengan ketersediaan jaringan infrastruktur digital yang memadai. Karena itu, kami juga fokus mengembangkan infrastruktur ini dengan menggelar kabel FO hingga wilayah luar perkotaan,” papar Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sragen, Rahmad Purwadi didampingi Kasi Pengembangan Sistem Informasi, Lukman Andri TN saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Award 2019” yang diselenggaran Majalah ItWorks pada (15/10) di Gedung WTC I Jl Jenderal Sudirman Jakarta.
Jaringan fiber optik dipilih karena memiliki kecepatan tinggi untuk akses internet yang bisa mengantarkan data dan informasi lebih tinggi. Kabel serat jaringan optik dapat mengantar sinyal lebih baik, bahkan tanpa perangkat penguat tambahan sinyal seperti repeater atau sejenisnya.
Kabupaten Sragen telah memiliki sejumlah aplikasi sistem untuk kantor pemerintah (E-goverment) untuk berbagai layanan masyarakat, termasuk beberapa perizinan yang di antaranya bisa diurus pada tingkat kecamatan. Bahkan sejak 2010 semua Satker, Kecamatan, BUMD, Desa/Kelurahan sudah terhubung jaringan Sistem Informasi yang terintegrasi secara on-line, sehingga pelayanan publik bisa optimal dan masyarakat juga mulai terbiasa memanfaatkan IPTEK.
“Dengan penguatan infrastruktur dan kemudahan akses internet yang semakin meluas, kita harapkan juag bisa meningkatkan melek IT di kalangan masyarakat, termasuk di pedesaan. Dalam hal ini, kami juga terus berupayamenambah public Wifi gratis di sejumlah lokasi untuk makin memudahkan akses internet bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Jadi Contoh Daerah Lain
Dalam hal pengembangan smart city, Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) termasuk kabupaten yang cukup kreatif dalam mengembangkan berbagai aplikasi untuk smart city maupun E-government. Salah satunya yang belakangan banyak dicontoh dan diterapkan daerah lain, yakni aplikasi Surat Maya (Surya) yaitu sebuah aplikasi yang digunakan untuk melakukan pengiriman maupun penerimaan surat menyurat antar OPD/ Termasuk di dalamnya instansi vertikal yang berkedudukan di Kabupaten Sragen dan juga terimplementasi sampai level pemerintah yang paling bawah, yaitu semua desa/kelurahan sebanyak 208 desa/kelurahan di Kabupaten Sragen. Di bangun sejak 2008, inisiatif ini muncul sebagai upaya untuk memanfatkan jaringan online yang pada akhir tahun 2007 sudah terkoneksi di semua OPD di Kabupaten Sragen sampai dengan semua desa/kelurahan sebanyak 208 yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Sragen.
“Secara prinsip dengan aplikasi tersebut semua dokumen surat menyurat di instansi Kabupaten Sragen, kini sudah tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan dilakukan secara elektronik menggunakan aplikasi ini, sehingga pengiriman surat menyurat sejak beberapa tahun lalu sudah bersifat real time and paperless/ Aplikasi SURYA ini telah banyak diadopsi dan direplikasi di berbagai daerah dan lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah. Di antaranya Kabupaten Jayapura, Kabupaten Malinau, Kabupaten Merauke, Kabupaten Balangan, Lebak dan bebrrapa lainnya di wilayah Indonesia TImur. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi Surya yang kami bangun bisa berdampak luas,” ujarnya.
Apikasi lain yang juga banyak ditiru, yakni aplikasi perizinan. Dalam hal ini Pemkab Sragen memiliki Sistem Perizinan Online Sragen yang disebut Si-Pioner. Pengembangan Si-Pioner ini sejalan dengan motto dari Pemkab Sragen, yaitu mudah dan cepat. Di tingkat bawah untuk perizinan juga aplikasi ada SIM SUKET (surat keterangan desa/kel) yang digunakan untuk pelayanan surat menyurat yang ada di desa/kel dan terintegrasi dengan database kependudukan.
Ditambahkan, untuk kelangsungan sistem layanan berbasis IT ini, Pemkab juga sudah memiliki IT masterplan yang tertuang dalam RPJP Kab Sragen (untuk mewujudkan sustainable implementasi TIK). Selain itu, untuk meningkatkan IT culture (budaya IT) di kalangan masyarakat) juga dilakukan pelatihan, sepeti internet, online, e-commerce, dan lainnya. (AC)














