Di Indonesia banyak provinsi, kota dan kabupaten sedang membangun daerahnya menjadi Smart City atau Kota Pintar yang memanfaatkan teknologi informasi dan digital untuk menjalankan pemerintahan dan memberikan layanan publik.
Demikian juga dengan Kabupaten Demak, yang termasuk daerah percontohan Gerakan 100 Smart City Indonesia. Smart City sudah menjadi salah satu dari 16 program unggulan Kabupaten Demak.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Demak Endah Cahya Rini konsep Smart City Kabupaten Demak memiliki misi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, akuntabel serta memberikan pelayanan smart kepada masyarakat.
Smart City merupakan konsep kota cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya dengan efisiensi dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatanya kata Endah di sesi Presentasi dan Wawancara TOP DIGITAL Awards 2019, di Jakarta, Senin 14 Oktober 2019.
Dijelaskannya bahwa dalam 2 tahun terakhir sejak diluncurkannya Demak Smart City oleh Pemda Kabupaten Demak, Diskominfo Kabupaten Demak Bersama 42 OPD yang ada telah melakukan berbagai langkah strategis dalam tata kelola pemerintahan untuk mempercepat perwujudan Kabupaten Demak jadi Smart City.
Contohnya, dalam tata kelola TIK di Pemda Kabupaten Demak untuk pengoperasian pusat data sudah ada SOP-nya, lalu untuk integrasi sistem aplikasi Diskominfo sudah ada MoU dengan para OPD dan saat ini 26 dari 42 OPD di Pemda Kabupaten Demak yang sudah menggunakan aplikasi yang terintegrasi. Serta pemanfaatan aplikasi berbagi pakai seperti e-planning, e-budgeting, e-procurement, e-Sakip dan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA). Pada bulan Mei 2019, telah diluncurkan wibesite ppid.demakkab.go.id yang berisi konten berita pemerintah daerah termasuk akses kontak tanya jawab dengan pimpinan OPD terkait.
“Secara infrastruktur TIK, kami sudah menggunakan bandwidth internet dengan kecepatan 1270 mbps. Sudah memiliki ruang NOC dengan 4 server yaitu LPSE, GRMS, cloud proxmox dan cloud vmware. Kami juga bekerjasama dengan Pemprov Jateng untuk penyediaan DRC. Juga sudah ada 32 tower triangle serta bandwidth internet tersendiri untuk layanan KTP,” papar Endah.
Saat ini Diskominfo Pemda Kabupaten Demak sedang melakukan sejumlah kegiatan yaitu pembangunan Command Center, Masterplan Smart City, penyusunan Masterplan SPBE, pemasangan kabel fiber optic di seluruh OPD serta pengembangan tanda tangan elektronik.
“Untuk Command Center rencananya akan di-launching di akhir Oktober ini. Master Plan SPBE dan Smart City juga dijadwalkan dalam waktu dekat sebelum akhir tahun sudah rampung. Jadi semuanya memang kita coba kebut untuk mengejar target di tahun 2020, Demak Smart City semakin berkembang pesat,” pungkasnya.
Penulis: Abi Abdul Jabar














