Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) telah menerapkan e-Doc untuk keperluan surat-menyurat. Aplikasi ini berlaku dalam proses kerja bagi setiap unit di perusahaan. Demikian pernyataan Muhammad Iqbal selaku Ketua Divisi IT Bank Sulselbar dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2019.
“Semua proses kerja yang meliputi surat menyurat semua sudah melalui elektronik, jadi tidak ada lagi yang model hardcopy,” katanya saat mengikuti penjurian Top Digital Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah It Works di Gedung WTC I Lt. 18 Jakarta, Rabu (9/10).
Dengan berlakunya e-Doc ini, lanjut Iqbal, memberi banyak kemudahan dan kecepatan dalam proses kerja, khususnya surat menyurat. Bahkan, dengan aplikasi tersebut, ada cost efisiensi yang sangat besar yang diperoleh. “Efisiensinya (e-Doc) bagus. Sebelumnya perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp 185 juta untuk pengiriman dalam sebulan, sekarang hanya sekitar Rp 18 juta,” ujarnya di hadapan Dewan Juri Top Digital Awards 2019.
Tak hanya itu, Bank Sulselbar juga menerapkan aplikasi e-SPPD yakni model surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dalam bentuk elektronik. Hadirnya aplikasi ini sebagai upaya digitalisasi dalam ketaatan pelaporan sekaligus sebagai mitigasi beragam resiko dalam pelaporan.
Selain itu, Bank Sulselbar juga menyediakan ragam fitur digital banking dengan konsep strategic partner seperti E-money, Fintech Gandeng Tangan, Marketplace Tokopedia, Ovo dan Gopay.
Mengutip Wikipedia,
Bank BPD Sulselbar atau yang lebih dikenal dengan Bank Sulselbar adalah salah satu bank yang berdiri pada 1961. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat didirikan di Makassar pada tanggal 13 Januari 1961 dengan nama awal PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara sesuai dengan Akta Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961. Kemudian berdasarkan Akta Notaris Raden Kadiman No. 67 tanggal 13 Juli 1961 nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara. Berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No. 002 tahun 1964 tanggal 12 Februari 1964, nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dengan modal dasar Rp250.000.000. Dengan pemisahan antara Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Provinsi Tingkat I Sulawesi Tenggara, maka pada akhirnya Bank berganti nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.
Dengan lahirnya Peraturan Daerah No. 01 tahun 1993 dan penetapan modal dasar menjadi Rp25 miliar, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dengan sebutan Bank BPD Sulsel dan berstatus [[Perusahaan Daerah]] (PD). Selanjutnya dalam rangka perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam Peraturan Daerah No. 13 tahun 2003 tentang Perubahan Status Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari PD menjadi PT dengan Modal Dasar Rp. 650 miliar.
Akta Pendirian PT telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan Surat Keputusan No. C-31541.HT.01.01 tanggal 29 Desember 2004 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat Bank Sulsel, dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan No. 1655/2005.
Pada tanggal 10 Februari 2011, telah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dilakukan secara circular resolution dan Keputusan RUPS LB tersebut telah disetujui secara bulat oleh para pemegang saham. Keputusan RUPS LB tersebut telah dibuatkan aktanya oleh Notaris Rakhmawati Laica Marzuki, SH dengan Akta Pernyataan Tentang Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Bank Sulsel, Nomor 16 Tanggal 10 Februari 2011. Dimana dalam Akta tersebut para pemegang saham memutuskan untuk mengubah nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat PT Bank Sulsel menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat disingkat PT Bank Sulselbar.
Penulis: Abdullah Suntani














